• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Senin, Mei 25, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Swasembada Beras Berkah Nasional Dilema Global

pedoman_id by pedoman_id
September 9, 2025
in Essai & Opini, Nasional
0
Swasembada Beras Berkah Nasional Dilema Global
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Gadjah Mada

PEDOMANINDONESIA.CO.ID –  Pada 2025 Swasembada beras Indonesia bukan hanya tonggak sejarah ketahanan pangan nasional, tetapi juga guncangan besar bagi pasar beras dunia. Indonesia pernah menyandang predikat importir beras terbesar sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, . Setiap tahun, Indonesia menyerap jutaan ton beras dari negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja.

READ ALSO

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang

Namun kini situasinya berbalik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional 2025 mencapai 33,8 juta ton. Sementara itu, proyeksi Badan Pangan Dunia (FAO) dan Kementrian Pertanian Amerika Serikatt (USDA) produksi beras Indonesia di level 35,5–35,6 juta ton.

Angka ini naik signifikan dibandingkan 2024 yang hanya sekitar 30,34 juta ton. Dengan luas panen lebih dari 10 juta hektare, ketersediaan beras domestik dipastikan surplus sekitar 3,5–4 juta ton.

Surplus ini memungkinkan pemerintah menghentikan impor beras hingga akhir 2025, sekaligus meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) dari sebelumnya hanya 1 juta ton menjadi menyentuh angka 4,2 juta ton.

Surplus ini memungkinkan pemerintah menghentikan impor beras hingga akhir 2025, sekaligus meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) dari sebelumnya hanya 1 juta ton menjadi menyentuh angka 4,2 juta ton.

Menggungcang Keseimbangan Pasar Global

Bagi Indonesia, capaian ini adalah kemenangan Ekonomi Pancasila yang menempatkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama. Namun bagi negara eksportir beras, langkah Indonesia ini menjadi ‘bom waktu’ yang mengguncang keseimbangan pasar global.

Thailand, salah satu raksasa ekspor beras dunia, paling merasakan dampaknya. Ekspor ke Indonesia yang selama ini menjadi pasar utama turun drastis, menyebabkan penurunan ekspor hingga 30% pada kuartal I 2025. Target ekspor tahunan yang semula dipatok 8 juta ton kini direvisi ke bawah.

Harga beras domestik Thailand jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir, memicu protes petani akibat anjloknya harga gabah. Kondisi ini berpotensi mengguncang stabilitas sosial di pedesaan, mengingat sektor pertanian masih menyerap tenaga kerja besar di sana.

Vietnam mengalami guncangan lebih parah. Ekspor beras ke Indonesia merosot 97% pada paruh pertama 2025, dari ratusan ribu ton menjadi hanya 19.000 ton. Padahal, pada 2024 Vietnam mencetak rekor ekspor global.

Harga ekspor pun tertekan, misalnya beras broken 5% turun 17 dolar AS per ton pada Desember 2024, dan di 2025 harganya melorot ke level 390–410 dolar AS per ton, terendah dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah Vietnam terpaksa membanjiri pasar global dengan stok murah untuk menyelamatkan petani. Namun, langkah itu justru menekan harga global lebih dalam. Ironinya, Vietnam yang sebelumnya sempat meneken kesepakatan dagang dengan Indonesia, kini harus berebut pasar alternatif seperti Filipina, yang juga menunda impor.

Kamboja, meskipun skala ekspornya lebih kecil, turut terkena imbas. Produksi beras 2025 melonjak hingga 7,8 juta ton, namun tanpa akses ke pasar Indonesia, surplus mereka berisiko membusuk di gudang.

Kamboja yang mengandalkan varietas premium seperti fragrant rice kini harus mencari pasar baru. Situasi serupa juga dialami Myanmar yang bergantung pada ekspor ke kawasan ASEAN.

