• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Februari 24, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Cermin Qarun dalam Fenomena Korupsi di Indonesia

pedoman_id by pedoman_id
September 18, 2025
in Essai & Opini
0
REAKTUALISASI SYUKUR KEMERDEKAAN: Merajut Jembatan Makna Surah Ibrahim Ayat 7

Mirwanuddin

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

Panca Kesadaran Ansor

Hari Pers Nasional dalam Bingkai Konstitusi


‎Oleh: Mirwanuddin**
‎
‎​Kisah Qarun dalam Al-Qur’an, utamanya Surah al_Qashas: 76–78 sering kali kita dengar sebagai narasi kuno tentang kekayaan yang berujung pada kebinasaan. Namun, jika kita amati lebih dalam, cerminan Qarun tidak hanya ada di masa lalu, melainkan berkelebat di sekitar kita, khususnya dalam fenomena korupsi yang marak terjadi di Indonesia.
‎
‎Kisah ini bukan sekadar dongeng, melainkan sebuah metafora yang sangat relevan.
‎
‎​Harta Karun dan Posisi Kunci
‎
‎​Al-Qur’an mengisahkan betapa berlimpahnya harta Qarun. Kunci-kunci gudang hartanya begitu berat hingga harus dipikul oleh sekelompok orang kuat.
‎
‎Diksi “mafaatihah” (kunci-kunci) di sini bisa kita maknai secara harfiah sebagai kunci gudang, tetapi juga bisa sebagai “posisi kunci” atau “jabatan strategis”.
‎
‎​Inilah titik singgungnya dengan para koruptor di Tanah Air. Mereka tidak hanya mengumpulkan harta, tetapi juga menguasai “kunci-kunci” kekuasaan yang memungkinkan mereka untuk “membuka” pintu-pintu dana publik.
‎
‎Mereka berada di posisi-posisi penting yang seharusnya mengabdi, tetapi justru menggunakannya untuk memperkaya diri dan kelompoknya. Kekuasaan yang seharusnya menjadi amanah, kini menjadi alat untuk meraup keuntungan pribadi.
‎
‎​Kesombongan dan Kufur Nikmat
‎
‎​Qarun menjadi sombong. Ia merasa hartanya adalah hasil dari kecerdasannya, bukan karunia dari Tuhan. Ia menolak untuk berbagi dan berlaku zalim. Sikap ini identik dengan para pelaku korupsi. Mereka sering kali merasa kebal hukum karena merasa memiliki pengaruh dan kekuasaan.
‎
‎Mereka lupa bahwa jabatan dan kekuasan itu adalah amanah dari rakyat, bukan milik pribadi yang bisa diatur sesuka hati.
‎
‎​Sikap kufur nikmat ini tidak hanya terlihat dari penolakan mereka untuk bersyukur, tetapi juga dari perilaku yang jauh dari nilai-nilai kejujuran dan keadilan. Korupsi adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap amanah dan pengingkaran terhadap kebenaran.
‎
‎​Akhir yang Tragis: Tenggelam ke dalam Bumi
‎
‎​Kisah Qarun berakhir tragis. Ia beserta seluruh hartanya ditenggelamkan ke dalam bumi. Ini adalah simbol kehancuran total. Harta yang dikumpulkan dengan cara yang salah tidak akan membawa keberkahan, justru akan menjadi beban dan sumber malapetaka.
‎
‎​Dalam kasus korupsi, kehancuran ini juga terjadi. Harta yang dikumpulkan haram akan ditarik kembali oleh negara. Pelaku korupsi akan kehilangan kehormatan, kebebasan, dan bahkan nama baiknya. Keluarga dan keturunannya pun seringkali ikut menanggung malu.
‎
‎Bahkan jika mereka tidak dihukum di dunia, kehancuran spiritual dan moral akan menanti mereka. Mereka hidup dalam kegelisahan karena menyadari bahwa kekayaan mereka dibangun di atas penderitaan orang lain.
‎
‎​Kisah Qarun adalah peringatan abadi bagi kita semua. Bahwa harta yang diperoleh dengan cara yang salah dan digunakan untuk kesombongan akan membawa kehancuran.
‎
‎Fenomena korupsi di Indonesia adalah cermin nyata dari kisah Qarun modern. Sudah saatnya kita belajar dari sejarah, agar kekayaan dan kekuasaan tidak lagi menjadi alat untuk kehancuran, melainkan jalan untuk membawa kebaikan dan keberkahan bagi bangsa.
‎
‎Lebih dari sekadar cerita, Qarun adalah simbol dari sifat-sifat buruk yang bisa menjangkiti siapa pun. Kekayaan yang ia miliki, dan “mafaatihah” (kunci-kunci) yang ia kuasai, bisa dimaknai sebagai:
‎​Kekuasaan dan Posisi Kunci: “Mafaatihah” tidak hanya merujuk pada kunci fisik, tetapi juga posisi strategis dan kekuasaan yang memungkinkan seseorang untuk mengakses dan menguasai sumber daya.
‎
‎​Sifat Koruptif: Sifat sombong, serakah, dan kufur nikmat yang dimiliki Qarun adalah cerminan sempurna dari mentalitas koruptor. Mereka merasa kekayaan dan kekuasaan adalah hak mereka sepenuhnya, bukan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
‎
‎​Kehancuran Hakiki: Tenggelamnya Qarun ke dalam bumi adalah metafora untuk kehancuran moral dan spiritual yang terjadi pada para koruptor, di mana harta yang mereka kumpulkan akan menjadi sumber malapetaka, bukan kebahagiaan.
‎
‎​Dengan demikian, kisah Qarun mengajarkan kita bahwa kekayaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa besar kebermanfaatan yang bisa kita berikan.
‎
‎Kisah ini menjadi peringatan abadi bahwa jika harta dan kekuasaan tidak dikelola dengan benar, ia akan membawa kehancuran baik di dunia maupun di akhirat.
‎
‎​Kisah Qarun, dengan segala maknanya, adalah cermin yang relevan di setiap zaman, termasuk saat ini, untuk mengingatkan kita agar tidak menjadi “Qarun-Qarun modern” yang terjerumus dalam lubang keserakahan dan korupsi.
‎
‎Wallahu a’lamu bis_shawwab.
‎
‎**Penulis adalah alumni FISIP Unmuh Malang.

