• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Kamis, April 16, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Disonansi Kognitif: Ketika Tokoh Agama Korupsi Dana Haji

pedoman_id by pedoman_id
September 24, 2025
in Essai & Opini
0
REAKTUALISASI SYUKUR KEMERDEKAAN: Merajut Jembatan Makna Surah Ibrahim Ayat 7

Mirwanuddin

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual ‎

Makna Pahala: Mengembalikan Al-Qur’an sebagai Pandangan Hidup


‎‎Oleh: Mirwanuddin**
‎
‎​Korupsi adalah kejahatan yang merusak, tetapi ketika pelakunya adalah seorang tokoh agama, konflik batin dan pertanyaan moral menjadi jauh lebih kompleks.
‎
‎Di sinilah teori disonansi kognitif dapat membantu kita memahami apa yang mungkin terjadi dalam pikiran seseorang yang seharusnya menjadi panutan moral.
‎
‎​Disonansi kognitif, yang dicetuskan oleh psikolog Amerika Serikat, Leon Festinger, adalah kondisi psikologis yang tidak nyaman akibat adanya konflik antara keyakinan dan tindakan.
‎
‎Seseorang akan merasa tertekan ketika ia memiliki dua pemikiran yang saling bertentangan. Untuk meredakan ketidaknyamanan itu, ia akan berusaha mengubah salah satunya, atau mencari alasan untuk membenarkan tindakannya.
‎
‎​Dalam Islam, prinsip kejujuran dan amanah adalah fondasi utama. Allah SWT berfirman:
‎​”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 27).
‎
‎​Ayat ini dengan tegas melarang pengkhianatan terhadap amanah, termasuk dalam pengelolaan harta umat. Seorang tokoh agama tentu memahami dan mungkin sering mengajarkan ayat ini.
‎
‎​Menganalisis Kasus Korupsi Dana Haji
‎
‎​Bayangkan seorang tokoh agama yang sehari-hari mengajarkan kebaikan, kejujuran, dan pentingnya amanah, terutama dalam ibadah seperti haji. Ia tahu bahwa mengelola dana haji adalah tanggung jawab besar yang harus dilakukan dengan integritas.
‎
‎Keyakinan (kognisi) yang ia pegang adalah: “Seorang pemimpin agama harus jujur dan tidak boleh mengkhianati amanah umat.”
‎
‎​Namun, di sisi lain, ia melakukan tindakan korupsi dana haji. Tindakan ini secara langsung bertentangan dengan keyakinan yang ia yakini dan ajarkan. Di sinilah disonansi kognitif muncul.
‎
‎​Untuk mengatasi konflik batin yang menyakitkan ini, tokoh agama tersebut tidak akan serta-merta mengakui dirinya munafik. Sebaliknya, ia akan menggunakan beberapa mekanisme psikologis untuk mengurangi disonansi:
‎​Rasionalisasi dan Pembenaran Diri: Ini adalah cara yang paling umum.
‎
‎Tokoh tersebut mungkin mulai menciptakan “kognisi” atau pemikiran baru untuk membenarkan tindakannya. Contoh rasionalisasi yang mungkin muncul:
‎​”Uang ini bukan untuk kepentingan pribadi sepenuhnya. Ini untuk mempercepat pembangunan pesantren atau kegiatan dakwah yang lebih besar.”
‎​”Saya hanya mengambil sedikit dari jumlah yang sangat besar. Lagipula, tidak ada yang akan tahu.”
‎​”Ini hanya meminjam, nanti akan saya kembalikan setelah urusan saya selesai.”
‎
‎​Mengubah Keyakinan: Meskipun lebih jarang, ada kemungkinan bahwa tokoh tersebut secara perlahan mulai mengubah keyakinan moralnya. Ia mungkin mulai berpikir bahwa “tidak semua aturan agama harus diterapkan secara kaku” atau “dalam situasi tertentu, korupsi bisa dibenarkan jika tujuannya mulia.” Pergeseran keyakinan ini, meskipun tampaknya mustahil, bisa terjadi sebagai upaya untuk menyelaraskan kembali pikiran dengan tindakan.
‎
‎​Menyalahkan Lingkungan atau Sistem: Ia bisa saja menyalahkan sistem yang korup di sekitarnya. “Semua orang juga melakukan ini, jadi saya hanya mengikuti arus,” atau “Sistem birokrasi ini yang membuat saya harus melakukan ini.”
‎
‎ Dengan memindahkan tanggung jawab moral ke pihak lain, ia bisa merasa lebih baik tentang tindakannya.
‎​Dampak dan Pelajaran
‎​Kasus korupsi dana haji oleh tokoh agama ini tidak hanya merusak kepercayaan umat, tetapi juga menunjukkan betapa kuatnya disonansi kognitif dalam mempengaruhi perilaku manusia.
‎
‎Teori ini mengajarkan kita bahwa ketika integritas seseorang diuji, sering kali jalan pintas untuk menghilangkan ketidaknyamanan adalah dengan membenarkan tindakan yang salah, bukan dengan mengubah perilaku menjadi benar.
‎
‎​Dampak buruknya sangat jelas, seperti yang diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis:
‎​”Celakalah mereka yang berbicara dan berbohong untuk membuat orang tertawa. Celakalah dia, celakalah dia!” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
‎
‎​Meskipun hadis ini secara spesifik merujuk pada kebohongan, esensinya sama: mengabaikan nilai-nilai moral yang diajarkan agama demi keuntungan pribadi, baik itu pujian, kekuasaan, atau uang, akan berujung pada kehancuran.
‎
‎​Masyarakat perlu memahami bahwa kelemahan moral bisa menimpa siapa saja, bahkan mereka yang berada di posisi terhormat. Penting untuk membangun sistem yang transparan dan akuntabel, di mana tidak ada ruang untuk penyalahgunaan wewenang, terlepas dari siapa pun yang mengelolanya. Sebab, tanpa akuntabilitas yang ketat, bahkan seorang tokoh agama pun dapat jatuh ke dalam jebakan disonansi kognitif yang membenarkan korupsi.
‎
‎Wallahu a’lamu bis_shawwab
‎
‎** Penulis adalah alumni FISIP Unmuh Malang.