Secara keseluruhan, penghentian impor Indonesia menciptakan penurunan permintaan signifikan di pasar internasional. Laporan USDA memperkirakan jika kondisi ini berlanjut dan diperparah faktor cuaca (misalnya serangan rice blast di Indo-Pasifik), harga beras dunia bisa anjlok 10–15% lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir.

Reformasi Tata Kelola Pangan

Bagi Indonesia, swasembada beras 2025 adalah bukti keberhasilan reformasi tata kelola pangan, dari hulu ke hilir. Inovasi teknologi, subsidi pupuk yang ditingkatkan, serta operasi pasar yang masif telah menciptakan ekosistem yang lebih tangguh. Ini adalah berkah domestik yang berpihak pada petani, sekaligus kemenangan paradigma Ekonomi Pancasila—pangan sebagai hak rakyat, bukan sekadar komoditas.

Sebagai catatan, mempertahankan swasembada pangan (sustainable) menuju level kedaulatan pangan bisa dilakukan melalui transisi mindset seluruh stakeholders pangan dari level swasembada pangan menuju kedaulatan pangan, dimana nantinya akan berimplikasi pada perubahan kebijakan dan akselerasi program kedaulatan pangan mulai dari hulu sd hilir.

Selain itu, transisi pertanian tradisional atau konvensional menuju pertanian modern dengan teknologi mekanisasi berorientasi teknologi digital juga sangat penting terutama dalam ekstensifikasi lahan pertanian melalui ‘appropriate’ food estate, optimalisasi lahan non pertanian menjadi lahan pertanian.

Yang lebih penting lainnya adalah memperkuat kelembagaan petani berorientasi learning organization seperti pembentukan Brigade Pangan sebagai kelembagaan usaha pertanian yang beranggotakan petani muda dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Bagi dunia, capaian dan langkah kongkrit ini menjadi pelajaran penting terhadap interdependensi global. Negara eksportir seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja harus segera diversifikasi—baik dengan membuka pasar baru, mengembangkan varietas berkelanjutan, maupun menjalin kerja sama teknologi dengan Indonesia. Swasembada beras bukanlah akhir perjuangan, tetapi awal dari tatanan pangan Asia yang lebih berkeadilan. ADM (Sumber : Republika.com)


Tags: -  Swasembada berasProf. Dr. Ir. Lilik Sutiarso

Related Posts

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang

Mei 20, 2026
Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran
Essai & Opini

Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran

Mei 20, 2026
Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga
Essai & Opini

Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga

Mei 13, 2026
Tanggapan Surat Terbuka ke Presiden RI Terkait Begal : Antara Kecemasan dan Ketidak Percayaan
Essai & Opini

Tanggapan Surat Terbuka ke Presiden RI Terkait Begal : Antara Kecemasan dan Ketidak Percayaan

Mei 12, 2026
Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan
Nasional

Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan

Mei 12, 2026
Next Post
Editorial MI : Berhenti Suka-Suka Bicara

Editorial MI : Berhenti Suka-Suka Bicara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Waspada Penipuan, Pemkab Lumajang Minta Warga Cek Informasi Program MBG dengan Cermat

Waspada Penipuan, Pemkab Lumajang Minta Warga Cek Informasi Program MBG dengan Cermat

Februari 3, 2025
Pemkab Lumajang Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Wisatawan dengan Pembangunan Pasar Argopolitan Senduro

Pemkab Lumajang Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Wisatawan dengan Pembangunan Pasar Argopolitan Senduro

Februari 9, 2025
Warga Tak Perlu Lagi ke Jember atau Malang Layanan Paspor Akan Hadir di Lumajang

Warga Tak Perlu Lagi ke Jember atau Malang Layanan Paspor Akan Hadir di Lumajang

Juli 3, 2025
Bukber Sam Grup Setiawan Sentil Soal Pilkada Lumajang, Kadin dan PP Masih di Tengah

Bukber Sam Grup Setiawan Sentil Soal Pilkada Lumajang, Kadin dan PP Masih di Tengah

April 1, 2024
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In