• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Rabu, April 29, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual ‎

pedoman_id by pedoman_id
Maret 14, 2026
in Essai & Opini
0
Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual  ‎
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Syamsudin Nabiah*

SEJARAH kekuasaan seringkali ditulis dalam piring-piring makan. Di sana, janji akan kesejahteraan fisik diletakkan sebagai fondasi legitimasi. ‎

READ ALSO

Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan

Bukan Sekedar Kuantitas Pengunjung Keamanan Juga Produk Wisata

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka adalah salah satu manifestasi terbesar dari ambisi ini.

Namun, di balik keriuhan pembagian susu dan nasi, muncul sebuah alarm kritis dari menara gading. Tiyo Ardianto, Ketua BEM KM UGM, melontarkan kritik tajam yang menyentuh jantung kebijakan: potensi pergeseran anggaran pendidikan dan risiko korupsi sistematis.‎

Yang memprihatinkan bukanlah perdebatan datanya, melainkan bagaimana kritik tersebut direspons.‎Teror digital, ancaman penculikan, hingga intimidasi terhadap keluarga aktivis menjadi wajah baru represi di era siber.

Fenomena ini menuntut kita untuk membedah kebijakan MBG melalui tiga lensa besar: kebijakan publik, hukum positif, dan prinsip moral keagamaan.‎

1. Dialektika Kebijakan: Perut vs Otak?

Secara teknokratis, kritik mahasiswa berpijak pada kekhawatiran atas “kanibalisme anggaran”. Konstitusi kita, melalui Pasal 31 ayat (4) UUD 1945, telah mematok janji suci: anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN.

Mandat ini bukan sekadar angka, melainkan proteksi agar kecerdasan bangsa tidak dikalahkan oleh syahwat politik jangka pendek.‎

Jika pendanaan MBG yang masif—diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah—diambil dari celah-celah anggaran pendidikan, maka negara sedang melakukan pertaruhan berbahaya.‎

Memenuhi gizi fisik dengan mengorbankan “gizi intelektual” adalah sebuah paradoks pembangunan. Dalam jangka panjang, kita mungkin akan memiliki generasi yang kenyang secara fisik, namun rapuh secara nalar karena kualitas pendidikan yang terdegradasi akibat defisit anggaran.‎

2. Maqashid Syariah: Menjaga Akal di Atas Segalanya. ‎

Dalam tradisi intelektual Islam, kebijakan publik harus selaras dengan Maqashid Syariah (tujuan-tujuan syariat). Ulama menyepakati lima perlindungan dasar: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Di sinilah relevansi kritik Tiyo menemukan jangkar teologisnya.‎ Membela anggaran pendidikan adalah bentuk nyata dari Hifdzul Aql (Menjaga Akal).

Islam memandang kebodohan sebagai ancaman yang lebih besar daripada kemiskinan. Ketika anggaran yang seharusnya digunakan untuk mencerdaskan umat justru dialihkan tanpa transparansi yang jujur, maka terjadi pelanggaran amanah.

Al-Qur’an Surah An-Nisa’ ayat 58 mengingatkan: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.”

Rakyat adalah pemilik sah amanah anggaran pendidikan tersebut.‎Selain itu, prinsip Hifdzul Maal (Menjaga Harta Publik) menuntut agar APBN dikelola secara akuntabel.

Kritik mahasiswa mengenai potensi korupsi dalam rantai pasok MBG adalah upaya mencegah terjadinya mufsadat (kerusakan) yang lebih besar.

Mengelola harta rakyat secara “ugal-ugalan” tanpa mekanisme kontrol yang ketat adalah bentuk pengabaian terhadap amanah ketuhanan.‎

3. Represi Informal: Teror di Balik Layar‎Aspek yang paling gelap dari peristiwa ini adalah munculnya intimidasi digital. Serangan siber dan doxing terhadap keluarga Tiyo Ardianto merupakan bentuk Informal Repression.

