• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Senin, Juni 1, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Islam dan Penolakan atas Kekuasaan Absolut

pedoman_id by pedoman_id
November 18, 2025
in Essai & Opini
0
Mirwanuddin

Mirwanuddin

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

‎‎Ole: Mirwanuddin**
‎
‎Di banyak kerajaan Eropa, kekuasaan pernah hidup dengan sebuah dogma sakral: “The king can do no wrong.” Raja dianggap tidak mungkin salah, karena hukum dilihat sebagai pancaran kehendaknya.
‎
‎Doktrin ini menjadi fondasi “sovereign immunity” yang melahirkan negara modern, sekaligus sumber masalah ketika kekuasaan berubah menjadi alat untuk menghindari pertanggungjawaban.
‎
‎Namun Islam sejak awal sudah memberikan koreksi mendasar: kekuasaan tidak suci, dan tidak boleh diperlakukan seolah bebas dari cela.
‎
‎Dalam ilmu politik klasik, absolutisme selalu bertumpu pada keyakinan bahwa penguasa adalah sumber legitimasi. Thomas Hobbes misalnya, menganggap Leviathan perlu kekuasaan nyaris tak terbatas agar negara tidak runtuh oleh chaos. Kerajaan absolut Eropa tumbuh di bawah kerangka ini.
‎
‎Tetapi teori politik modern mengajarkan yang sebaliknya:
‎— Rule of law menempatkan hukum di atas pejabat
‎— Constitutionalism membatasi kekuasaan
‎— Checks and balances mencegah pemusatan otoritas
‎— Political accountability menegaskan bahwa pemimpin bertanggung jawab kepada lembaga dan rakyatnya
‎
‎Melalui kacamata teori-teori ini, doktrin “The king can do no wrong” tampak sebagai anomali sejarah: sistem yang memutihkan kekuasaan tanpa batas.
‎
‎Islam menawarkan titik pijak yang menarik karena sejak 14 abad lalu telah meletakkan prinsip yang mirip dengan “constitutionalism modern“: kekuasaan tunduk pada aturan yang melampaui manusia, yakni tatanan hidup berdasarkan Al-qur’an yang dikenal dengan syariat.
‎
‎Al-Qur’an menyebut kekuasaan sebagai amanah (QS. An-Nisa’ 58), bukan privilese (hak istimewa). Perselisihan dengan penguasa pun harus kembali pada hukum yang sama (QS. An-Nisa’ 59). Ini laksana “rule of law” dalam batas-batas ilahiah.
‎
‎Hadits Nabi tentang perempuan bangsawan Quraisy — “Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku memotong tangannya” — adalah penegasan kuat bahwa tidak ada absolutisme dalam Islam.
‎Kekuasaan tidak menambah kekebalan hukum; ia justru menambah beban moral.
‎
‎Para khalifah melanjutkan tradisi ini:
‎Umar bin Khattab ditanya tentang panjang bajunya; Ali bin Abi Thalib kalah di pengadilan melawan seorang warga biasa. Ini adalah praktik “political equality” yang hari ini justru menjadi nilai demokrasi modern.
‎
‎Indonesia bukan monarki, tetapi sebagian mekanisme ketatanegaraan tetap mengandung unsur kekebalan prosedural (procedural IMMUNITY) bagi presiden.
‎Ini bukan kekebalan substantif seperti raja, melainkan lapisan politik untuk mencegah kriminalisasi jabatan.
‎
‎Secara teori politik, ini selaras dengan procedural immunity: pengaturan yang menunda pemeriksaan demi stabilitas negara, tetapi tidak menghapus pertanggungjawaban.
‎
‎Begitu presiden turun dari jabatan, kekebalan itu hilang. Statusnya kembali menjadi warga negara biasa, yang artinya berkedudukan sama dengan warga negara lainnya.
‎
‎Muhammadiyah dan Kekuasaan
‎
‎Sebagai gerakan Islam modern, Muhammadiyah berada di barisan yang paling konsisten menolak absolutisme. Dalam berbagai pikiran politiknya — dari Tafsir Surat An-Nisa’ sampai Pedoman Hidup Islami — Muhammadiyah menegaskan bahwa kekuasaan harus transparan, akuntabel, dan tidak boleh dikelola sebagai kepemilikan pribadi.
‎
‎Muhammadiyah menerima kekebalan prosedural sebagai bagian dari desain institusional, tetapi menolak model kekebalan substantif yang menghidupkan kembali doktrin raja.
‎
‎Di sinilah nilai Islam bertemu dengan teori politik modern: kekuasaan harus dibatasi oleh hukum, diawasi publik, dan tidak boleh didewakan.
‎
‎Pelajaran untuk Demokrasi Kekinian
‎
‎Dalam banyak negara, demokrasi ambruk bukan oleh kudeta, melainkan oleh gaya kepemimpinan yang meminjam bahasa hukum untuk membuat dirinya tidak tersentuh. Ketika kekuasaan menjadi alat membentuk kebenaran, negara perlahan bergerak ke arah absolutisme baru.
‎
‎Muhammadiyah, dalam garis pikirannya, mengingatkan bahwa pemimpin — siapa pun dia — bukan sumber kebenaran, tetapi pelayan bagi hukum dan rakyat.
‎
‎Di tengah dinamika politik nasional, pesan itu kembali relevan: ‎ketika kekuasaan berhenti diawasi, negara mulai kehilangan akalnya.
‎Islam menolak itu sejak awal. Teori politik pun demikian. Demokrasi Indonesia hanya bisa sehat jika prinsip tersebut terus dijaga.
‎
‎Bagaimana pula dengan anggapan ” ‘ulama’ tidak bisa salah”? Tunggu opini artikel berikutnya.
‎
‎Wallahu a’lamu bis_shawaab.
‎
‎**Penulis adalah pembelajar pada lingkar diskusi terbatas (Limited Group) kajian al_qur’an berbasis Ilmu ‘Alat. Ia alumni IMM FISIP Unmuh Malang.
‎

