PEDOMANINDONESIA.CO.ID – Pemerintah Desa bersama mahasiswa KKN Kolaboratif 92 resmi meluncurkan Program Sesarengan Datheng Ing Balai Desa (Srawung Laisa), di Balai Desa Tukum Kecamatan Tekung, Minggu (17/8/2025) malam. Dengan antusias warga hadir dalam acara ini. Selain menghadirkan semangat kebersamaan, juga ada komitmen mahasiswa untuk menjaga kebersihan lingkungan pascakegiatan.
Kepala Desa Tukum, Susanto, menyampaikan, kehadiran Srawung Laisa diharapkan menjadi ruang interaksi positif masyarakat. Dia mengapresiasi langkah mahasiswa yang telah menyukseskan acara dan memberi teladan dalam hal kepedulian lingkungan.
“Kami bangga dengan adik-adik KKN Kolaboratif 92. Setelah acara, mereka tidak langsung pulang, melainkan memastikan kebersihan balai desa dan lingkungannya tetap terjaga. Hal kecil ini sebenarnya sangat penting untuk membangun budaya disiplin dan tanggung jawab,” ungkap Cak Santo, panggilan Kades Tukum ini.
Terlihat para mahasiswa KKN bersama warga yang hadir membersihkan lingkungan seputar balai desa. Mereka mengumpulkan sampah, menyapu halaman untuk memastikan fasilitas desa kembali bersih. Srawung Laisa bukan hanya sibuk dengan kegiatan, tapi juga menjaga warisan nilai gotong royong.
Dewi Setya Rini, Sekretaris KKN Kolaboratif 92 Desa Tukum, memaparkan, menjaga kebersihan adalah bagian dari visi mereka dalam menjalankan program. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya bermanfaat saat acara, tapi juga meninggalkan kesan baik. Bersihnya lingkungan adalah cerminan sehatnya budaya masyarakat,” paparnya.
Srawung Laisa Balai Desa Tukum kini berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, ruang belajar bersama tentang nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Warga yang hadir sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kebiasaan baik seperti ini-menurut warga, bisa menular ke orang lain. Dengan demikian, setiap ada kegiatan di desa tidak meninggalkan sampah kepada orang lain dan panitia. ADM-KIM




















