• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, April 21, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Daim : Hutan Benteng Terakhir Yang Menentukan Keselamatan Banyak Orang Bukan Sekadar Latar Kehidupan

pedoman_id by pedoman_id
Desember 25, 2025
in Uncategorized
0
Daim : Hutan Benteng Terakhir Yang Menentukan Keselamatan Banyak Orang Bukan Sekadar Latar Kehidupan

“Kalau hutannya gundul, air hujan pasti turun semua ke bawah.” (DAIM)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LUMAJANG (PI) – Pagi di lereng Gunung Lemongan selalu tiba dengan cara yang lembut. Embun menggantung di daun pinang, angin berembus pelan, dan cahaya matahari menyelinap di antara batang-batang tegak yang kini berdiri kokoh. Di sanalah Daim sering berhenti sejenak, menatap hutan yang hari ini hijau, seolah sedang bercermin pada masa lalu.

Tak banyak yang tahu, puluhan tahun silam kawasan ini pernah nyaris kehilangan harapan. Lereng yang kini rimbun dulunya gersang, tanahnya retak, air hujan turun tanpa penahan. Di tengah keadaan itulah Daim berdiri sendirian, percaya bahwa alam masih bisa diselamatkan, meski tak ada yang ikut percaya.

READ ALSO

Hari Pers Nasional, Kapolres Bondowoso Siap Menerima Masukan Membuka Ruang Klarifikasi dan Memperkuat Sinergi dengan Media

Mantan Menteri Agama Jadi Tersangka, Ini Penjelasannya

Daim bukan akademisi, bukan pejabat, apalagi aktivis lingkungan yang akrab dengan panggung besar. Ia hanyalah warga desa yang hidup dari alam dan belajar langsung dari perubahan-perubahan kecil di sekitarnya. Pengalamannya tak tertulis di buku, tetapi terpatri kuat dalam ingatan.

Satu peristiwa menjadi titik balik hidupnya. Banjir besar yang datang tiba-tiba menghanyutkan rumah keluarganya. Air turun dari gunung tanpa ampun. Sejak saat itu, bagi Daim, hutan bukan lagi sekadar latar kehidupan, melainkan benteng terakhir yang menentukan keselamatan banyak orang.

Ketika kebakaran hutan dan pembalakan liar merusak Gunung Lemongan, Daim memilih jalan sunyi. Pada tahun 1996, saat banyak orang mengejar hasil cepat dari kayu, ia justru memanggul ember berisi bibit, menapaki lereng curam seorang diri. Tak ada perintah, tak ada anggaran, tak ada janji hasil.

“Kalau hutannya gundul, air hujan pasti turun semua ke bawah,” katanya sederhana, seolah sedang menyampaikan hukum alam yang paling dasar.

Ia menanam dengan kesabaran yang nyaris tak masuk akal. Sirsak, kopi, alpukat, semuanya pernah dicoba. Banyak yang gagal. Bibit dimakan hewan liar, patah diterpa angin, atau mati sebelum tumbuh kuat. Hingga akhirnya, pinang bertahan.

Akar pinang mencengkeram tanah dengan kuat. Batangnya tegak, daunnya membantu menahan laju air hujan. Dari sanalah Daim menemukan harapan yang selama ini ia cari, bukan dari hasil panen, tetapi dari tanda-tanda kehidupan yang kembali.

Hari-harinya diisi dengan membuka semak, menggali tanah, dan menyusun batu demi batu agar bisa mencapai lokasi tanam. Tubuhnya lelah, tangannya kapalan, kakinya sering luka. Namun yang paling menyakitkan justru bukan rasa lelah, melainkan suara-suara sumbang dari sekitarnya.

Ia ditertawakan, disebut gila, dianggap membuang waktu. Menanam pinang dinilai tak punya nilai ekonomi. Saat harga pinang jatuh, hasil panennya bahkan tak cukup untuk membeli beras. Namun Daim tetap datang ke hutan, hari demi hari, tanpa jeda.

“Ada waktu saya hampir percaya omongan orang. Tapi waktu lihat gunung mulai hijau, hati saya tenang,” ujarnya jujur.

Bagi Daim, hijau adalah tanda kehidupan. Tanda bahwa air hujan tidak lagi turun dengan amarah. Tanda bahwa anak-anak di bawah gunung bisa tidur lebih nyenyak saat musim hujan datang tanpa ketakutan.

Tahun-tahun berlalu, dan perubahan pelan-pelan terlihat. Pinang tumbuh melingkari lereng, membentuk sabuk alami penahan erosi. Jurang yang dulu dalam mulai dangkal. Banjir tak lagi menjadi cerita tahunan yang menakutkan.

