• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Jumat, Juni 5, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Kartini Melawan Ketimpangan Ketidak Adilan dengan Pena Bukan dengan Senjata

pedoman_id by pedoman_id
April 22, 2026
in Essai & Opini, Nasional, Pendidikan & Agama
0
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : SYAMSUDIN NABILAH*

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.” (R.A. Kartini).

READ ALSO

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Masyarakat Indonesia, lebih-lebih pelajar paham bahwa tanggal 21 April merupakan momen sejarah penting dan spektakuler. Momen untuk mengenang sosok perempuan extraodinary, Raden Ayu Kartini (R.A. Kartini). Makanya, setiap tanggal ini Indonesia pasti merayakannya dengan mengenakan kebaya seperti yang dipakai Kartini di jamannya.

Perlu digarisbawahi, Hari ini, Kartini bukan sekadar mengenakan kebaya atau menata rambut dengan konde, memakai gincu, lipstik, skincare, atau care care lainnya. Lebih dari itu, kita perlu meneladani semangat juangnya yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Perjuangan Kartini adalah perjuangan melawan kegelapan yang harus terus menyala di hati setiap generasi. Di masa penjajahan Belanda, pendidikan menjadi hak istimewa untuk kalangan tertentu saja.

Kartini saat itu melihat ketidakadilan ini secara terang benderang. Beliau berani menentang tradisi yang membungkam perempuan dan kebijakan kolonial yang mematikan akses ilmu pengetahuan.

Di masa kini, meski akses sekolah sudah terbuka lebar, tantangannya bergeser. Perjuangan “Kartini modern” adalah memastikan bahwa pendidikan tidak berhenti di ijazah. Kartini mengajarkan bahwa belajar adalah seumur hidup. Baik perempuan maupun laki-laki, kita harus terus mengasah kemampuan agar tidak tertinggal zaman.

Pendidikan-sebagai keyakinan Kartini dulu-adalah senjata paling ampuh untuk mengubah nasib. Salah satu warisan terbesar Kartini adalah gagasannya tentang kesetaraan gender. Beliau percaya perempuan memiliki akal budi dan potensi yang sama besarnya dengan laki-laki.

Dalam konteks rumah tangga masa kini, visi ini terwujud dalam hubungan setara. Peran ibu/ istri tidak dilihat sekadar “urusan dapur”, tetapi lebih luas lagi mitra sejajar. Kartini modern adalah perempuan yang cerdas, berwawasan luas, namun tetap hangat dan berkarakter kuat.

Kartini mampu mengelola rumah tangga sekaligus berkarya di luar karena sadar bahwa kemajuan keluarga berawal dari kecerdasan dan ketangguhan ibunya. Kala itu, yang diangkat Kartini bukan senjata berupa rambu runcing, golok, senapan maupun senjata tajam lainnya.

Kartini mengangkat pena. Perlawanannya adalah perlawanan pemikiran dengan menulis surat-surat yang membakar semangat, menunjukkan bahwa penjajahan paling kejam adalah penjajahan atas pikiran.

Di jaman serba canggih seperti hari ini, bentuk ketidakadilan mungkin berbeda. Bisa dalam bentuk diskriminasi, ketimpangan sosial, atau budaya merendahkan satu sama lainnya. Namun, cara memeranginya tetap sama, yakni dengan ilmu, karya, dan suara yang lantang. Kita melawan ketidakadilan dengan menjadi pribadi yang berintegritas dan tidak tinggal diam melihat kebenaran diinjak.

Pesan terpenting yang perlu kita garis bawahi adalah pembangunan bangsa dimulai dari pembangunan daerah. Kartini tidak hanya berpikir tentang dirinya atau Jawa semata, tapi tentang masa depan bangsa ini.

Kini, peran “Kartini-Kartini” di setiap kabupaten dan kota di Indonesia, sangat vital. Seorang perempuan yang berpendidikan dan berjiwa sosial tinggi akan menjadi motor kemajuan desanya atau kotanya. Mereka yang terlibat dalam organisasi wanita, yang menjadi aparatur negara, pengusaha lokal, hingga ibu rumah tangga yang mendidik anaknya dengan baik semua adalah penerus estafet perjuangan Kartini.

Ketika perempuan di daerah diberdayakan, ekonomi akan bergerak, budaya akan terjaga, dan kualitas sumber daya manusia akan meningkat.

Raden Ajeng Kartini telah pergi, namun semangatnya abadi. mengajarkan kita bahwa menjadi wanita yang hebat bukan hanya soal kecantikan fisik, melainkan kecerdasan akal dan keluhuran budi.

Mari jadikan setiap 21 April sebagai pengingat, bahwa tugas kita belum selesai. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan teruslah berkontribusi untuk memajukan daerah dan bangsa Indonesia.

*)Penulis : Alumni Ponpes Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Mantan Ketua Umum HMI Cabang Jember Komisariat Sastra Universitas Jember.

Tags: Kartini jaman modernRA. Kartini

Related Posts

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto
Essai & Opini

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto

Juni 1, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Mei 29, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang

Mei 20, 2026
Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran
Essai & Opini

Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran

Mei 20, 2026
Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga
Essai & Opini

Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga

Mei 13, 2026
Next Post
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah

Kartini Mau Dimadu : Kuatnya Budaya Zaman Itu Atau Strateginya Untuk Terus Berkarya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Untuk Naik Kelas UMKM Harus Melek Digital

Untuk Naik Kelas UMKM Harus Melek Digital

Mei 10, 2025
8 Rumah Warga di Nanggung Bogor Rusak Akibat Diterjang Hujan dan Angin Kencang

8 Rumah Warga di Nanggung Bogor Rusak Akibat Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Februari 11, 2025
Polres Lumajang Tetapkan Tersangka Guru Honorer Tempursari Kasus Pelecehan Seksual Anak

Polres Lumajang Tetapkan Tersangka Guru Honorer Tempursari Kasus Pelecehan Seksual Anak

April 18, 2025
Cegah 3C, Polsek Kunir Galakkan Blue Light Patrol

Cegah 3C, Polsek Kunir Galakkan Blue Light Patrol

Maret 5, 2024
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In