• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Minggu, April 12, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Artificial Intelligence dan Pendidikan Berbasis STEM

pedoman_id by pedoman_id
Agustus 10, 2025
in Essai & Opini
0
Artificial Intelligence dan Pendidikan Berbasis STEM

Oleh : Sahal Sabilil Muttaqin Peneliti, alumnus University of Edinburgh, anggota PCINU UK .

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PEDOMANINDONESIA.CO.ID – ialah kunci kemajuan bangsa, tapi di tengah tuntutan globalisasi, sistem pendidikan Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Hasil survei internasional PISA (Programme for International Student Assessment) 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca, matematika, dan sains siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara OECD dengan peringkat ke-69 dari 80 negara.

Capaian itu mengindikasikan perlunya perbaikan serius agar Indonesia mampu mencetak generasi unggul dan kompetitif di masa depan.

READ ALSO

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual ‎

Makna Pahala: Mengembalikan Al-Qur’an sebagai Pandangan Hidup

Kondisi itu menunjukkan bahwa peserta didik Indonesia masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi atau high order thinking skills (HOTS) seperti bernalar, menganalisis, dan mengevaluasi. Hal itu menunjukkan pendidikan Indonesia memang harus dibenahi, terutama dalam hal penguasaan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan metode STEM berdampak positif terhadap berbagai aspek pembelajaran siswa dari peningkatan minat dan pemahaman materi, pengembangan kreativitas, hingga pembentukan keterampilan problem solving yang penting di era industri digital. Melalui proyek-proyek seperti pembuatan jembatan hidrolik, siswa tidak hanya mengasah kemampuan teknik dan logika, tetapi juga dilatih untuk berpikir ilmiah, menguji hipotesis, dan merancang solusi nyata secara kolaboratif.

Selain itu, pendekatan itu membantu memperluas wawasan karier siswa dengan mengenalkan berbagai profesi di bidang sains dan teknologi. Meskipun implementasi STEM di Indonesia belum merata, potensinya sangat besar jika diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis STEM dipandang relevan tidak hanya sebagai respons terhadap tantangan pendidikan pasca pandemi, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tuntutan global abad ke-21.

Strategi berbagai negara dalam menumbuhkan minat terhadap STEM telah menunjukkan bahwa pendekatan STEM mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan dengan strategi yang disesuaikan dengan konteks masing-masing.

Di Indonesia, STEM mulai dikenalkan melalui Kurikulum 2013, yang menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21 dan peran guru sebagai fasilitator berpikir kritis dan pemecahan masalah. Singapura, sebagai negara dengan prestasi tinggi dalam sains dan matematika, menekankan pentingnya kualitas guru dan pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kehidupan nyata.

Di Australia, penerapan STEM didukung pemerintah melalui pembelajaran integratif, akun belajar digital, dan kolaborasi antara sekolah, universitas, serta dunia kerja. Sementara itu, Amerika Serikat sebagai pelopor STEM menekankan inovasi kurikulum, fleksibilitas guru, dan pembelajaran berbasis proyek sejak 1990-an untuk memperkuat daya saing global.

Dari keempat negara tersebut, terbukti bahwa pendekatan STEM menjadikan guru lebih kompeten, siswa lebih antusias dan mandiri, serta sistem pendidikan lebih adaptif terhadap tantangan zaman. Bagi Indonesia, itu menjadi peluang besar untuk mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan pelatihan guru dan pengembangan kurikulum yang aplikatif agar mampu mencetak generasi yang siap bersaing di era global.

AI UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN

Pendidikan berbasis STEM dapat diperkuat dengan perkembangan artificial intelligence (AI). Dalam salah satu studi di Jerman, pemanfaatan teknologi AI, seperti ChatGPT, dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran STEM dengan membantu guru merancang materi, membuat soal, memberi umpan balik, hingga berperan sebagai tutor digital bagi siswa.

Meskipun saat ini penggunaan AI oleh guru STEM masih tergolong rendah, sebagian besar dari mereka memiliki harapan tinggi terhadap penerapannya di masa depan. Hambatan utama ialah kurangnya pelatihan dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi itu secara efektif meskipun mereka menyadari manfaatnya yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan keterlibatan siswa.