READ ALSO

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Tags: absolutismehukumIslamkekuasaanPenolakan Kekuasaan Absolutsyariat

Related Posts

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Mei 29, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang

Mei 20, 2026
Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran
Essai & Opini

Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran

Mei 20, 2026
Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga
Essai & Opini

Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga

Mei 13, 2026
Tanggapan Surat Terbuka ke Presiden RI Terkait Begal : Antara Kecemasan dan Ketidak Percayaan
Essai & Opini

Tanggapan Surat Terbuka ke Presiden RI Terkait Begal : Antara Kecemasan dan Ketidak Percayaan

Mei 12, 2026
Next Post
Mirwanuddin

As-Shamad sebagai Poros Roda Kehidupan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Bupati Lumajang: Kami Disumpah Mengabdi Kepada Rakyat, Bangsa dan Negara oleh Presiden Prabowo

Bupati Lumajang: Kami Disumpah Mengabdi Kepada Rakyat, Bangsa dan Negara oleh Presiden Prabowo

Februari 22, 2025
Cipkon di Momen Lebaran, Polsek Sukodono Patroli Dialogis ke Warga Desa Karangsari

Cipkon di Momen Lebaran, Polsek Sukodono Patroli Dialogis ke Warga Desa Karangsari

April 16, 2024
BNPT Berkomitmen dengan MUI Untuk Bersinergi Lindungi Perempuan-Anak dari Paham Radikal Terorisme

BNPT Berkomitmen dengan MUI Untuk Bersinergi Lindungi Perempuan-Anak dari Paham Radikal Terorisme

Februari 17, 2025
Satlantas Polres Lumajang Intensifkan Patroli Malam Antisipasi Balap Liar

Satlantas Polres Lumajang Intensifkan Patroli Malam Antisipasi Balap Liar

April 9, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In