Berbeda dengan represi fisik masa lalu, represi hari ini menggunakan aktor-aktor anonim untuk menciptakan Chilling Effect—sebuah suasana ketakutan yang memaksa warga negara untuk melakukan sensor mandiri atas pikirannya.‎

Secara yuridis, tindakan menakut-nakuti ini melanggar Pasal 29 UU ITE No. 1 Tahun 2024 mengenai ancaman kekerasan siber dan UU Perlindungan Data Pribadi No. 27 Tahun 2022. Lebih dari itu, secara syariat, tindakan ini dikutuk keras.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti Muslim yang lain” (HR. Abu Dawud). Jika negara membiarkan teror ini tanpa pengusutan tuntas, maka negara telah melakukan legal omission (pembiaran hukum), yang dalam jangka panjang akan meruntuhkan supremasi hukum itu sendiri.

‎4. Kesimpulan: Jihad Lisan untuk Keadilan‎

Keberanian mahasiswa untuk terus bersuara di tengah ancaman adalah manifestasi dari jihad intelektual. ‎Nabi Muhammad SAW menegaskan: “Jihad yang paling utama ialah menyampaikan kalimat yang adil di hadapan penguasa yang zalim” (HR. Tirmidzi).

Kalimat “adil” di sini berarti kritik yang berpijak pada kebenaran data dan kepentingan orang banyak.‎ Kritik terhadap program MBG seharusnya dijawab dengan meja musyawarah yang transparan, sebagaimana amanat Surah Asy-Syura ayat 38.

Dialog yang sehat adalah vitamin bagi demokrasi, sedangkan intimidasi adalah racun bagi peradaban. Kita tentu menginginkan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak. Namun, kita tidak ingin asupan itu dibayar dengan harga matinya nalar kritis dan bungkamnya suara-suara jujur.‎

Negara yang bermartabat bukanlah negara yang rakyatnya kenyang karena takut, melainkan negara yang rakyatnya kenyang karena hak-haknya dipenuhi dan suaranya dihargai.

Piring presiden harus bersih dari noda intimidasi, agar gizi yang diberikan benar-benar menjadi berkah bagi masa depan bangsa, bukan sekadar pelipur lara di tengah kemunduran demokrasi. Perut yang kenyang tidak boleh dibayar dengan mulut yang terkunci.

*Penulis : Alumni Ponpes Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep. Pimred Pedomanindonesia.co.id..Pendiri KOPi (Komunitas Pencinta Literasi).

Tags: Ketua BEM UGMMBGsppgTiyo

Related Posts

Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan
Essai & Opini

Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan

April 27, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Bukan Sekedar Kuantitas Pengunjung Keamanan Juga Produk Wisata

April 24, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Potensi SDA dan UMKM Lumajang Melimpah Menunggu Sentuhan Kadin

April 24, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

Kartini Mau Dimadu : Kuatnya Budaya Zaman Itu Atau Strateginya Untuk Terus Berkarya?

April 22, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Kartini Melawan Ketimpangan Ketidak Adilan dengan Pena Bukan dengan Senjata

April 22, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah

April 20, 2026
Next Post
Kadin Lumajang Ingatkan Efisiensi

Kadin Lumajang Ingatkan Efisiensi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Ops Keselamatan Semeru, Hari pertama Satlantas Polres Lumajang Tindak 50 Pelanggar

Ops Keselamatan Semeru, Hari pertama Satlantas Polres Lumajang Tindak 50 Pelanggar

Maret 5, 2024
Liburan Lebaran : Kapolres Lumajang Tinjau Wisata Pantai Wotgalih Bersama Forkopimda

Liburan Lebaran : Kapolres Lumajang Tinjau Wisata Pantai Wotgalih Bersama Forkopimda

April 7, 2025
RTLH Lumajang Menyentuh yang Terpinggirkan

RTLH Lumajang Menyentuh yang Terpinggirkan

Juni 26, 2025
Memastikan Situasi Kemanan di Bank BRI Polsek Pasrujambe Patroli Bank BRI

Memastikan Situasi Kemanan di Bank BRI Polsek Pasrujambe Patroli Bank BRI

April 23, 2024
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In