PEDOMANINDONESIA, LUMAJANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Selasa (17/6/2025), menggelar acara Bimtek Mangement Pengelolaan Desa Siaga Aktif Inovatif Unggulan Germas bagi Petugas Pembina Desa (Bidan Desa), di Kabupaten Lumajang angkatan keempat (105 desa) dari sekitar 205 desa. Acara ini dikomandani Indah Kusumawati, S.Si.Apt sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB.
Acara dimulai seremonial kemudian dilanjutkan dengan penyampaikan materi oleh Indah Kusumawati. Dalam paparannya Indah Kusumawati, menyampaikan, adanya program bimtek ini berawal dari kebutuhan kita untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya di desa tentang kesehatan. Salah satu upaya pemberdayaannya adalah melalui desa siaga.
Bagi teman-teman PPD, bidan dan perawat Dinkes menitipkan kepada mereka untuk berperan dalam upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesehatan.
“Masyarakat kita, kalau saya bilang, belum mengerti, belum paham tentang pentingnya kesehatan. Mereka ada yang masih susah misalkan sakit mau dirujuk. Mereka yang anaknya stunting tenang-tenang saja, bahkan mengatakan anak saya tidak apa-apa. Meskipun sudah dalam kondisi gawat darurat mau dirujuk kadang tidak mau. Kalau mereka paham misalnya saat kritis, maka mereka akan segera ke Puskesmas. Maka lewat Bimtek ini bagaimana secara manajemen para pesesrta menguasainya. Supaya masyarakatnya siaga tentang kesehatan,” ujarnya.
Apa sebenarnya yang dimaksud Desa Siaga? Dia menjelaskan, Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.
“Mereka bisa tahu persoalannya diri sendiri. Bisa memecahkan sendiri dengan sumber daya yang ada di situ. Desa siaga merupakan strategi baru pembangunan kesehatan,” ungkapnya.
Perlu diketahui, Desa siaga lahir sebagai respon pemerintah terhadap masalah kesehatan yang tak kunjung selesai. Tingginya AKI AKB, PTM, demam berdarah, HIV/AIDS dsb merupakan masalah utama kesehatan di Indonesia. Bencana alam yang sering menimpa seperti gunung meletus, tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor dan kecelakaan massal menambah kompleksitas masalah kesehatan di Indonesia.
Di Kabupaten Lumajang, secara kuantitif, capaian Desa/Kelurahan Siaga Aktif sudah 100%. Namun, dari segi kualitatif, pada tahun 2017, Desa/Kelurahan Siaga Aktif yang berada pada strata PURI (Purnama Mandiri) hanya sekitar 10,2%.
Dalam percepatan pencapaian Desa dan Kelurahan Siaga Aktif Strata PURI, Tim Pokjanal Desa Siaga Aktif Kabupaen Lumajang telah membina 26 Desa/ kelurahan percontohan sejak tahun 2016.
Bagaimana peran pihak puskesmas selama ini? Indah Kusumawati, menjelaskan, pos kesehatan yang ada di desa (poskesdes) merupakan jejaring dari Puskesmas. Kalau Puskesmas ada tingkat kecamatan, poskesdes ada di wilayah desa. Jadi, kalau ada masyarakat yang sakit di desa, maka ditangani poskesdes. Namun jika tidak mampu, maka merujuknya ke Puskesmas.
Materi yang diberikan yakni tentang edukasi kepada masyarakat. Targetnya adalah Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri. Kalau purnama mandiri itu sudah lebih berdaya. Sudah jelas ada kegiatan rutin dan sudah terbangun. Di Kabupaten Lumajang sendiri ada 205 desa. “Dari sebanyak ini baru 105 desa yang masuk Desa Siaga Aktif Purnama Mandiri. Ini baru 3 angkatan. Sekarang angkatan keempat. Masing-masing angkatan sebanyak kurang lebih 25 desa. Ini angkatan ke-4,” paparnya.
Selain pemberian materi Bimtek dan diskusi juga praktek study kasus. Para peserta juga praktek memecahkan sebuah masalah yang ada di masing-masing desanya terkait kesehatan masyarakat. ADM



















