PEDOMAN INDONESIA, LUMAJANG – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lumajang Jawa Timur Agus Warsito Utomo, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa proses perekaman KTP di wilayahnya telah mencapai 99,8%. Dengan pencapaian tersebut, hanya sedikit masyarakat yang belum melakukan perekaman. Upaya maksimal telah dilakukan untuk memastikan seluruh warga, terutama pemilih pemula, mendapatkan dokumen kependudukan secara tepat waktu.
Upaya Maksimal untuk Pemilih Pemula
Dukcapil Lumajang terus berupaya meningkatkan cakupan perekaman KTP, terutama bagi pemilih pemula. Meski jumlah pastinya belum dapat dipastikan, Agus Warsito menyebutkan bahwa pada Pilpres dan Pilkada sebelumnya, perekaman untuk pemilih pemula telah melebihi 90%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pemilih baru telah memiliki dokumen kependudukan yang dibutuhkan untuk menggunakan hak pilih mereka.
“Sekarang kita untuk perekaman KTP sudah 99,8% ya tinggal sedikit totalnya, kalo pemula kita tidak bisa memastikan tapi yang jelas kemarin untuk pemilih, pemula di pilpres ataupun pilkada itu Alhamdulillah sudah 90% lebih,” ujarnya, Selasa (25/3/2025).
Dalam rangka mencapai angka tersebut, Dukcapil telah melakukan jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk merekam data siswa yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selain itu, bagi pemilih pemula yang tidak bersekolah, perekaman dilakukan di kecamatan. Jika alat rekam di kecamatan berfungsi dengan baik, masyarakat dapat langsung melakukan perekaman di sana. Namun, bagi kecamatan yang alat rekamnya mengalami kerusakan permanen, tim dari Dukcapil turun langsung untuk melakukan perekaman, meskipun koordinasi dan undangan tetap dilakukan melalui kecamatan.
Capaian 99,8% Wajib KTP
Secara keseluruhan, dari total wajib KTP usia 0 hingga 18 tahun, perekaman telah hampir rampung. Agus Warsito menegaskan bahwa pencapaian saat ini sudah mencapai 99,8% dari total 850 orang yang menjadi target perekaman. Dengan capaian ini, hanya sedikit warga yang masih perlu melakukan perekaman, dan Dukcapil akan terus berupaya menuntaskan proses ini sepenuhnya.
“Alhamdulillah prosentasenya sedikit kalo yang kemarin karena secara total wajib ktp itu 0 sampai 18 kita itu sudah 99,8% yaa tinggal sedikit dari wajib ktp dari 850,” pungkasnya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai strategi yang dilakukan oleh Dukcapil, termasuk kolaborasi dengan sekolah-sekolah, pemerintah kecamatan, serta upaya proaktif dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat. Agus Warsito berharap dengan tingginya angka perekaman KTP, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan publik dan menggunakan hak-haknya sebagai warga negara secara maksimal. ADM



















