• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, April 7, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Editorial MI : Uji Resep Menkeu Baru

pedoman_id by pedoman_id
September 13, 2025
in Ekonomi, Nasional
0
Editorial MI : Uji Resep Menkeu Baru

SRI MULYANI DAN PURBAYA

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PEDOMANINDONESIA.CO.ID – BEDA orang, tentulah beda gaya. Beda menteri keuangan, tentu berbeda pula gaya mengelola keuangan negara.

Di tangan Sri Mulyani yang berkali-kali menjadi menteri keuangan sejak 2005, keuangan negara boleh dibilang dikelola dengan cara yang teramat hati-hati. Kehati-hatiannya mengelola APBN sejak 2005 terlihat jelas dari karakternya yang lebih mengedepankan pencegahan ketimbang memperbaiki kerusakan di kemudian hari.

READ ALSO

Kadin Lumajang Ingatkan Efisiensi

ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran

Kedisiplinannya mengelola anggaran negara diakui banyak orang sulit ditawar. Tiga presiden yang bekerja bareng bersamanya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto, mengakui kerasnya watak Sri Mulyani agar negara tak mengalami defisit dan inflasi yang berlebih. Konservatif, begitu sebutan banyak orang saat menilainya. Mulai dari pelaku pasar keuangan hingga kalangan pengusaha, semua menyebutnya sebagai sosok menkeu yang menghindari risiko.

“Ini uang rakyat, bukan uang nenek moyang kita,” tegas Sri Mulyani di banyak kesempatan.

Kepiawaiannya mengelola uang negara terbukti teruji saat Indonesia masuk di situasi pandemi covid-19 pada 2020. Saat itu, aktivitas ekonomi terhenti, penerimaan negara ambruk, dan banyak usaha yang gulung tikar. Nyaris tak ada uang yang masuk ke kantong negara. Kondisi itu berhadapan dengan meningkatnya belanja negara, mulai dari penanganan kesehatan, perlindungan sosial, dan penyelamatan dunia usaha. Akibatnya, defisit anggaran yang biasanya dijaga pada level 2%–3% dari produk domestik bruto (PDB), melonjak hingga lebih dari 6%. Angka yang hampir tidak pernah terjadi sejak reformasi fiskal 1998.

Di situasi kritis itu, Menkeu Sri Mulyani kemudian menjalankan skema burden sharing, yakni pembagian beban antara Bank Indonesia dan pemerintah. Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) untuk menutup defisit dan BI membeli sebagian SBN tersebut untuk menyuplai dana segar ke pemerintah.

Skema yang dijalankan hingga 2022 itu terbilang sangat berani dan berisiko tinggi karena bisa mendorong inflasi. Baru kali ini semua orang melihat Sri Mulyani keluar dari pakem kehati-hatiannya.

Namun, faktanya sekarang, skema itu terbukti berhasil menyelamatkan ekonomi Indonesia keluar dari krisis. Sejak 2023, ekonomi mulai berangsur pulih. Sisa-sisa kerusakan yang merupakan dampak dari pandemi covid-19, satu per satu mulai ditangani, dari lesunya industri manufaktur, rendahnya daya beli masyarakat, hingga tingginya pengangguran akibat PHK.

Semua masalah itu yang kemudian harus diselesaikan oleh pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mulai 2024. Setelah berhasil keluar dari krisis, menurut Prabowo, ekonomi harus segera dipacu. Indonesia tak boleh lagi hanya mengandalkan mesin-mesin pertumbuhan yang sudah ada, harus diciptakan mesin baru.

Mesin-mesin baru itu di antaranya program Makan Bergizi Gratis yang diharapkan akan menggerakkan jutaan UMKM di berbagai daerah, Koperasi Merah Putih yang akan mendorong perputaran ekonomi di tingkat bawah, dan program 3 juta rumah bagi masyarakat.

Semua program itu jelas berbiaya mahal, ditambah lagi kantong APBN hingga semester II ini masih seret. Karena itu, dibutuhkan segera sebuah kebijakan baru dalam mengelola keuangan negara agar program-program ekonomi kerakyatan tersebut bisa segera bekerja.

Pandangan konservatif yang penuh kehati-hatian dinilai pemerintahan baru akan menjadi penghambat. Apalagi pada Oktober nanti, pemerintahan baru akan genap berusia satu tahun, sementara perekonomian masih jalan di tempat.

Itulah tugas utama yang diemban Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dilantik pada Senin (8/9), ia langsung mengumumkan sejumlah resep yang akan digunakannya.

Salah satu langkahnya ialah memindahkan Rp200 triliun uang negara yang selama ini ‘tidur’ di Bank Indonesia ke perbankan. Lewat cara itu, Purbaya ingin agar industri perbankan segera keluar dari zona nyaman, segera mencari proyek untuk dibiayai, bukan hanya menunggu datangnya permohonan pinjaman.

Ke depan, ia bersama Bank Indonesia juga akan kembali menerapkan skema burden sharing agar beban bunga tak menjadi kendala dalam pembiayaan 3 juta rumah rakyat dan Koperasi Merah Putih. Dua contoh langkahnya itu menjadi terobosan tentunya, tapi juga berisiko tinggi.

Semua resep itu tentu belum teruji khasiatnya. Tapi, jika tak dicoba, bagaimana kita bisa tahu kadar keberhasilannya? Karena itu, kita perlu memberi kesempatan kepada Menkeu Purbaya untuk menjalankan rencananya, sembari sering mengingatkan sebagai masukan. Yang tidak kalah penting, berani bukan berarti tidak berhati-hati. ADM (Sumber : Mediaindonesia.co.id) 

Tags: MenkeuPURBAYASri Mulyani

Related Posts

Kadin Lumajang Ingatkan Efisiensi
Daerah

Kadin Lumajang Ingatkan Efisiensi

Maret 15, 2026
ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran
Daerah

ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran

Maret 13, 2026
Menu MBG di Tempursari dan Sukodono Lumajang Ada Belatung dan Baunya Busuk
Daerah

Menu MBG di Tempursari dan Sukodono Lumajang Ada Belatung dan Baunya Busuk

Maret 11, 2026
Perang Iran Vs AS, PBNU Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah Setiap Shalat
Internasional

Perang Iran Vs AS, PBNU Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah Setiap Shalat

Maret 2, 2026
104 Pertandingan Tayang Gratis, TVRI Resmi Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2026
Nasional

104 Pertandingan Tayang Gratis, TVRI Resmi Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2026

Februari 21, 2026
Empat Skema Penyaluran MBG Selama Ramadan
Nasional

Empat Skema Penyaluran MBG Selama Ramadan

Februari 12, 2026
Next Post
Kades dan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Perlu Duduk Bersama

Kades dan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Perlu Duduk Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Pemkab Lumajang Tingkatkan Layanan Kesehatan dengan Program CKG Bantu Warga Lumajang Cek Kesehatan Gratis

Pemkab Lumajang Tingkatkan Layanan Kesehatan dengan Program CKG Bantu Warga Lumajang Cek Kesehatan Gratis

Februari 17, 2025
Polres Lumajang Beberkan Hasil Operasi Keselamatan Semeru

Polres Lumajang Beberkan Hasil Operasi Keselamatan Semeru

April 1, 2024
Puasa Sarana Menjaga Hati, Lisan, dan Akal

Puasa Sarana Menjaga Hati, Lisan, dan Akal

Februari 28, 2025
Wajah Wajah Ceria Terlihat di SDN Kutorenon 1 Sukodono Lumajang

Wajah Wajah Ceria Terlihat di SDN Kutorenon 1 Sukodono Lumajang

Juli 14, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In