• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Juni 2, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Kedaulatan Dicuri: Mengapa Iman Menuntut Menjaga Nikel

pedoman_id by pedoman_id
November 26, 2025
in Essai & Opini
0
Kedaulatan Dicuri: Mengapa Iman Menuntut Menjaga Nikel
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

‎Oleh: Mirwanuddin
‎(Penulis adalah alumni IMM FISIP Unmuh Malang).

‎
‎​Kita baru tahu, Bandara Morowali, Sulawesi Tengah sebagai celah kedaulatan, sebuah lubang hitam di mana hukum negara seolah-olah dikesampingkan demi kelancaran investasi.
‎
‎Namun, dari sudut pandang yang lebih dalam, isu ini bukanlah sekadar urusan Imigrasi dan Bea Cukai; ini adalah pertanyaan tentang iman dan amanah.
‎
‎​Para pendahulu merumuskan, “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman” (Hubbul Wathan minal Iman). Ini bukan sekadar sentimen puitis, melainkan mandat moral yang mewajibkan setiap Muslim untuk membela kedaulatan, martabat, dan kesejahteraan kolektif bangsanya.
‎
‎​Jurang Rp 300 Triliun
‎
‎​Bumi Morowali menyimpan sumber daya alam (SDA) Nikel, mineral strategis yang kini menjadi rebutan global. Dalam pandangan Islam, kekayaan alam seperti ini tergolong Al-Mal al-‘Amm (Harta Milik Umum).
‎
‎Harta ini bukan milik perusahaan asing, bukan milik segelintir pejabat, melainkan hak kolektif seluruh rakyat.
‎
‎​Ketika Bandara Khusus itu diduga beroperasi selama tujuh tahun tanpa pengawasan penuh CIQ, yang hilang bukan hanya sekadar administrasi. Yang hilang adalah potensi penerimaan negara.
‎
‎Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menyebut bahwa kerugian negara akibat 1.063 tambang ilegal (tidak sah) nasional mencapai Rp 300 Triliun.
‎
‎​Jika kita membayangkan kerugian ini dibebankan selama tujuh tahun kelalaian pengawasan, itu berarti Rp 42,8 Triliun melayang dari kas negara setiap tahunnya.
‎
‎Tentu, angka ini adalah gabungan dari banyak sektor, tetapi Morowali, sebagai jantung nikel yang vital, pasti menyumbang porsi yang signifikan—melalui kebocoran pajak, manipulasi ekspor, dan bea masuk yang hilang.
‎
‎​Ini adalah bentuk penyelewengan harta publik (ghulul) secara sistematis, sebuah praktik yang dalam Islam dikecam keras karena merampas hak fakir miskin dan seluruh rakyat dari manfaat kekayaan alam mereka.
‎
‎Pejabat yang menutup mata terhadap kebocoran ini—entah karena kelalaian, kesengajaan, atau bahkan suap—telah mengkhianati amanah yang mereka pikul.
‎
‎​Kedaulatan dalam sudut pandang Islam adalah amanah kepemimpinan (Imamah).
‎Pemimpin (Ulil Amri) diwajibkan untuk menegakkan keadilan (al-adl) dan mengendalikan semua urusan di wilayahnya.
‎Meja Imigrasi dan Bea Cukai di sebuah bandara, sekecil apa pun itu, adalah manifestasi fisik dari kedaulatan ini.
‎
‎​Tidak boleh ada praktik “Negara dalam Negara” yang didasarkan pada anggapan bahwa investasi raksasa menuntut kekebalan hukum.
‎
‎Investasi asing, dalam konsep muamalah (transaksi bisnis) Islam, harus dilakukan berdasarkan prinsip keadilan dan keterbukaan, tanpa boleh merugikan pihak lain (rakyat Indonesia).
‎
‎​Maka, tuntutan untuk menempatkan petugas Imigrasi dan Bea Cukai secara permanen di Bandara Morowali bukan sekadar tuntutan administrasi. Itu adalah perintah ketaatan iman kepada prinsip Al-Hisbah—fungsi pengawasan negara untuk mencegah ketidakadilan dan fasad (kerusakan) dalam tatanan sosial dan ekonomi.
‎
‎​Kelalaian yang berlangsung hampir tujuh tahun sejak 2018 adalah bukti bahwa pengawasan kita rapuh.
‎
‎Cinta tanah air yang dijiwai iman menuntut keberanian moral untuk menindak siapa pun yang mencoba memanfaatkan kelemahan ini.
‎
‎​Ini menuntut para pemimpin untuk menjauhkan diri dari suap (risywah) dan menolak intervensi yang melemahkan pengawasan.
‎
‎​Ini menuntut pemilik modal asing untuk memahami bahwa mereka beroperasi di atas tanah yang memiliki hukum dan kedaulatan yang tidak bisa ditawar.
‎
‎​Pada akhirnya, Morowali menjadi pengingat yang menyakitkan: Iman tidak akan pernah lengkap jika kedaulatan negara kita masih bisa dicuri sehelai demi sehelai, disembunyikan di balik status “khusus” dan diangkut melalui bandara tanpa kehadiran negara.
‎
‎Kehilangan Rp 42 Triliun setahun adalah harga yang terlalu mahal untuk dibayar demi sebuah privilese (hak istimewa) investasi asing.
‎
‎​Kedaulatan harus ditegakkan sekarang, bukan hanya untuk menjaga batas-batas teritorial, tetapi untuk menjaga martabat dan keadilan ekonomi yang menjadi hak seluruh bangsa.
‎
‎Itu adalah wujud nyata dari “Hubbul Wathan minal Iman” yang menuntut kita untuk beraksi. Bukan hanya lantang berteriak “NKRI Harga Mati”. Tapi, bukti.
‎
‎Wallahu a’lamu bis_shawaab.

Tags: Bandara MorowaliBea CukaiCinta Tanah AirImigrasiKedaulatanNikelSulawesi Tengahtambang nikel

Related Posts

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto
Essai & Opini

Pancasila Antara Konsep “Asli” dan Nilai Universal – Tanggapan Atas Tulisan Dr. Aries Harianto

Juni 1, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Mei 29, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang

Mei 20, 2026
Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran
Essai & Opini

Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran

Mei 20, 2026
Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga
Essai & Opini

Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga

Mei 13, 2026
Next Post
Relawan Tanggap Bencana Perisai Sarikat Islam Lumajang Kembali Hadir

Relawan Tanggap Bencana Perisai Sarikat Islam Lumajang Kembali Hadir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Banjir Akibatkan Dua Warga Jembrana Meninggal Dunia

Banjir Akibatkan Dua Warga Jembrana Meninggal Dunia

September 10, 2025
Pernyataan Ketum Demokrat AHY Dinilai Refly Harun Aneh

Pernyataan Ketum Demokrat AHY Dinilai Refly Harun Aneh

Maret 26, 2024
Uang Palsu Beredar di Lumajang Korbannya Pemilik Warkop Dekat SMAN 1

Uang Palsu Beredar di Lumajang Korbannya Pemilik Warkop Dekat SMAN 1

Agustus 24, 2023
Kejuaraan Pencak Organisasi Piala Imam Soejda’i Cup III, Polsek Lumajang Kota Amankan

Kejuaraan Pencak Organisasi Piala Imam Soejda’i Cup III, Polsek Lumajang Kota Amankan

Agustus 29, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In