LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA – PCNU Kabupaten Lumajang menutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 melalui resepsi yang digelar di Aula Kementerian Agama Lumajang,Sabtu(8/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri sekitar lima ratus warga Nahdliyin, terdiri dari pengurus cabang, MWC, badan otonom, lajnah, serta para penggerak NU di berbagai wilayah.
Acara dibuka dengan penyampaian laporan oleh Ketua Panitia, KH Asir SH MH. Ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini mengangkat tema kemandirian santri dan dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan selama beberapa hari Asir menyampaikan
“Seluruh rangkaian acara dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak. Tema kemandirian kami pilih agar santri semakin siap menghadapi tantangan sosial dan keagamaan ke depan,”paparnya.
Ketua PCNU Kabupaten Lumajang, KH Dr Muhammad Darwis MPd, memberikan apresiasi terhadap kerja panitia dan elemen NU yang terlibat. Ia menekankan pentingnya penguatan peran sosial santri dalam kehidupan masyarakat.
“Santri harus memiliki kepekaan sosial. Di mana pun santri berada, mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk setiap persoalan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan penutupan ini turut dimeriahkan dengan agenda Kembul Barokah, ditandai pembagian 100 tumpeng kepada warga Nahdliyin. Tradisi makan bersama tersebut dilakukan sebagai simbol kebersamaan dan wujud syukur atas terselenggaranya peringatan Hari Santri di Lumajang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, KH Dr Faishol MS, juga memberikan pandangannya mengenai pelaksanaan kegiatan oleh PCNU Lumajang dia menyatakan:
“Kegiatan Hari Santri berjalan tertib dan membawa manfaat bagi masyarakat. Kami berharap agenda seperti ini dapat terus diperkuat agar peran santri semakin nyata di tengah masyarakat,” tukasnya.
Selain itu, panitia memberikan penghargaan kepada Pondok Pesantren Miftahul Midat sebagai Juara 1 Lomba Digital Berita Video bertema “Berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Midat Lumajang”.
Acara resmi ditutup dengan makan bersama dalam format Kembul Barokah. Para peserta duduk berkelompok mengelilingi tumpeng, mengikuti tradisi khas pesantren yang menekankan kebersamaan dan kekompakan.
Melalui penutupan ini, PCNU Lumajang berharap kontribusi santri terhadap masyarakat dapat terus berkembang dan membawa dampak positif di berbagai bidang.



















