• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Sabtu, Mei 9, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Langkah Konkret dan Solusi Bupati Lumajang Atasi Begal

pedoman_id by pedoman_id
Mei 9, 2026
in Essai & Opini
0
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : SYAMSUDIN NABILAH*

MEWABAHNYA aksi begal di beberapa titik di Lumajang, beberapa pekan ini jangan dianggap enteng. Kasus ini fardu ain menjadi perhatian serius seluruh masyarakat Lumajang. Mengingat, aksi sadis ini tidak hanya merugikan harta benda, tetapi juga merenggut nyawa warga yang sedang berusaha mencari nafkah, memunculkan rasa waswas yang meluas.

READ ALSO

Langkah Strategis Golkar Bondowoso di Bawah Kepemimpinan Ady Kriesna untuk Kemajuan Daerah dan Politik yang Sehat

Darurat Keamanan di Lumajang, Aksi Begal “Wabah” Yang Tak Pernah Usai

Langkah yang diambil Bupati Lumajang, Bunda Indah, dengan memerintahkan pemasangan CCTV menggunakan dana dusun sebesar Rp 50 juta per dusun, serta meminta seluruh camat untuk tetap berada di wilayahnya dan tidak bepergian keluar kota selama beberapa waktu ke depan, patut diapresiasi sebagai upaya awal yang nyata untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Pemasangan CCTV adalah langkah yang masuk akal. Alat ini dapat berfungsi sebagai alat pengawasan, bukti otentik saat terjadi kejahatan, serta pencegahan bagi orang yang berniat jahat.

Sementara itu, penugasan camat untuk tetap berada di wilayah kerjanya bertujuan agar pengawasan dan penanganan masalah dapat berjalan secara cepat dan terkoordinasi.

Kedua kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, tetapi berusaha mengambil langkah praktis sesuai dengan kewenangannya.

Namun, kita juga perlu menyadari bahwa langkah-langkah tersebut saja tidak akan cukup untuk memberantas kejahatan ini secara tuntas. Pemasangan CCTV berperan sebagai alat bantu, bukan solusi utama.

Agar aksi begal benar-benar dapat dihentikan dan tidak terulang kembali, diperlukan upaya yang lebih luas dan menyentuh akar masalahnya, antara lain, peningkatan patroli keamanan, pemberdayaan peran serta masyarakat, pembinaan dan pengawasan terhadap kelompok rentan, dan perbaikan infrastruktur pendukung.

Penulis urai satu persatu. Pertama, Peningkatan patroli keamanan. Ini stakeholdernya adalah polisi dibantu petugas keamanan lingkungan. Mereka perlu memperbanyak titik patroli, lebih-lebih di lokasi yang sering menjadi “tempat bermain” para begal untuk mencari mangsanya. Patroli yang teratur dan terkoordinasi akan membuat pelaku kejahatan berpikir ulang untuk mencaplok calon korbannya.

Sekedar mengingatkan, beberapa tahun sebelumnya pihak kepolisian rutin melakukan patroli ke titik-titik rawan, bahkan sampai ke rumah-rumah penduduk sehingga warga merasa aman dan merasakan keberadaan pak polisi.

Pertanyaannya adalah, apakah patroli rutin (maaf) ala Mantan Kapolres AKBP Arsal yang ekstrim tidak bisa dilakukan oleh kepemimpinan Kapolres AKBP….?

Kedua, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat dan pemerintah, tetapi juga seluruh warga Lumajang. Membentuk atau menghidupkan kembali kelompok keamanan lingkungan, meningkatkan komunikasi antarwarga, serta membangun sistem pelaporan yang cepat dan mudah akan membuat lingkungan menjadi lebih aman dan sulit dimasuki pelaku kejahatan.

Dulu (maaf bukan bermaksud membanding-bandingkan) jaman Komandan AKBP Arsal Kapolresnya, ada semacam Satgas yang dibentuk untuk membantu aparat kepolisian dalam hal pengamanan.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Kapolres sekarang dan Bunda Indah Bupati tercinta kita tak bisa menghidupkan kembali karena kendala efesiensi atau terkendala lainnya? Ataukah satgas keamanan sudah tidak penting lagi? Merekalah yang bisa menjawab.

Ketiga, pembinaan dan pengawasan terhadap kelompok rentan. Dilansir berbaga media, beberapa pelaku yang tertangkap anak di bawah umur. Ini menunjukkan perlunya perhatian khusus, seperti pembinaan moral, pendampingan sosial, serta upaya memastikan mereka tetap mengikuti pendidikan dan memiliki kegiatan positif agar tidak terjerumus mejadi penjahat di usia remaja.

Keempat, perbaikan infrastruktur. Kita ketahui bersama, ada banyak lokasi rawan kejahatan yang pencahayaan jalannya minim dan atau sepi. Dengan memperbaiki kondisi tersebut minimal mempersempit ruang gerak para komplotan begal.

PERLUKAH PERNYATAAN LUMAJANG DARURAT BEGAL?

Menyatakan kondisi darurat begal oleh Kapolres dapat menjadi langkah yang berguna untuk menyampaikan kepada masyarakat, bahwa masalah ini menjadi prioritas utama penanganan aksi kejahatan serta memudahkan melakukan langkah penanganan yang lebih tegas.

Namun, pernyataan tersebut harus tetap berada dalam kerangka hukum yang berlaku sehingga hukum menjadi panglima tertinggi.

