• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Rabu, April 29, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Makna Pahala: Mengembalikan Al-Qur’an sebagai Pandangan Hidup

pedoman_id by pedoman_id
Maret 7, 2026
in Essai & Opini
0
Relawan Tanggap Bencana Perisai Sarikat Islam Lumajang Kembali Hadir
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan

Bukan Sekedar Kuantitas Pengunjung Keamanan Juga Produk Wisata

‎​Oleh: Mirwanuddin**
‎
‎​Ramadan selalu identik dengan Al-Qur’an. Namun, di tengah gema tadarus yang memenuhi ruang publik, muncul sebuah pertanyaan mendasar: Mengapa intensitas interaksi dengan Al-Qur’an tidak berbanding lurus dengan integritas sosial dan transformasi perilaku?
‎
‎Kita terjebak dalam “Kurungan Pahala”—sebuah kondisi di mana umat mengejar angka-angka kuantitatif (seperti jumlah khataman) namun abai terhadap hakikat makna Jazaa’ (balasan) yang sesungguhnya.
‎
‎​Redefinisi Membaca
‎
‎​Akar masalah ini bermula dari reduksi makna Iqra’ atau Tilawah. Secara teknis-linguistik, membaca seharusnya dipahami sebagai: “nathaqa bil-maktuubi fiih au alqan nadzara ‘alaihi”.
‎
‎​Definisi ini bukan sekadar aktivitas vokal, melainkan sebuah proses dialektis: mempercakapkan diri dengan apa yang tertulis, kemudian meletakkan pandangan hidup (Worldview) atas apa yang telah dipelajari.
‎
‎Tanpa proses “meletakkan pandangan” ini, Al-Qur’an hanya akan menjadi tumpukan bunyi yang lewat di tenggorokan, namun gagal menjadi lensa untuk melihat realitas.
‎
‎​Analogi “Makan dan Kenyang”: Otomatisasi Pahala
‎
‎​Untuk memahami hakikat pahala, kita perlu menggunakan analogi organis: “Orang makan, maka hadiah (pahalanya) adalah tidak lapar.”
‎
‎​Dalam logika ini, pahala bukanlah bonus eksternal yang diberikan secara terpisah dari perbuatan. Pahala adalah konsekuensi logis yang melekat secara otomatis. Jika seseorang membaca Al-Qur’an sebagai pedoman (makan), maka pahalanya adalah terbentuknya kesadaran moral yang kokoh (kenyang).
‎
‎​Jika umat hanya membaca tanpa memahami, mereka ibarat orang yang mengunyah makanan lalu membuangnya kembali. Mulutnya lelah, tetapi ia tetap “lapar” akan petunjuk.
‎
Ia tetap rentan terhadap perilaku koruptif dan manipulatif karena nutrisi Al-Qur’an tidak pernah masuk ke dalam metabolisme tindakannya.
‎
‎​Perspektif Ulama
‎
‎Dari Lafadz ke Ma’na
‎​Pendekatan ini sejalan dengan pandangan para ulama otoritatif.
‎Imam Al-Ghazali dalam Kitab “Ihya Ulumuddin” menegaskan bahwa derajat membaca Al-Qur’an yang paling rendah adalah sekadar gerak lidah, sedangkan yang tertinggi adalah ketika akal menerjemahkan makna dan hati mengambil pelajaran (tadzakkur).
‎
‎​Senada dengan itu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab “Miftah Dar as-Sa’adah (Kunci Negeri Kebahagiaan)”,
‎menyatakan bahwa membaca satu ayat dengan perenungan (tadabbur) jauh lebih utama daripada mengkhatamkan seluruh Al-Qur’an tanpa pemahaman.
‎
‎Bagi Ibnu Qayyim, Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan, dan membaca adalah sarana menuju pengamalan tersebut. Tanpa pemahaman, mustahil ada pengamalan yang benar terhadap perintah dan larangan Allah dalam Al_Qur’an.
‎
‎​Al-Qur’an Lensa Peradaban
‎
‎​Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan Al-Qur’an sebagai mantra keberuntungan. Kita harus berani melakukan “bongkar_pasang (dekonstruksi)” terhadap pola keberagamaan transaksional.
‎Membaca Al-Qur’an adalah proses membangun paradigma.
‎
‎​Pahala yang hakiki bukan terletak pada berapa kali kita menamatkan teksnya, melainkan sejauh mana teks itu telah “menamatkan” kebodohan dan ketidakadilan dalam diri kita.
‎
Ketika Al-Qur’an telah menjadi “Nadzara (Pandangan Hidup)”, maka setiap langkah kita akan secara otomatis selaras dengan kehendak Ilahi—inilah kenyang (pahala) yang sesungguhnya.
‎
‎Wallahu a’lamu bis_shawaab.
‎
‎**Penulis adalah pembelajar pada forum terbatas (limited group) kajian al_qur’an berbasis ‘Ilmu ‘Alat.
‎Ia alumni IMM FISIP Unmuh Malang.

‎

Tags: Al-Qur’anpahalaPandangan Hidup

Related Posts

Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan
Essai & Opini

Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan

April 27, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Bukan Sekedar Kuantitas Pengunjung Keamanan Juga Produk Wisata

April 24, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Potensi SDA dan UMKM Lumajang Melimpah Menunggu Sentuhan Kadin

April 24, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

Kartini Mau Dimadu : Kuatnya Budaya Zaman Itu Atau Strateginya Untuk Terus Berkarya?

April 22, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Kartini Melawan Ketimpangan Ketidak Adilan dengan Pena Bukan dengan Senjata

April 22, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah

April 20, 2026
Next Post
Kapolres Lumajang Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Takhassus Ponpes Syarifuddin

Kapolres Lumajang Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Takhassus Ponpes Syarifuddin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Pesantren di Lumajang Terapkan Pola Hidup Ramah Lingkungan dengan Program Eco Pesantren

Pesantren di Lumajang Terapkan Pola Hidup Ramah Lingkungan dengan Program Eco Pesantren

Februari 25, 2025
Insya Allah Suara Golkar Lumajang Bertambah Ketika Didampingi Bupati  

Insya Allah Suara Golkar Lumajang Bertambah Ketika Didampingi Bupati  

September 22, 2025
Pengentasan Kemiskinan Menjadi Salah Satu Pondasi Utama Dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo

Pengentasan Kemiskinan Menjadi Salah Satu Pondasi Utama Dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo

Juni 25, 2025
REAKTUALISASI SYUKUR KEMERDEKAAN: Merajut Jembatan Makna Surah Ibrahim Ayat 7

Telaah Kritis Ribuan Siswa Keracunan Program MBG

September 23, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In