LUMAJANG,Pedoman Indonesia – Ribuan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Lumajang menggelar aksi damai di depan Pendopo Aryawiraraja Lumajang, Sabtu (18/10/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap program “X-Pose” Trans7 yang dinilai menyesatkan serta merendahkan martabat pesantren dan para kiai.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua PCNU Lumajang, KH. Mohammad Darwis (Gus Darwis), para santri menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya permintaan agar pihak Trans7 menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan melakukan klarifikasi kepada publik.
“Kami menuntut pihak Trans7 untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui seluruh media selama satu bulan penuh, serta mendesak aparat berwenang melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam produksi konten itu,” ujar Gus Darwis.
Selain itu, ia juga meminta aparat kepolisian memberikan perhatian terhadap aspirasi para santri agar pesan tersebut sampai ke tingkat pusat.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk menjadi penonton cerdas dan menolak tayangan yang bersifat provokatif terhadap pesantren dan ulama,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Gus Darwis mengimbau para santri agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Santri jangan surut semangat. Bila ada yang berusaha memadamkan cahaya pesantren, maka Allah akan terus menyempurnakan cahaya itu bagi pesantren dan ulama,” katanya.
Aksi damai tersebut juga dihadiri Bupati Lumajang beserta jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib dan damai.
Baca juga: 36 Peserta Meriahkan Karnaval Kecamatan Klakah, UMKM Kebanjiran Rezeki
“Pemerintah daerah bersama Forkopimda menghormati aspirasi para santri, terlebih di bulan Oktober yang kita maknai sebagai Bulan Santri. Kami akan terus menjaga kehormatan ulama dan pesantren,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Trans7 belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut. Sebelumnya, melalui beberapa pemberitaan nasional, pihak Trans7 menyatakan bahwa program “X-Pose” merupakan tayangan dokumenter investigasi yang tidak bermaksud menyinggung pihak manapun dan akan melakukan evaluasi internal.
Aksi damai di Lumajang berakhir dengan tertib dan penuh kekhidmatan, ditandai dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa, para ulama, dan pesantren di seluruh Indonesia.(ADM-SOF)


