Tags: IndonesiakorupsimoralQarun

Related Posts

Panca Kesadaran Ansor
Essai & Opini

Panca Kesadaran Ansor

Februari 12, 2026
Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Essai & Opini

Hari Pers Nasional dalam Bingkai Konstitusi

Februari 10, 2026
Politik Uang di Era Digitalisasi Transaksi Keuangan: Tantangan Sistemis dan Solusi Komprehensif untuk Pemilu yang Adil di Indonesia
Essai & Opini

Politik Uang di Era Digitalisasi Transaksi Keuangan: Tantangan Sistemis dan Solusi Komprehensif untuk Pemilu yang Adil di Indonesia

Februari 3, 2026
Rumi dan Ekologi Transpersonal: Merawat Bumi dari Dalam Diri
Essai & Opini

Rumi dan Ekologi Transpersonal: Merawat Bumi dari Dalam Diri

Desember 16, 2025
Relawan Tanggap Bencana Perisai Sarikat Islam Lumajang Kembali Hadir
Essai & Opini

‎IBLIS Sodorkan Buah Simalakama pada Adam

November 28, 2025
Kedaulatan Dicuri: Mengapa Iman Menuntut Menjaga Nikel
Essai & Opini

Kedaulatan Dicuri: Mengapa Iman Menuntut Menjaga Nikel

November 26, 2025
Next Post
KPK Kaji Soal Rangkap Jabatan Wamen

KPK Kaji Soal Rangkap Jabatan Wamen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Pj. Bupati Lumajang Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lumajang Berharap Sinergitas Tetap Terjaga

Pj. Bupati Lumajang Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lumajang Berharap Sinergitas Tetap Terjaga

Januari 23, 2025
Polisi Peduli, Anggota Polsek Pasirian Gotong Keranda Jenazah Warga Ke Lokasi Pemakaman

Polisi Peduli, Anggota Polsek Pasirian Gotong Keranda Jenazah Warga Ke Lokasi Pemakaman

Mei 15, 2024
Optimalisasi Bendungan Temef Hingga Pendidikan Unggulan di Timor Tengah Selatan

Optimalisasi Bendungan Temef Hingga Pendidikan Unggulan di Timor Tengah Selatan

April 2, 2025
Etika Bernegara Merosot, Reformasi Terjungkal Melawan Korupsi

Etika Bernegara Merosot, Reformasi Terjungkal Melawan Korupsi

Maret 23, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In