Tanpa disadari, apa yang dulu ditertawakan mulai ditiru. Ketika harga pinang membaik, warga berdatangan. Mereka menanam, memanen, dan menggantungkan hidup dari pohon-pohon yang dulu dianggap tak berharga.

Daim tak pernah merasa paling berjasa. Ia tidak marah ketika orang datang belakangan. Ia justru tersenyum melihat hutan kembali hidup. “Yang penting hutannya hidup,” katanya singkat.

Manfaat hutan pinang kini dirasakan banyak orang. Ada yang memanfaatkan pelepah, ada yang mencari pakis, ada pula yang bekerja sebagai buruh panen. Jalan setapak yang dulu Daim susun dari batu kini menjadi akses rezeki bersama.

Namun jalan sunyi itu tak selalu mulus. Niat baiknya sempat diuji oleh birokrasi. Ia diminta mengurus izin, dipertanyakan legalitasnya, bahkan hampir kehilangan kesempatan menerima penghargaan karena dianggap menanam tanpa prosedur.

Daim tak melawan, tetapi juga tak gentar. “Saya menanam supaya tidak ada bencana. Kalau ada apa-apa, kami yang pertama kena,” ucapnya mantap.

Ketulusan itu akhirnya menemukan jalannya. Pada tahun 2022, Daim menerima Kalpataru, penghargaan tertinggi bagi pejuang lingkungan. Bukan sebagai akhir perjuangan, melainkan pengakuan atas kerja sunyi yang telah lama ia lakukan.

Kini usianya tak lagi muda. Langkahnya lebih pelan, tetapi matanya tetap berbinar setiap kali berbicara tentang hutan. Ia tahu, waktunya di lereng gunung tak akan selamanya.

Pesannya sederhana, ditujukan pada generasi muda. “Tidak perlu jadi orang hebat untuk menjaga alam. Cukup mau menanam dan merawat.”

Bagi Daim, hutan adalah warisan. Dan setiap pohon pinang yang berdiri hari ini adalah bukti bahwa kesabaran, meski sering disalahpahami, pada akhirnya selalu menemukan maknanya. ADM (Sumber : Kominfo)

Related Posts

Hari Pers Nasional, Kapolres Bondowoso Siap Menerima Masukan Membuka Ruang Klarifikasi dan Memperkuat Sinergi dengan Media
Uncategorized

Hari Pers Nasional, Kapolres Bondowoso Siap Menerima Masukan Membuka Ruang Klarifikasi dan Memperkuat Sinergi dengan Media

Februari 11, 2026
Mantan Menteri Agama Jadi Tersangka, Ini Penjelasannya
Uncategorized

Mantan Menteri Agama Jadi Tersangka, Ini Penjelasannya

Januari 12, 2026
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat
Uncategorized

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Januari 12, 2026
Bupati Lumajang Bunda Indah Ajak Kepala Desa Perkuat Soliditas
Uncategorized

Bupati Lumajang Bunda Indah Ajak Kepala Desa Perkuat Soliditas

Januari 7, 2026
‘Manifesto Masjid Nabi’, Legasi Kiai Pencetus Revolusi Kemasjidan
Uncategorized

‘Manifesto Masjid Nabi’, Legasi Kiai Pencetus Revolusi Kemasjidan

Januari 3, 2026
Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Perbanyak Doa, Empati, dan Evaluasi Diri
Uncategorized

Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Perbanyak Doa, Empati, dan Evaluasi Diri

Januari 3, 2026
Next Post
Buku Dalam Hening Kami Bicara Dilaunching, Santri Lubangsa Utara Menyapa Dunia Lewat

Buku Dalam Hening Kami Bicara Dilaunching, Santri Lubangsa Utara Menyapa Dunia Lewat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Polres Lumajang Gelar Sholat Gaib untuk Affan Kurniawan

Polres Lumajang Gelar Sholat Gaib untuk Affan Kurniawan

Agustus 30, 2025
Jangan Buru-Buru Gunakan Polisi untuk Menindak Pemasangan Bendera One Piece

Jangan Buru-Buru Gunakan Polisi untuk Menindak Pemasangan Bendera One Piece

Agustus 2, 2025
Suami Kendalikan Istri Edarkan Narkoba dari Lapas Lumajang

Dua Pencuri Sapi Ditangkap

Juli 16, 2025
Ratusan Takjil Buka Puasa Dibagikan Satlantas Polres Lumajang ke Pengguna Jalan

Ratusan Takjil Buka Puasa Dibagikan Satlantas Polres Lumajang ke Pengguna Jalan

Maret 30, 2024
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In