• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Sabtu, Juni 6, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Interupsi Malaikat: Saksi Sejarah atau Peramal ?

pedoman_id by pedoman_id
November 11, 2025
in Essai & Opini
0
Mirwanuddin

Mirwanuddin

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter


‎‎Oleh: Mirwanuddin**
‎
‎Ketika Allah mengabarkan rencana menghadirkan khalifah di bumi, malaikat langsung menyela. Interupsi mereka dalam QS Al Baqarah 2:30 berbunyi, “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah?”
‎
‎Pertanyaan itu memantik perdebatan besar tentang bagaimana malaikat mengetahui potensi destruktif manusia: dari intuisi gaib, atau dari memori sejarah?
‎
‎Dalam tradisi tafsir klasik, dua arah penjelasan biasanya muncul.
‎Pertama, ada anggapan bahwa malaikat diberi pengetahuan tentang hal yang belum terjadi, menjadikan mereka seakan memiliki panorama masa depan.
‎
‎Kedua, terdapat pandangan bahwa malaikat hanya menyimpulkan dari pengalaman mereka memantau makhluk sebelumnya, manusia maupun jin, yang meninggalkan jejak konflik dan kekacauan di bumi.
‎
‎Jika ayat ini dibaca dari sisi tata_bahasa (linguistik), struktur kata kerja (verba) malaikat berada pada waktu kekinian dan mendatang (The Present-Future Tense) yang dalam grammatikal bahasa Arab dikenal dengan Fi’il Mudzari’.
‎
‎Bentuk semacam ini tidak selalu menunjuk masa depan, tetapi sering menggambarkan pola yang sedang atau sudah berlangsung. Artinya, malaikat tidak harus ditampilkan sebagai futurolog. Mereka cukup sebagai pengamat sejarah yang telaten.
‎
‎Dua mufasir modern penting memperkuat arah ini. Muhammad Rasyid Rida, dalam Tafsir al Manar (jilid 1), menyatakan bahwa malaikat berbicara berdasarkan kondisi empiris.
‎
‎Menurut Rasyid Rida, bumi sebelum Adam memang telah diisi makhluk yang berkonflik. Pertanyaan malaikat lahir dari laporan historis, bukan dugaan gaib seperti peramal masa depan (futurolog).
‎
‎Karena itu, Adam hadir bukan sebagai manusia biologis pertama, tetapi sebagai pembaru yang membawa wahyu untuk memperbaiki tatanan yang rusak.
‎
‎Hal ini senada dengan pandangan Ibn Ashur dalam al Tahrir wa al Tanwir (jilid 1). Ia menegaskan bahwa bentuk kalimat malaikat menunjukkan respons terhadap peristiwa yang sudah dikenal, bukan kecurigaan terhadap sesuatu yang belum terjadi.
‎
‎Dalam pembacaan Ibn Ashur, kata khalifah merujuk pada posisi kepemimpinan sosial yang bertugas menata kembali kehidupan manusia melalui “khilafah”, yakni ASMAA’A KULLAHA.
‎
‎Adam diberi mandat restorasi sebagai “Khalifah” dengan konsep khilafah di dalamnya, bukan sekadar dikenalkan sebagai tokoh pertama dalam garis keturunan manusia. Tetapu, sebagai seorang nabi dan rasul pertama.
‎
‎Kedua tokoh ulama’ di atas menunjukkan bahwa interupsi malaikat bisa dibaca lebih natural sebagai saksi sejarah yang menyampaikan komentar historis, bukan sebagai ramalan kosmik.
‎
‎Tafsir klasik menekankan dimensi gaib, bahkan cenderung mistis. Sementara tafsir modern menyoroti konteks sosial dan linguistik (kebahasaan).
‎
‎Perbedaan keduanya membuka ruang refleksi tentang bagaimana manusia hadir di bumi: sekadar melanjutkan siklus lama, ataukah menjadi pembaru yang merawat kehidupan.
‎
‎Wallahu a’lamu bis_shawaab.
‎
‎**Penulis adalah pembelajar lingkar diskusi terbatas (Limited Group) kajian al_qur’an berbasis Ilmu ‘Alat.
‎Ia merupakan alumni IMM FISIP Unmuh Malang

READ ALSO

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Tags: kehidupan manusiakhalifahkonflikmalaikatpemimpinperamal

Related Posts

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto
Essai & Opini

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto

Juni 1, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Mei 29, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang

Mei 20, 2026
Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran
Essai & Opini

Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran

Mei 20, 2026
Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga
Essai & Opini

Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga

Mei 13, 2026
Next Post
Perpisahan Hangat Mahasiswi STIH Jenderal Sudirman dan DPC Perari Lumajang: Sepuluh Hari yang Mengubah Cara Pandang Hukum

Perpisahan Hangat Mahasiswi STIH Jenderal Sudirman dan DPC Perari Lumajang: Sepuluh Hari yang Mengubah Cara Pandang Hukum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Festival Danglung Upaya Melestarikan Kesenian Khas Lumajang

Festival Danglung Upaya Melestarikan Kesenian Khas Lumajang

Juli 2, 2023
Pasca Pemungutan Suara Pemilu 2024, Kapolres Lumajang Silaturahmi dengan PC IMM Lumajang

Pasca Pemungutan Suara Pemilu 2024, Kapolres Lumajang Silaturahmi dengan PC IMM Lumajang

Februari 24, 2024
Dibuka Lowongan Kerja Direktur Perumdam Tirta Mahameru Lumajang

Dibuka Lowongan Kerja Direktur Perumdam Tirta Mahameru Lumajang

Januari 14, 2026
Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Lahar Dingin Semeru Disambut Bupati Didampingi Wakapolres

Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Lahar Dingin Semeru Disambut Bupati Didampingi Wakapolres

Juli 9, 2023
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In