• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Mei 26, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Nasional

Segoro Topeng Kaliwungu: Ketika Topeng Menyapa Lautan, Lumajang Memanggil Dunia

pedoman_id by pedoman_id
Juni 27, 2025
in Nasional
0
Segoro Topeng Kaliwungu: Ketika Topeng Menyapa Lautan, Lumajang Memanggil Dunia

Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan, dan satu per satu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai.

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan

PEDOMANINDONESIA, LUMAJANG – Behind the whispers of the wind at Watu Pecak Beach, hundreds of masked dancers stand ready. The sky turns golden, waves crash in harmony, and one by one, mystical movements begin to fill the shoreline. This is Segoro Topeng Kaliwungu, a cultural spectacle that has evolved into a grand stage where ancestral heritage meets the future of Indonesian tourism.

More than just a performance, Segoro Topeng is the colossal presentation of Tari Topeng Kaliwungu, a sacred dance originating from Kaliwungu Village, Lumajang. Since its grand debut in 2022, the event has become not only a regional pride but also a new face for culture-based tourism promotion.

The name “Segoro Topeng” itself is born from the union of two powerful elements: “Segoro” (Indian Ocean), representing the beauty of the southern coast, and “Topeng” (mask), symbolizing the rich cultural values of the local heritage. This combination creates an unforgettable experience where traditional art directly converses with nature.

Each year, the event carries a new theme, always rooted in compelling storytelling. The 2023 theme “Kidung Katresnan” (A Love Song) explored tales of love and sacrifice. In 2024, “Legenda Argasonya” brought local mythology to life. This year’s theme, “Mystical of Kaliwungu”, delves into the magical and spiritual aspects of the village where the dance was born.

Far beyond entertainment, Segoro Topeng serves as a destination branding strategy for Lumajang Regency. Its aim is clear: to transform culture into a tourism magnet, harmonizing tradition with the beauty of nature to create a deeply meaningful visitor experience.

“This event not only inspires tourists but also touches the hearts of local residents especially the younger generation. It invites them to reconnect with and take pride in the cultural heritage of their ancestors through a majestic, modern, and proud expression,” said Yuli Harismawati, Head of the Lumajang Tourism Office, in a press release on Friday (June 27, 2025).

Moreover, this event becomes a platform of expression for dancers, musicians, costume designers, as well as MSMEs and creative economy players. All work together to present a timeless cultural performance, one that stands proudly alongside international festivals.

With hundreds of dancers involved, every movement, mask color, and music beat is the result of a vast creative collaboration. They do more than perform; they weave an inclusive and empowering story of Lumajang’s identity.

The year 2025 marks a milestone. For the first time, Segoro Topeng Kaliwungu is officially included among the 110 Karisma Event Nusantara, a prestigious list by the Ministry of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia. This recognition further strengthens Lumajang’s position on both the national and international tourism maps.

This two-day event is packed with a vibrant series of activities. On June 28, it opens with an environmental initiative called “Sustainable Coast, Welcoming Casuarina”, a tree-planting event along the beach that proves how cultural celebration can coexist with ecological preservation.

The same day, the mood lightens with Reggae Sunset, featuring music as a universal language that brings everyone together. Meanwhile, the local MSME exhibition showcases handcrafted products by Lumajang’s creative entrepreneurs, ready to enter global markets.

The second day, June 29, brings the festivities to a climax. The Mahameru Fishing Festival livens up the morning with the joyful unity of fishermen and tourists. The Batik Lumajang Fashion Show proves that local wisdom can be both elegant and contemporary.

As dusk falls, the most anticipated moment arrives: the grand sendratari (dance drama) Segoro Topeng Kaliwungu. Before thousands of spectators, the beachside stage transforms into an enchanting mystical realm. Lights, music, and dance movements merge into a powerful, emotional harmony.

The Lumajang Regency Government places great hopes on this event. They envision Segoro Topeng not just as an annual celebration but as a symbol of cultural transformation, a driving force for both sustainable economy and tourism.

