• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Minggu, Mei 31, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Daerah

Upacara Melasti Atau Penyucian Diri Dan Alam Semesta Berikut Ritual Warga TNTBS Lumajang

pedoman_id by pedoman_id
Maret 24, 2025
in Daerah, Pendidikan & Agama, Seni Budaya
0
Upacara Melasti Atau Penyucian Diri Dan Alam Semesta Berikut Ritual Warga TNTBS Lumajang

Ribuan umat Hindu Tengger dari lereng Gunung Semeru dan Bromo berkumpul di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (23/3/2025).

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PEDOMANINDONESIA.CO.ID, LUMAJANG – Ribuan umat Hindu Tengger dari lereng Gunung Semeru dan Bromo berkumpul di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (23/3/2025). Mereka melaksanakan upacara Melasti, ritual penyucian diri dan alam semesta yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi menyambut Tahun Baru Saka 1947.

Sejak pagi, umat Hindu berpakaian adat khas Bali dan Tengger sudah memenuhi area pantai. Suasana terasa sakral ketika tabuhan gamelan Bale Ganjur mulai menggema, mengiringi langkah para pemangku adat yang membawa sesaji dan jempana – usungan tempat sesaji yang dihias dengan warna-warni kain suci.

READ ALSO

Kemandirian Ekonomi Harus Dimulai dari Penguatan Struktur Desa

Maling Sapi Lumajang Beraksi Lagi

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lumajang, Teguh Widodo, menjelaskan bahwa upacara Melasti bertujuan untuk menyucikan Buana Agung (alam semesta) dan Buana Alit (diri manusia).

“Kegiatan Melasti ini adalah rangkaian dari Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947. Sekitar 2.500 umat Hindu mengikuti ritual ini sebagai bentuk pensucian diri sebelum memasuki Catur Brata Penyepian,” ujar Teguh.

Di tepi pantai, perempuan-perempuan dengan pakaian kebaya dan kamen warna-warni menari dengan anggun dalam tari Rejang Renteng dan Rejang Dewa. Tarian sakral ini melambangkan kesucian dan keharmonisan, menjadi bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi Wasa.

Umat Hindu Tengger mengikuti prosesi dengan khidmat. Mereka membawa sesaji berupa bunga, buah, dan hasil bumi lainnya, yang kemudian dilarung ke laut sebagai simbol pelepasan segala kotoran lahir dan batin. Sejumlah hewan ternak kecil seperti ayam juga turut dijadikan sesaji dalam ritual ini, sebagai bentuk penghormatan kepada alam.

“Kami percaya bahwa air laut memiliki kekuatan untuk menyucikan segala bentuk kekotoran. Melalui Melasti, kami memohon berkah agar diberikan kesucian lahir batin serta keseimbangan hidup,” tutur Wayan Sudarma, salah satu peserta upacara dari Kecamatan Senduro.

Dalam prosesi persembahyangan, pemuka agama Hindu membacakan doa-doa suci dan mantram. Kepulan asap dupa memenuhi udara, menyatu dengan aroma laut yang khas. Para umat merapatkan tangan dalam posisi anjali mudra, menutup mata, dan mengucapkan doa dengan penuh penghayatan.

Pantai Watu Pecak menjadi saksi bisu perayaan yang telah berlangsung turun-temurun ini. Ombak yang bergulung seakan turut mengiringi lantunan kidung suci. Bagi umat Hindu Tengger, ritual Melasti bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap alam yang telah memberikan kehidupan.

Di balik kesakralan ritual ini, ada pula makna sosial yang mendalam. Bagi masyarakat Tengger, Melasti bukan hanya ajang beribadah, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarsesama.

“Kami datang bersama keluarga dan warga desa. Ini juga menjadi ajang silaturahmi dan menjaga persaudaraan di antara umat Hindu,” ungkap Ni Ketut Sri, peserta asal Desa Argosari.

Selain umat Hindu, masyarakat sekitar pun turut menyaksikan jalannya upacara dengan penuh rasa hormat. Bagi mereka, keberagaman budaya dan tradisi adalah kekayaan yang harus dijaga.

