• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Senin, Juni 1, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Nasional

Editorial MI : Berhenti Suka-Suka Bicara

pedoman_id by pedoman_id
September 10, 2025
in Nasional
0
Editorial MI : Berhenti Suka-Suka Bicara

EDITORIAL MI : Berhenti Suka-Suka Bicara.

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PEJABAT sejatinya pelayan dan bukan tuan atas rakyat. Oleh karena itu, mereka punya kewajiban untuk menjunjung tinggi etika, menjauhi sikap arogan, dan peka dalam mengemban amanah. Setiap ucapan dan perbuatan mesti dijaga agar tidak melukai hati rakyat.

Namun, nilai-nilai luhur tersebut kerap luput dalam praktik di lapangan. Salah satu contohnya ialah Purbaya Yudhi Sadewa yang baru saja dilantik sebagai Menteri Keuangan 2025-2029. Ia mengeluarkan kalimat yang terkesan mengabaikan suasana kebatinan masyarakat.

READ ALSO

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan

Ketika merespons Gerakan 17+8, Purbaya menilai hal itu merupakan suara kelompok kecil masyarakat yang tidak puas. Suksesor Sri Mulyani tersebut juga percaya diri akan menciptakan pertumbuhan ekonomi 6%-7% agar demonstrasi hilang karena rakyat sibuk cari kerja dan makan enak. Harus kita katakan Purbaya mengeluarkan pernyataan yang tidak sepenuhnya benar, tidak tepat waktu, dan terlalu percaya diri. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kendati diimpikan banyak negara, bukan jaminan bahwa masyarakat akan berhenti menyuarakan protes ketika roda pemerintahan bergerak miring serta keluar dari rel keadilan.

Purbaya juga harus menginsafi bahwa demonstrasi bukan semata-mata soal ekonomi, melainkan juga tentang keadilan. Reformasi 1998, misalnya, merupakan buah dari aksi unjuk rasa mahasiswa menolak otoritarianisme Orde Baru serta menuntut diakhirinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang mengakar.

Begitu pula dengan 17+8 tuntutan rakyat yang tidak melulu persoalan ekonomi. Poin-poinnya berspektrum luas dan mendesak, mulai dari reformasi DPR dan partai politik, pengesahan RUU Perampasan Aset, revisi UU Kepolisian dan UU TNI, hingga penguatan Komnas HAM. Kita tentu bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang menteri keuangan bisa sembrono dalam berucap, mengeluarkan kalimat yang terkesan mengecilkan suara rakyat. Padahal, saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, ia telah mengucap sumpah untuk menjunjung etika.

Ketika lisannya berujung kontroversi, Purbaya kemudian memberi klarifikasi dan meminta maaf. Ia menyebut masih baru menjabat sehingga masih perlu penyesuaian. Purbaya pun membandingkan pengalamannya di Lembaga Penjamin Simpanan yang minim sorotan.

Namun, permintaan maaf itu ada yang menilai kurang tulus. Purbaya merasa kesalahan ucapnya langsung dipelintir. Padahal, pernyataannya memang sudah keliru sejak awal, bukan karena dipelintir dan disalahartikan.

Klarifikasi Purbaya tentang lingkungan kerjanya di masa lalu yang jauh dari sorotan publik sebenarnya juga bermasalah. Ia menyiratkan bahwa perbedaan suasanalah yang membuatnya tergelincir dalam pernyataan kontroversial.

Alasan semacam itu sulit diterima nalar publik. Sebab, begitu dilantik menjadi menteri, seseorang harus siap bekerja dalam sorotan dan pengawasan penuh. Menjadi pejabat publik berarti membuka diri terhadap kritik, bukan merasa terganggu apalagi menganggapnya sebagai beban.

Lisan kontroversial Purbaya yang berujung klarifikasi semakin menunjukkan jabatan tinggi menuntut kecakapan komunikasi publik dan kapasitas teknis. Menteri adalah wajah dari negara sehingga harus mampu membaca suasana kebatinan rakyat dan meresponsnya dengan bijak.

Prinsip ini tentu berlaku bagi seluruh menteri, tidak hanya Purbaya. Kasus lain yang mencuat ke permukaan ialah Raja Juli Antoni. Menteri Kehutanan itu menuai kontroversi setelah beredar foto dirinya bermain domino bersama Azis Wellang, eks tersangka pembalakan liar.

Meski Raja Juli sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan Komisi IV DPR RI, kita harus ingatkan yang bersangkutan dan seluruh menteri Kabinet Merah Putih bahwa standar etik pejabat publik jangan hanya ditegakkan ketika sesuatu telanjur viral.

Peganglah dan jalankan dengan sungguh-sungguh sumpah jabatan menteri. Etika harus menjadi suluh, bahkan ketika tidak ada kamera yang mengarah. Ingat bahwa jabatan publik bukanlah panggung untuk jemawa, melainkan sebuah amanah untuk bekerja memuliakan rakyat. ADM – Sumber : Mediaindonesia.com

Tags: EDITORIAL MEDIA INDONESIAMENKEU PURBAYA

Related Posts

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan
Nasional

Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan

Mei 12, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Darurat Keamanan di Lumajang, Aksi Begal “Wabah” Yang Tak Pernah Usai

Mei 7, 2026
Raih Empat Emas, Klub Panahan Dzunnurain Lumajang Peringkat Empat di Kejuaraan Panahan Jakarta Barat
Daerah

Raih Empat Emas, Klub Panahan Dzunnurain Lumajang Peringkat Empat di Kejuaraan Panahan Jakarta Barat

April 28, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

Kartini Mau Dimadu : Kuatnya Budaya Zaman Itu Atau Strateginya Untuk Terus Berkarya?

April 22, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Kartini Melawan Ketimpangan Ketidak Adilan dengan Pena Bukan dengan Senjata

April 22, 2026
Next Post
Sarmuji Sekjen Golkar : Bahlil Titip Pesan Jangan Pernah Flexing

Sarmuji Sekjen Golkar : Bahlil Titip Pesan Jangan Pernah Flexing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Pastikan Keamanan Pengunjung di Momen Libur Lebaran 2024, Kapolres Lumajang Tinjau Wisata Pantai

Pastikan Keamanan Pengunjung di Momen Libur Lebaran 2024, Kapolres Lumajang Tinjau Wisata Pantai

April 14, 2024
Delegasi Israel Kunjungi Qatar untuk Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata Fase Kedua

Delegasi Israel Kunjungi Qatar untuk Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata Fase Kedua

Februari 7, 2025
Srawung Laisa Desa Tukum Lumajang Menjadi Ruang Interaksi Positif Masyarakat Bersama Mahasiswa KKN

Srawung Laisa Desa Tukum Lumajang Menjadi Ruang Interaksi Positif Masyarakat Bersama Mahasiswa KKN

Agustus 18, 2025
Tri Satya sebagai Landasan Kepemimpinan dan Pengabdian

Tri Satya sebagai Landasan Kepemimpinan dan Pengabdian

Agustus 14, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In