
PEDOMANINDONESIA, LUMAJANG – Maraknya penambangan ilegal dan stock pile pasir ilegal di beberapa titik-terutama di Jugosari Lumajang, Jawa Timur-semakin menjadi jadi. Bahkan tidak tanggung-tanggung, dalam aksinya, mereka melakukan penambangan dengan memakai alat sedot.
Atas maraknya penambangan dan stock pile pasir ilegal, membuat APH (aparat penegak hukum) dan Dewan angkat bicara. Ketua Komisi C DPRD Lumajang, H. Zaenal, menegaskan, apapun alasannya jika dilakukan secara illegal harus dihentikan. Meskipun demikian, seluruh pihak perlu duduk bersama agar masalah penambangan ilegal bisa diselesaikan.
“Semua perlu duduk bersama. Mulai penambang ilegal, dinas terkait, dewan. Sambil mencari solusi penyelesaian, jangan nambang dulu. Tidak boleh nambang dulu. Kalau ada yang masih nambang, itu tugas aparat penegak hukum untuk menertibkan. Bukan tugas dewan lagi. Bukan ranah kami. Yang jelas kami secepatnya melakukan koordinasi agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ujar politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lumajang ini dengan mimik serius.
Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K, SH, menyampaikan, pihaknya sudah mengetahui hal itu (penambangan ilegal, Red), bahkan sudah mengamankan 2 pelaku untuk diproses secara hukum.
“Jadi, kita tahu. Bukan tidak tahu. Makanya kita proses mereka yang melanggar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya di hadapan sejumlah wartawan, usai menghadiri acara rapat paripurna di DPRD Lumajang, Senin, 24 Maret 2025.

Kata AKBP Alex, bersama pemerintah daerah pihaknya berkomitmen akan menindak lanjuti semua penambangan illegal dan stockpile ilegal sesuai prosedur. Ia mengaku, selama menjabat sebagai Kapolres Lumajang belum lama ini sudah mengamankan dua pelaku untuk ditindak lanjuti dan diproses.
“Ini akan bergulir. Dari dua orang ini saya akan tindak lanjut. Komitmen saya, seperti yang tadi sudah saya sampaikan akan meninda lanjuti sesuai dengan prosedur. Tidak hanya terfokus pada dua orang dan tidak hanya penambangan illegal, tapi juga stock pile ilegal. Semua sama, akan kita proses secepatnya sesuai dengan prosedur,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Kapolres Alex berjanji akan melakukan operasi di lokasi penambangan ilegal dan melakukan upaya pengungkapan secara bersama-sama/ gabungan dengan instansi terkait lainnya.
Disinggung jika ada oknum-oknum yang ikut bermain atau terlibat dalam penambangan illegal, Kapolres menyatakan tetap akan menindak tegas. “Akan kita tindak tegas dengan prosedur yang benar, “ pungkasnya. Pihaknya, lanjut Kapolres, mendahulukan tindakan persuasif sebelum upaya penangkapan terhadap mereka yang melakukan pelanggaran.
“Kita sudah melakukan himbauan secara lisan, secara tertulis kita sampaikan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lumajang, juga sudah menyatakan perlu ditertibkan, karena banyak sekali PAD yang bocor dari sana yang seharusnya bisa diserap dan dikembangkan untuk kemajuan Kabupaten Lumajang,” paparnya.
Semakin brutalnya penambangan illegal dan stockpile pasir ilegal membuat status Lumajang darurat penambangan ilegal dan pernyataan perang terhadap penambangan illegal.
“Nah, ini bisa dikatakan perang terhadap para penambang ilegal. Kalau saya komitmennya tindak tegas. Silahkan diartikan sendiri apakah tindakan tegas ini dinyatakan sebagai perang, silahkan diterjemahkan sendiri,” paparnya.
Soal target sampai kapan kasus penambangan ilegal ini bisa dihentikan, AKBP Alex tidak secara gamblang menyebutkan waktu. Dengan diplomatis Ia menyampaikan, biasanya setelah diungkap ada beberapa yang memang akan tertutup sendiri.

“Nah itu yang susah kita sampaikan. Kemarin begitu saya ungkap dua terus beberapa tempat langsung otomatis tutup. Dan kita akan terus kejar. Kita ungkap. Kita kembalikan ke ranahnya. Kalau melanggar hukum kita akan tegakkan. Kalau dia melakukan pelanggaran administrasi kita kembalikan sesuai dengan prosedur,” paparnya.
Pantauan media ini di lapangan, penambangan ilegal di Lumajang masih terus berlangsung, bahkan ada yang terang-terangan menggunakan alat sedot/ sedotan. Stock pile pasir stock pile pasir yang diduga illegal, juga semakin menjamur, termasuk di daerah JLS, Jugosari. ADM



