Kekhawatiran terhadap risiko seperti plagiarisme, bias, dan etika tetap ada, tapi umumnya tidak menghalangi minat penggunaan karena dinilai sebanding dengan manfaat yang ditawarkan. Menariknya, penilaian guru terhadap AI sering kali dipengaruhi oleh perasaan, bukan data objektif.

Oleh karena itu, agar integrasi AI dalam pendidikan berjalan optimal, diperlukan pelatihan, regulasi, dan penguatan literasi digital untuk memastikan penggunaannya mendukung pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Namun, jika tidak dikendalikan dengan tepat, AI berisiko memperbesar ketimpangan, menimbulkan bias, pelanggaran privasi, dan keputusan otomatis yang tidak transparan.

Oleh karena itu, pendekatan ‘human in the loop’ menjadi prinsip utama yang mana AI hanya berperan sebagai alat bantu sementara guru tetap menjadi pengambil keputusan utama yang mempertimbangkan konteks sosial dan emosional siswa. Dengan penerapan etis dan bijak, AI berpotensi besar memperkuat peran guru dan meningkatkan kualitas pendidikan pada masa depan.

Selain itu, penting bagi sekolah untuk menanamkan literasi media, etika penggunaan AI, serta membekali siswa dengan soft skills seperti empati, berpikir kritis, dan kerja sama, kemampuan yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Solusi terhadap tantangan penggunaan AI dalam pendidikan bukanlah dengan menolaknya, melainkan dengan membangunnya berdasarkan prinsip keadilan, etika, dan partisipasi publik. Departemen Pendidikan AS mengusulkan beberapa kebijakan utama, yaitu AI harus selalu melibatkan manusia dalam proses pengambilan keputusan, transparansi mengenai cara kerja dan sumber data AI, pengujian keandalan AI secara berkala untuk mencegah diskriminasi, serta pelibatan guru dan siswa dalam perancangan dan pemanfaatannya di sekolah. Dengan prinsip-prinsip itu, AI tidak hanya berfungsi sebagai teknologi, tetapi juga menjadi alat pendukung untuk menciptakan pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan efektif.

Siswa seharusnya tidak hanya akan diminta belajar menggunakan AI, tetapi juga belajar tentang AI itu sendiri. Mereka harus tahu bagaimana AI bekerja, di mana bahayanya, dan bagaimana menggunakannya secara bijak. Ini penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna pasif, tapi juga pembuat dan pengawas teknologi masa depan.

AI akan terus berkembang dan masuk sekolah, suka tidak suka. Namun, arah perkembangannya ada di tangan kita apakah akan digunakan untuk mendukung pembelajaran yang bermakna, atau justru menambah beban dan ketidakadilan. Dengan panduan yang jelas, pelibatan guru dan komunitas, serta prinsip keadilan dan transparansi, kita bisa memastikan bahwa AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk memperkuat kemanusiaan dalam pendidikan.

INPLEMENTASI AI DALAM KURIKULUM

Di Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) merancang strategi untuk mengintegrasikan pembelajaran coding dan AI ke dalam kurikulum nasional mulai tahun ajaran 2025-2026 dengan fokus pada penguatan berpikir kritis, numerasi, dan literasi digital.

Program itu akan diterapkan secara bertahap di sekolah yang telah siap secara infrastruktur dan sumber daya manusia. Pembelajaran coding bertujuan mengasah logika dan pemecahan masalah sistematis, sementara AI memperkenalkan cara berpikir berbasis data dan teknologi. Integrasi ini diharapkan dapat melahirkan talenta muda Indonesia yang mampu bersaing secara global, khususnya di bidang sains, teknologi, dan pendidikan.

Pemerintah Indonesia melalui Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pentingnya transformasi pendidikan untuk menghadapi dominasi teknologi seperti AI, big data, dan IoT dalam era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Integrasi pembelajaran koding dan AI dipandang strategis untuk membentuk generasi unggul yang adaptif, inovatif, serta memiliki literasi digital dan nilai-nilai etis. Kurikulum dirancang bertahap dari jenjang SD hingga SMA/SMK, dari pengenalan berpikir komputasional hingga penguasaan machine learning, dengan pendekatan konstruktivisme, problem-based learning, dan personalisasi berbasis AI.