Tags: dana hajiHAJIkorupsiKorupsi Dana HajimoralTokoh agama

Related Posts

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual  ‎
Essai & Opini

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual ‎

Maret 14, 2026
Relawan Tanggap Bencana Perisai Sarikat Islam Lumajang Kembali Hadir
Essai & Opini

Makna Pahala: Mengembalikan Al-Qur’an sebagai Pandangan Hidup

Maret 7, 2026
MUHASABAH
Essai & Opini

MUHASABAH

Maret 7, 2026
Bisakah Anak Muda dan Mahasiswa (HMI dan PMII atau Kelompok Pemuda Lain) Mencontoh Ketua BEM UGM?
Essai & Opini

Bisakah Anak Muda dan Mahasiswa (HMI dan PMII atau Kelompok Pemuda Lain) Mencontoh Ketua BEM UGM?

Februari 28, 2026
Panca Kesadaran Ansor
Essai & Opini

Panca Kesadaran Ansor

Februari 12, 2026
Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Essai & Opini

Hari Pers Nasional dalam Bingkai Konstitusi

Februari 10, 2026
Next Post
Editorial MI : Kibul-Kibul Pengampunan Pajak

Editorial MI : Kibul-Kibul Pengampunan Pajak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Lagi, Ratusan Siswa SMK di Cipongkor Diduga Keracunan MBG

Lagi, Ratusan Siswa SMK di Cipongkor Diduga Keracunan MBG

September 24, 2025
Saran Dewan Akan Dilaksanakan

Saran Dewan Akan Dilaksanakan

Juni 29, 2023
Fantastik.! Lia Agarista Raih Kursi DPRD Lumajang dari Partai Demokrat

Fantastik.! Lia Agarista Raih Kursi DPRD Lumajang dari Partai Demokrat

Februari 18, 2024
Ratusan Guru Madin di Kabupaten Lumajang Deklarasi Dukung Prabowo – Gibran

Ratusan Guru Madin di Kabupaten Lumajang Deklarasi Dukung Prabowo – Gibran

Januari 4, 2024
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In