As Lumajang grows in popularity as a travel destination, Segoro Topeng will be developed into a comprehensive cultural tourism package, providing not only spectacles but also immersive, soul-stirring experiences for visitors.

It is not far-fetched to imagine Segoro Topeng standing alongside the world’s premier cultural festivals in the near future. Especially since Lumajang recorded the highest number of international tourist visits in East Java in 2024, an extraordinary achievement.

Yet behind the glittering lights of the event lies something deeper: Segoro Topeng is the voice of the people, the echo of the past, and the light of the future. In every dancing mask, there is a hope for a nation that embraces and celebrates its own culture.

And in the end, anyone who witnesses Segoro Topeng takes home more than just images. They carry stories, emotions, and a sense of pride that Indonesia, through Lumajang, has a truly special way to greet the world.

(Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan, dan satu per satu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai. Inilah Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia.

Bukan sembarang pertunjukan, Segoro Topeng adalah bentuk kolosal dari Tari Topeng Kaliwungu tarian sakral asal Desa Kaliwungu, Lumajang. Sejak pertama kali digelar secara besar-besaran pada 2022, event ini tak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga wajah baru promosi pariwisata berbasis budaya.

Nama “Segoro Topeng” sendiri lahir dari perpaduan dua kekuatan utama: ‘Segoro’ (Samudera Hindia) yang menggambarkan keelokan pantai selatan, dan ‘Topeng’ yang merepresentasikan kekayaan nilai-nilai budaya lokal. Gabungan ini menciptakan pengalaman tak terlupakan, di mana seni tradisi berdialog langsung dengan alam.

Setiap tahun, tema yang diusung berbeda, selalu mengangkat cerita yang menggugah. Tahun 2023 bertema “Kidung Katresnan”, menyoroti cinta dan pengorbanan. Tahun 2024 dengan “Legenda Argasonya” mengangkat mitologi lokal. Tahun ini, tema “Mystical of Kaliwungu” menelusuri sisi magis dan spiritual dari desa yang menjadi asal mula tarian ini.

Lebih dari sekadar panggung hiburan, Segoro Topeng hadir sebagai strategi destinasi branding Kabupaten Lumajang. Tujuannya jelas: menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata yang menyatu dengan keindahan alam, menciptakan pengalaman wisata yang sarat makna.

“Acara ini mampu menggugah tidak hanya wisatawan, tetapi juga hati masyarakat lokal, terutama generasi muda. Mereka diajak mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur melalui ekspresi yang megah, modern, dan membanggakan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati dalam siaran persnya, Jumat (27/6/2025).

Tak hanya itu, event ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman tari, penata musik, pembuat kostum, hingga UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Semua bersinergi menyajikan sajian budaya yang tak lekang oleh waktu dan tak kalah dengan festival internasional.

Dengan ratusan penari yang terlibat, setiap helai gerakan, warna topeng, dan hentakan musik adalah hasil kolaborasi ratusan tangan kreatif. Mereka tidak hanya tampil di atas panggung, tapi juga menenun kisah Lumajang yang inklusif dan membanggakan.

Tahun 2025 menjadi tahun istimewa. Untuk pertama kalinya, Segoro Topeng Kaliwungu ditetapkan sebagai salah satu dari 110 Karisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI. Penetapan ini memperkuat posisi Lumajang dalam peta pariwisata nasional, bahkan internasional.

Event yang berlangsung selama dua hari ini dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan. Hari pertama, 28 Juni, diawali dengan aksi penanaman cemara laut bertajuk “Pantai Lestari, Cemara Menyapa”. Aksi ekologis ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa bersatu dengan pelestarian budaya.

Di hari yang sama, suasana dihangatkan oleh Reggae Senja, menghadirkan musik sebagai bahasa universal yang menyatukan semua kalangan. Sementara, Pameran UMKM menampilkan produk lokal dari tangan-tangan kreatif warga Lumajang yang siap bersaing di pasar global.

Hari kedua, 29 Juni, menjadi puncak kemeriahan. Mahameru Fishing Festival meriahkan pagi hari dengan semangat kebersamaan nelayan dan wisatawan. Fashion Show Batik Lumajang menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa tampil elegan dan modern.