Implementasi itu menuntut kesiapan infrastruktur digital, pelatihan dan sertifikasi guru, serta dukungan regulasi.

Kebijakan tersehut juga menetapkan koding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan dengan alokasi waktu khusus, pengembangan bahan ajar, pemanfaatan learning management system (LMS), dan kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan pendekatan menyeluruh, program itu bertujuan mengatasi kesenjangan digital dan membentuk generasi yang tidak hanya menggunakan, tetapi juga menciptakan teknologi (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025).

Upaya ini patut diapresiasi sebagai langkah progresif dalam mewujudkan pendidikan yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan. Namun, penting untuk tetap menyeimbangkan kemajuan tersebut dengan penguatan kemampuan berpikir kritis serta pemahaman mendalam terhadap ilmu-ilmu dasar seperti matematika, fisika, dan bidang STEM lainnya.

Disiplin ilmu tersebut menjadi fondasi penting untuk memahami cara kerja, logika algoritma, pengolahan data, hingga penerapan model komputasi yang melandasi kecerdasan buatan. Tanpa dasar konsep yang kuat, siswa berisiko hanya menjadi pengguna pasif teknologi tanpa kemampuan untuk menilai, mengevaluasi, atau bahkan menciptakan inovasi berbasis AI secara mandiri.

Oleh karena itu, AI sebaiknya dipandang dan dimanfaatkan sebagai alat bantu (tool) untuk memperkaya proses pembelajaran STEM, bukan sebagai pengganti pemahaman mendasar. Pada akhirnya, secanggih apapun teknologi AI tetap bergantung pada kebijaksanaan, kompetensi, dan arah yang ditentukan oleh manusia. ADM (Sumber : Mediaindonesia.com).

Tags: AISTEM

Related Posts

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual  ‎
Essai & Opini

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual ‎

Maret 14, 2026
Relawan Tanggap Bencana Perisai Sarikat Islam Lumajang Kembali Hadir
Essai & Opini

Makna Pahala: Mengembalikan Al-Qur’an sebagai Pandangan Hidup

Maret 7, 2026
MUHASABAH
Essai & Opini

MUHASABAH

Maret 7, 2026
Bisakah Anak Muda dan Mahasiswa (HMI dan PMII atau Kelompok Pemuda Lain) Mencontoh Ketua BEM UGM?
Essai & Opini

Bisakah Anak Muda dan Mahasiswa (HMI dan PMII atau Kelompok Pemuda Lain) Mencontoh Ketua BEM UGM?

Februari 28, 2026
Panca Kesadaran Ansor
Essai & Opini

Panca Kesadaran Ansor

Februari 12, 2026
Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Essai & Opini

Hari Pers Nasional dalam Bingkai Konstitusi

Februari 10, 2026
Next Post
Presiden Prabowo Warning Jangan Ada Kekejaman saat Bina Prajurit

Presiden Prabowo Warning Jangan Ada Kekejaman saat Bina Prajurit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Perkuat Sinergitas, Kapolres Lumajang Silaturahmi dengan Kepala Desa Sukosari

Perkuat Sinergitas, Kapolres Lumajang Silaturahmi dengan Kepala Desa Sukosari

November 11, 2025
Polres Lumajang Kerahkan Puluhan Personel Amankan Upacara Melasti di Pantai Watu Pecak

Polres Lumajang Kerahkan Puluhan Personel Amankan Upacara Melasti di Pantai Watu Pecak

Maret 5, 2024
Fadli Zon : Perlunya Inovasi dalam Pelestarian Budaya

Fadli Zon : Perlunya Inovasi dalam Pelestarian Budaya

Agustus 10, 2025
Pemkab Lumajang Siapkan 12 Ruang Kelas Untuk  Pendidikan Vokasi

Pemkab Lumajang Siapkan 12 Ruang Kelas Untuk Pendidikan Vokasi

Juni 2, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In