Bagaimana jika muncul gagasan atau statmen warga masyarakat Lumajang agar Polres menghalalkan darah pelaku begal?

Khusus menyangkut ini pihak kepolisian lah yang bisa mengukur dan mempertimbangkan secara matang. Dan di situlah nyali, keberanian, konsistensi, dan jiwa Kapolres dan jajarannya sebagai pengabdi masyarakat diuji.

MENGAPA BEGAL TERUS BERAKSI DI LUMAJANG?

Mengapa kasus begal ini sudah terjadi bertahun-tahun dan sulit diberantas di Lumajang? Menurut hemat penulis, ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain masalah ekonomi, pola pikir dan lingkungan sosial, penegakan hukum yang belum optimal, kurangnya perhatian pada pembinaan dan pemulihan.

Soal ekonomi misalnya. Disadari atau tidak, kondisi ekonomi yang sulit, lapangan kerja terbatas, dan kesenjangan ekonomi bisa memicu seseorang mengambil jalan pintas. Tapi perlu dicatat bahwa ini hanya sebagai faktor pendorong adanya aksi kejahatan dan tidak bisa menjadi pembenaran atas perbuatan jahat.

Oleh karena itu, salah satu faktor pendorong munculnya aksi kejahatan perlu diatasi melalui program-program peningkatan kesejahteraan dan penciptaan lapangan kerja. Sudahkah ini dilakukan oleh pemerintah kita?

Lalu pola pikir dan lingkungan sosial. Seringkali kita mendengar bawa aksi kejahatan berkaitan dengan budaya. Sebenarnya yang terjadi bukan budaya yang mendukung kejahatan, melainkan lingkungan sosial yang buruk, kurangnya penanaman nilai-nilai kebaikan dan tanggung jawab, serta kurangnya perhatian keluarga dan masyarakat terhadap perkembangan perilaku warganya.

Kemudian penegakan hukum yang belum optimal. Bisa jadi aksi kejahatan terutama begal terus terjadi karena merasa resiko tertangkap dan hukuman yang dijatuhkan dianggap tidak memberatkan. Makanya komplotan ini berani terus melancarkan aksinya.

Penanganan kasus yang dinilai lambat atau hukuman yang dirasa tidak setimpal tidak akan membuat efek jera. Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas, adil, hukuman berat wajib diberikan agar ada efek jera.

Lalu kurangnya perhatian pada pembinaan dan pemulihan. Pelaku yang telah diproses hukum kurang mendapat pembinaan untuk bisa pulih saat kembali ke masyarakat. Akibatnya, tidak jarang setelah keluar dari penjara mereka kambuh lagi.

Akhiron, langkah pemerintah daerah merupakan entry poin awal yang baik. Namu demikian, tingkat keberhasilannya bergantung pada kebijakan yang berkesinambungan, keterlibatan seluruh pihak, serta upaya untuk mengatasi akar masalah yang ada.

Mewahnya aksi begal tidak akan selesai hanya dengan pemasangan alat pengawasan atau penempatan pejabat di wilayahnya saja, tetapi membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, APH, dan seluruh masyarakat.

Dengan penanganan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan keamanan, perbaikan kondisi sosial ekonomi, hingga penegakan hukum yang tegas dan adil, kita dapat berharap Lumajang kembali menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan bebas dari kejahatan. Semoga…

Penulis : *) Jurnalis-Penulis. Mantan Ketum HMI Cabang Jember Komisariat Sastra Unej. Alumni Ponpes Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep

Related Posts

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Langkah Strategis Golkar Bondowoso di Bawah Kepemimpinan Ady Kriesna untuk Kemajuan Daerah dan Politik yang Sehat

Mei 8, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Darurat Keamanan di Lumajang, Aksi Begal “Wabah” Yang Tak Pernah Usai

Mei 7, 2026
Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan
Essai & Opini

Menata Kembali Langkah PKB Lumajang : Antara Kepemimpinan, Regenerasi, dan Tantangan Politik Masa Depan

April 27, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Bukan Sekedar Kuantitas Pengunjung Keamanan Juga Produk Wisata

April 24, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Potensi SDA dan UMKM Lumajang Melimpah Menunggu Sentuhan Kadin

April 24, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

Kartini Mau Dimadu : Kuatnya Budaya Zaman Itu Atau Strateginya Untuk Terus Berkarya?

April 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Pencarian Bocah Terseret Ombak Masuki Hari Ketujuh, Petugas Gabungan Fokus Jalur Darat

Pencarian Bocah Terseret Ombak Masuki Hari Ketujuh, Petugas Gabungan Fokus Jalur Darat

April 13, 2025
Dua Penjambret dan Penadah Asal Ranuwurung Randuagung Lumajang Diringkus

Dua Penjambret dan Penadah Asal Ranuwurung Randuagung Lumajang Diringkus

Juni 26, 2025
Wakil Ketua DPRD Lumajang Minta Pemerintah Lumajang Serius Urus Sektor Pertanian

Wakil Ketua DPRD Lumajang Minta Pemerintah Lumajang Serius Urus Sektor Pertanian

Juli 3, 2024
Menteri PUPR Berjanji Bangun Jembatan Glidik Permanen Lumajang – Malang

Menteri PUPR Berjanji Bangun Jembatan Glidik Permanen Lumajang – Malang

Juli 10, 2023
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In