“Saya bukan umat Hindu, tapi setiap tahun saya selalu menyaksikan Melasti. Ritual ini mengajarkan kita untuk hidup selaras dengan alam,” kata Joko, warga Pasirian.

Seiring berjalannya waktu, Melasti di Watu Pecak juga menarik perhatian wisatawan dan fotografer. Mereka terpesona dengan keindahan prosesi, mulai dari warna-warni pakaian adat hingga simbolisme yang terkandung dalam setiap gerakan tarian dan doa.

Menjelang akhir upacara, pemangku adat memberikan siraman air suci kepada umat yang hadir. Siraman ini dipercaya membawa berkah dan membersihkan diri dari energi negatif. Suara ombak semakin kencang, seolah mengamini harapan umat Hindu yang telah melarungkan doa-doa mereka ke lautan.

Sebagai penutup, Teguh Widodo mengingatkan bahwa ajaran Hindu menekankan Tri Hita Karana – tiga prinsip utama untuk mencapai kehidupan harmonis, yakni hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. 

“Harapannya umat Hindu bisa menjaga keharmonisan ini, sehingga kehidupan tetap berjalan seimbang dan penuh berkah,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya upacara Melasti, umat Hindu Tengger kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang lebih tenang dan suci. Mereka bersiap menyambut Nyepi, hari penuh keheningan untuk merenungi perjalanan hidup dan memperkuat spiritualitas.

Di Pantai Watu Pecak, jejak-jejak kaki mulai terhapus oleh ombak. Namun, nilai-nilai luhur yang ditanamkan dalam ritual Melasti akan tetap abadi, mengalir bersama waktu dan kehidupan. ADM

Tags: melastiritual penyucianselok awarawartntbswatupecak

Related Posts

Kemandirian Ekonomi Harus Dimulai dari Penguatan Struktur Desa
Daerah

Kemandirian Ekonomi Harus Dimulai dari Penguatan Struktur Desa

Mei 21, 2026
Maling Sapi Lumajang Beraksi Lagi
Daerah

Maling Sapi Lumajang Beraksi Lagi

Mei 19, 2026
Bupati Lumajang Lantik Tiga Pj Kades Dilantik Dorong Pengelolaan Dana Desa Tepat Sasaran
Daerah

Bupati Lumajang Lantik Tiga Pj Kades Dilantik Dorong Pengelolaan Dana Desa Tepat Sasaran

Mei 9, 2026
Raih Empat Emas, Klub Panahan Dzunnurain Lumajang Peringkat Empat di Kejuaraan Panahan Jakarta Barat
Daerah

Raih Empat Emas, Klub Panahan Dzunnurain Lumajang Peringkat Empat di Kejuaraan Panahan Jakarta Barat

April 28, 2026
Agus Setiawan Kembali Nahkodai Kadin Lumajang, Perkuat Struktur Pengurus Muda
Daerah

Agus Setiawan Kembali Nahkodai Kadin Lumajang, Perkuat Struktur Pengurus Muda

April 23, 2026
Ortu Berperan Besar Mencegah Penyimpangan Narkoba
Daerah

Ortu Berperan Besar Mencegah Penyimpangan Narkoba

April 22, 2026
Next Post
DPRD Lumajang Jawa Timur Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati 2024 Begini Kata Indah Amperawati

DPRD Lumajang Jawa Timur Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati 2024 Begini Kata Indah Amperawati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Ambang Batas Parlemen

Ambang Batas Parlemen

Februari 3, 2026
Dinkes Targetkan Seluruh Desa Kabupaten Lumajang Terbentuk Desa Siaga Purnama Mandiri

Dinkes Targetkan Seluruh Desa Kabupaten Lumajang Terbentuk Desa Siaga Purnama Mandiri

Juni 18, 2025
Ingin Rezeki Mengalir Deras?

Ingin Rezeki Mengalir Deras?

September 12, 2025
Pangeran MBS : Saudi akan Berdiri Bersama Qatar tanpa Batas Lawan Arogansi Israel

Pangeran MBS : Saudi akan Berdiri Bersama Qatar tanpa Batas Lawan Arogansi Israel

September 11, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In