• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Jumat, Mei 29, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Arah Digital Pendidikan Anak Indonesia

pedoman_id by pedoman_id
Agustus 5, 2025
in Essai & Opini
0
Arah Digital Pendidikan Anak Indonesia
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

PEDOMANINDONESIA.CO.ID – Di Indonesia, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) —apalagi artificial intelligence (AI) — memang masih didominasi oleh sisi konsumtif, bukan kreatif-produktif. Banyak yang terjebak pada euforia teknologi tanpa strategi jangka panjang.

Sementara di negara-negara maju justru mulai berefleksi dan memperbaiki arah, kita masih sibuk terpesona oleh potensinya, belum sampai pada kesadaran kritis soal dampak sosial, etika, dan kecakapan digital yang dibutuhkan.

Lihat Swedia yang pada September 2023 memutuskan menurunkan penggunaan perangkat digital di kelas, kembali menekankan buku cetak serta latihan menulis tangan untuk pra-sekolah dan sekolah dasar. Langkah ini lahir dari kekhawatiran menurunnya kemampuan membaca dan konsentrasi siswa akibat kelebihan penggunaan layar.

Diikuti Finlandia yang pada 2024 melakukan eksperimen menghapus penggunaan perangkat elektronik di beberapa sekolah, menggantinya dengan buku teks kertas. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan retensi, sekaligus menurunkan gangguan dari media sosial dan game.

Indonesia saat ini berada di persimpangan. Di satu sisi, kita terpesona akan pesatnya kemajuan AI. Namun di sisi lain, realitas masyarakat digital kita masih sebatas menikmati teknologi untuk sekadar hiburan dan gaya hidup. Budaya literasi digital belum tumbuh kuat, sementara pendidikan tentang etika, privasi, dan pemanfaatan produktif AI masih sangat minim. Alih-alih menyiapkan generasi yang siap berkolaborasi dengan AI secara bijak, kita justru belum selesai menjawab pertanyaan paling mendasar: teknologi ini untuk siapa dan untuk tujuan apa?

Belajar dari negara maju
Belajar dari negara-negara maju seperti Swedia dan Finlandia yang mulai menarik diri dari ketergantungan digital demi menyelamatkan kualitas belajar anak-anaknya, Indonesia seharusnya bisa lebih mawas diri.

Senyampang Indonesia sedang dalam tahap membentuk peta jalan pemanfaatan AI dalam pendidikan, penting meninjau ulang konsep pembelajaran kita: bukan sekadar mempercepat adopsi AI, tapi memastikan bahwa teknologi berpihak pada perkembangan utuh anak sebagai manusia yang mampu berpikir kritis, berempati, dan bertanggung jawab.

Penting bagi anak Indonesia untuk tidak hanya dikenalkan AI sebagai alat, tetapi perlu dididik menjadi manusia merdeka yang tidak dikendalikan oleh teknologi, melainkan menggunakannya untuk membentuk masa depan yang lebih adil, bijak, dan berkelanjutan.

Di tengah gempuran teknologi yang serba cepat dan AI yang kian canggih, anak-anak Indonesia membutuhkan pendampingan nilai yang membentuk kesadaran diri dan otonomi digital. Mereka perlu memahami bahwa AI bukanlah sahabat serba tahu, melainkan alat buatan manusia yang sarat bias dan kepentingan. Maka, pendidikan AI bukan hanya soal kecakapan teknis, tetapi juga kemampuan memilah : kapan memanfaatkan teknologi, kapan berhenti, dan kapan mempercayai nalar sendiri.

Lebih dari itu, anak-anak perlu dibekali keberanian untuk bertanya—siapa yang membangun sistem ini, untuk siapa ia bekerja, dan bagaimana dampaknya terhadap sesama. Dengan critical thinking yang dibarengi etika, anak belajar melihat bahwa teknologi bukan wilayah netral, dan bahwa pilihan moral dalam menggunakannya sangat menentukan wajah masa depan.