Sore menjelang malam, tibalah saat yang ditunggu: sendratari kolosal “Segoro Topeng Kaliwungu” digelar. Di hadapan ribuan penonton, panggung raksasa di pesisir pantai menjelma menjadi dunia mistis nan memukau. Cahaya, musik, dan gerakan penari menyatu dalam satu harmoni yang mengguncang hati.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menaruh harapan besar pada event ini. Mereka melihat Segoro Topeng bukan hanya sebagai acara tahunan, tapi sebagai simbol transformasi budaya menjadi motor ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.

Seiring semakin dikenalnya Lumajang sebagai tujuan wisata, Segoro Topeng akan dikembangkan dalam format yang lebih luas: menjadi paket wisata budaya yang terintegrasi, sehingga tak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman hidup yang mendalam bagi para wisatawan.

Bukan hal mustahil jika dalam beberapa tahun ke depan, Segoro Topeng bisa setara dengan festival budaya kelas dunia. Apalagi Lumajang telah mencatat kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024 sebuah prestasi luar biasa.

Namun di balik gemerlap event, satu hal tak boleh dilupakan: Segoro Topeng adalah suara dari masyarakat, warisan dari masa lalu, dan cahaya untuk masa depan. Di setiap topeng yang menari, terselip harapan akan negeri yang lebih mencintai budayanya.

Dan pada akhirnya, siapa pun yang menyaksikan Segoro Topeng akan membawa pulang lebih dari sekadar gambar. Mereka akan membawa cerita, emosi, dan rasa bangga bahwa Indonesia, melalui Lumajang, punya cara istimewa untuk menyapa dunia). ADM-KOM
Tags: topeng kaliwungu lumajang

Related Posts

APBD Bukan Meja Prasmanan Kritik Konstruktif Buat Bagian Umum Pemkab Lumajang
Essai & Opini

Ingin Kaya Itu Naluri, Mengapa Presiden Prabowo Berbicara Sebaliknya?

Mei 22, 2026
Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan
Nasional

Sutradara Film Pesta Babi Sayangkan Nobar Dibubarkan

Mei 12, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Darurat Keamanan di Lumajang, Aksi Begal “Wabah” Yang Tak Pernah Usai

Mei 7, 2026
Raih Empat Emas, Klub Panahan Dzunnurain Lumajang Peringkat Empat di Kejuaraan Panahan Jakarta Barat
Daerah

Raih Empat Emas, Klub Panahan Dzunnurain Lumajang Peringkat Empat di Kejuaraan Panahan Jakarta Barat

April 28, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

Kartini Mau Dimadu : Kuatnya Budaya Zaman Itu Atau Strateginya Untuk Terus Berkarya?

April 22, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Essai & Opini

Kartini Melawan Ketimpangan Ketidak Adilan dengan Pena Bukan dengan Senjata

April 22, 2026
Next Post
Air Tak Pernah Kering Berkat Ritual Adat: Kisah Grebeg Suro di Lumajang

Air Tak Pernah Kering Berkat Ritual Adat: Kisah Grebeg Suro di Lumajang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Sekolah Rakyat Program Pemutus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat Program Pemutus Rantai Kemiskinan

Agustus 11, 2025
Al Jazeera Tayangkan Rekaman Eksklusif Tunjukkan Yahya Sinwar Turun Langsung di Medan Perang

Al Jazeera Tayangkan Rekaman Eksklusif Tunjukkan Yahya Sinwar Turun Langsung di Medan Perang

Januari 25, 2025
Saran Dewan Akan Dilaksanakan

Saran Dewan Akan Dilaksanakan

Juni 29, 2023
99,8% Terekam! Dukcapil Lumajang Nyaris Tuntaskan KTP, Tinggal Seujung Kuku!

99,8% Terekam! Dukcapil Lumajang Nyaris Tuntaskan KTP, Tinggal Seujung Kuku!

Maret 25, 2025
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In