
LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya mengatasi tantangan kekurangan guru ASN di sekolah-sekolah negeri, terutama di jenjang SD dan SMP. Melalui berbagai strategi, Pemkab Lumajang memastikan bahwa kualitas pendidikan tetap terjaga meskipun jumlah guru ASN berkurang setiap tahunnya akibat pensiun, mutasi, atau faktor lainnya.
Hingga akhir 2024, jumlah guru ASN di Lumajang tercatat sebanyak 2.242 orang, sementara jumlah guru PPPK mencapai 1.075 orang, serta 1.402 guru honorer yang sudah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan total 628 sekolah di bawah naungan Pemkab Lumajang, distribusi tenaga pengajar menjadi salah satu fokus utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang.
Kepala Dindikbud Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarto, menegaskan bahwa meskipun tantangan ini nyata, Pemkab Lumajang telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan tenaga pengajar yang ada, termasuk memanfaatkan skema rekrutmen PPPK, redistribusi guru, serta peningkatan kompetensi guru honorer agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2025).
Selain itu, Pemkab Lumajang juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk terus mengajukan tambahan formasi guru ASN melalui mekanisme CPNS dan PPPK. Meski rekrutmen ASN tidak dapat mengimbangi jumlah guru yang pensiun setiap tahun, upaya tersebut tetap dilakukan sebagai solusi jangka panjang.
Sementara itu, Plt. Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dindikbud Lumajang, Heppy Septevin Gumilang, menambahkan bahwa guru honorer memiliki peran penting dalam mengisi kekosongan tenaga pengajar di berbagai sekolah.

“Kami memastikan bahwa guru honorer yang sudah masuk dalam Dapodik dapat terus mendapatkan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan melalui berbagai program pelatihan dan dukungan kebijakan,” jelas Heppy.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Pemkab Lumajang tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Kami memahami bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah ini. Oleh karena itu, meskipun ada tantangan dalam ketersediaan tenaga guru ASN, kami akan terus mencari solusi terbaik agar mutu pendidikan di Lumajang tetap terjaga,” tutup Nugraha Yudha.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat, diharapkan sistem pendidikan di Lumajang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi generasi mendatang. adm



