Jangan redupkan sisi manusiawi
Kecanggihan tak boleh meredupkan sisi manusiawi. Di tengah dunia yang makin impersonal, pendidikan AI harus justru menghidupkan empati dan kemampuan berinteraksi secara hangat dan bermakna. Anak perlu tetap diajarkan untuk mendengar, menyimak, dan merasakan. Ini karena manusia tidak unggul dari mesin karena kecepatannya, tetapi karena hatinya. Nilai keberlanjutan juga penting ditanamkan: bahwa teknologi harus berpihak pada bumi, bukan sekadar efisiensi. Anak perlu diajak memahami dampak ekologis dan sosial dari setiap inovasi, agar mereka tumbuh sebagai generasi yang sadar akan tanggung jawab antargenerasi.

Dalam lanskap digital yang penuh kesenjangan, keadilan sosial dan inklusivitas harus menjadi kompas moral. Pendidikan AI yang berpihak pada anak bukanlah yang memberi akses semata, tetapi yang membangun kesadaran untuk tidak meninggalkan siapa pun dalam perjalanan menuju masa depan. Intinya, AI Literacy with Human Values merupakan pendidikan AI yang tidak hanya fokus pada kemampuan menggunakan alat, tetapi juga menanamkan nilai: berpikir kritis, berperilaku etis, berempati, dan bertanggung jawab terhadap masa depan.

Pada Hari Anak Nasional 2025 bertema“Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, kita diingatkan, jika ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi hebat yang benar-benar menguatkan Indonesia, maka kita harus berani bertanya: apakah kita sedang menciptakan anak yang menguasai teknologi, atau justru sedang membentuk generasi yang tergantung dan dikendalikan oleh AI? Masa depan tidak ditentukan oleh seberapa canggih alat di tangan mereka, tetapi oleh seberapa kuat nilai mengakar dalam jiwa. ADM

Sumber : Mediaindonesia.com

Tags: AIFINLANDIASWADIA

Related Posts

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Pisang Mas Kirana Lumajang Unggulan Daerah yang Belum Menjadi Kebanggaan Sendiri

Mei 29, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang

Mei 20, 2026
Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran
Essai & Opini

Transparansi Anggaran Publikasi Diskominfo Lumajang di Tengah Efesiensi Anggaran

Mei 20, 2026
Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga
Essai & Opini

Profesionalisme Organisasi Harus Dijaga : Gerakan Tanpa Koordinasi Berpotensi Merusak Marwah Lembaga

Mei 13, 2026
Tanggapan Surat Terbuka ke Presiden RI Terkait Begal : Antara Kecemasan dan Ketidak Percayaan
Essai & Opini

Tanggapan Surat Terbuka ke Presiden RI Terkait Begal : Antara Kecemasan dan Ketidak Percayaan

Mei 12, 2026
Next Post
Senam dan Jalan Sehat Peringati HUT ke-80 Republik Indonesia

Senam dan Jalan Sehat Peringati HUT ke-80 Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Ibadah bukan Ladang Rasuah

Ibadah bukan Ladang Rasuah

Agustus 15, 2025
Amankan Acara Sholawatan Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf Polisi Terjunkan Ratusan Personil

Amankan Acara Sholawatan Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf Polisi Terjunkan Ratusan Personil

Agustus 15, 2023
Pemkab Lumajang Dorong Kolaborasi dengan Pelaku Usaha Untuk Hidupkan Kembali Objek Wisata

Pemkab Lumajang Dorong Kolaborasi dengan Pelaku Usaha Untuk Hidupkan Kembali Objek Wisata

Februari 5, 2025
25 Januari : Hari Gizi Nasional 2025. Berikut Sejarah, Tema Peringatan

25 Januari : Hari Gizi Nasional 2025. Berikut Sejarah, Tema Peringatan

Januari 25, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In