• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Kamis, April 16, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Peristiwa Hukrim

Etika Bernegara Merosot, Reformasi Terjungkal Melawan Korupsi

pedoman_id by pedoman_id
Maret 23, 2025
in Peristiwa Hukrim
0
Etika Bernegara Merosot, Reformasi Terjungkal Melawan Korupsi

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Prof Arief Hidayat dalam Acara Dialog Nasional Etika Bernegara Pancasila, Sabtu (22/3/2025. Foto: Tangkapan layar youtube

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PEDOMANINDONESIA – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI), Prof Arief Hidayat dalam Acara Dialog Nasional Etika Bernegara Pancasila, Sabtu (22/3/2025), menyampaikan, keberhasilan seseorang dalam memahami hukum tidak hanya diukur dari ketaatan terhadap UU, tetapi juga bagaimana menjunjung tinggi nilai-nilai etis dalam praktiknya. Karenanya hukum tidak hanya berdasarkan aturan tertulis, tetapi juga harus berlandaskan etika.

“Hukum dan UU lahir dari kristalisasi kepentingan politik, sehingga tidak ada hukum yang benar-benar ideal. Oleh karena itu, kita harus selalu mengutamakan etika dalam penerapannya,” ujarnya.

Ia menyorot fenomena yang berkembang di beberapa negara Eropa, di mana masyarakat cenderung lebih tertib meskipun tingkat religiusitas mereka rendah. Sebaliknya, di negara-negara yang sangat religius, justru sering ditemukan berbagai bentuk pelanggaran seperti korupsi dan nepotisme.Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran.


Masyarakat menurut hakim konstitusi itu harus menjaga tata kelola negara dengan baik agar tetap berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila. Dialog yang digelar ini berfokus pada upaya menjembatani nilai-nilai filosofis dengan realitas sosiologis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu isu yang disinggung Prof Arief adalah fenomena siklus waktu dalam sejarah peradaban. Ada keyakinan setiap peradaban memiliki siklus kejayaan dan kemunduran. Dalam konteks Indonesia, banyaknya kemunduran yang terjadi pada hari ini. Tapi diharapkan mampu kembali menemukan momentum kebangkitannya dan membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih cerah.

“Semoga yang gelap dapat menjadi cerah kembali dan Indonesia menemukan kejayaannya kembali berdasarkan ideologi Pancasila,” katanya.

READ ALSO

Warga Lumajang Resah dan Kebingungan LPG 3 Kg Langka

Dor…! Begal Pembacok Polisi Tewas Ditembak


Sementara, Ketua Dewan Kehormatan PA GMNI, Siswono Yudo Husodo menyorot kemerosotan etika dalam kehidupan politik dan penyelenggaraan negara. Menurutnya, aturan hukum seringkali disesuaikan demi kepentingan tertentu. Seperti perubahan aturan pencalonan wakil presiden atau keterlibatan TNI aktif di jabatan sipil yang dilegalkan demi kebutuhan politik.

“Dia tidak melanggar hukum karena ada landasannya, tapi secara etik itu sangat memalukan,” ujarnya.

Mantan Menteri Transmigrasi Kabinet Pembangunan VI periode 1993-1998 menyoroti kegagalan reformasi dalam pemberantasan korupsi. Alih-alih berkurang, praktik korupsi justru semakin meluas di berbagai lini pemerintahan dan sektor swasta. Kolusi juga terus berkembang, di mana setiap pergantian pejabat selalu diiringi oleh masuknya kelompok dari pejabat dengan kepentingan baru.


“Kita perlu introspeksi mendalam dan mengambil langkah konkret dalam membangun bangsa yang bersih dari korupsi,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini dan penerapan hukuman yang benar-benar memberikan efek jera. Di lain sisi, Siswono mengingatkan masalah ekonomi turut menjadi perhatian utama.

Seperti meningkatnya angka pengangguran, anjloknya IHSG, serta tingginya utang pemerintah yang terus bertambah secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Ia menilai aspek fundamental ekonomi Indonesia mulai dipertanyakan para investor domestik maupun internasional.

Hal ini menurutnya, tidak terlepas dengan kasus korupsi yang merajalela yang menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas negara.

Budaya politik yang semakin transaksional, di mana independensi partai politik dan lembaga negara semakin menurun turut dikritik Siswono. Pun politik uang semakin marak, sehingga menggerus kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin yang kompeten dan berintegritas.

“Kita prihatin melihat indeks demokrasi Indonesia yang kini masuk dalam kategori cacat. Asas kepatutan politik semakin merosot, dan hal ini harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.

Sebagai langkah perbaikan, ia menekankan pentingnya mengembalikan norma kehidupan bernegara yang berlandaskan integritas dan meritokrasi. Sistem pemerintahan harus didasarkan pada penempatan individu yang kompeten dan berintegritas di posisi strategis. Korupsi juga merupakan masalah utama yang harus diberantas.

“Bukan dasar negara Pancasila yang salah, tetapi kita yang salah dalam menetapkan skala prioritas. Pemberantasan korupsi harus menjadi agenda utama,” pungkasnya. ADM (Sumber : Hukumonline.com).



Tags: adi hidayatalumni gmnigmnihukumreformasi

Related Posts

Warga Lumajang Resah dan Kebingungan LPG 3 Kg Langka
Daerah

Warga Lumajang Resah dan Kebingungan LPG 3 Kg Langka

April 5, 2026
Dor…! Begal Pembacok Polisi Tewas Ditembak
Daerah

Dor…! Begal Pembacok Polisi Tewas Ditembak

Desember 17, 2025
Status Darurat Erupsi Semeru Lumajang Diperpanjang Hingga 2 Desember
Daerah

Status Darurat Erupsi Semeru Lumajang Diperpanjang Hingga 2 Desember

November 24, 2025
Hati Hati, Pasca Erupsi Semeru Jalan di Gladak Perak Sangat Licin
Nasional

Hati Hati, Pasca Erupsi Semeru Jalan di Gladak Perak Sangat Licin

November 21, 2025
Erupsi Gunung Semeru Bunda Indah dan Gubernur Jatim Turun Langsung ke Lokasi
Nasional

Erupsi Gunung Semeru Bunda Indah dan Gubernur Jatim Turun Langsung ke Lokasi

November 21, 2025
Masyarakat Diminta Tidak Panik Semeru Level Waspada
Daerah

Masyarakat Diminta Tidak Panik Semeru Level Waspada

November 19, 2025
Next Post
Pelaku Teror Tempo Seolah Kebal Hukum dan Merasa Tidak Akan Ditangkap

Pelaku Teror Tempo Seolah Kebal Hukum dan Merasa Tidak Akan Ditangkap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Kasus Pertamina Kejagung Sudah Periksa 120 saksi, Bakal Panggil Nicke Widyawati dan Alfian Nasution?

Kasus Pertamina Kejagung Sudah Periksa 120 saksi, Bakal Panggil Nicke Widyawati dan Alfian Nasution?

Maret 14, 2025
Waspadalah, Curah Hujan dan Cuaca Ekstrem Menjelang Akhir Januari 2026 Meningkat 

Waspadalah, Curah Hujan dan Cuaca Ekstrem Menjelang Akhir Januari 2026 Meningkat 

Januari 21, 2026
Anggota Polsek Pasrujambe Rutin Laksanakan Patroli “Ngabuburit”

Anggota Polsek Pasrujambe Rutin Laksanakan Patroli “Ngabuburit”

Maret 30, 2024
KPK: Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan tak Mengarah ke Ormas Tertentu

KPK: Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan tak Mengarah ke Ormas Tertentu

September 20, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In