LUMAJANG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, H. Bukasan, S.Pd, menilai, pemerintahan Kabupaten Lumajang saat ini stagnan, termasuk dalam hal peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia), pengembangan pariwisata, dan sektor-sektor lainnya.
“Tidak mengalami peningkatan signifikan. Soal IPM misalnya. Yang naik itu persentasenya di variabel variabelnya antara lain angka lama orang hidup itu, harapan hidup sampai kesehatan. Kemudian ada indeks pendidikan.
“Nah, yang naik itu di prosentase pendidikannya itu, bukan kenaikan dalam rangking di provinsi. Kalau yang naik di variabel yang saya sebutkan itu tidak berarti menggeser di rangking posisi 36 dari 38 kabupate/ kota se Jawa Timur”, ujar Bukasan blak blakan.
Menurutnya, untuk menaikkan IPM dari nomer 3 dari bawah dibutuhkan kerja ekstra, terutama angka lama rata-rata anak sekolah. Dan kalau hanya 65 persen berarti mereka tidak sampai lulus SMP/ tidak sampai SMA. “Salah satu faktor saja yang naik, misalnya hanya daya beli masyarakat yang naik atau lama sekolah saja yang naik tidak secara otomatis mempengaruhi kenaikan yang lainnya”, ungkap pria yang masuk dalam pembicaraan publik sebagai salah satu calon Bupati Lumajang 2024.
Bagaimana dengan angka kemiskinan dan pengangguran menurun? Bukasan menjelenterehkan, meskipun angka kemiskinan katanya berkurang dan angka pengangguran menurun itu dampaknya hanya di variabel kemampuan daya beli masyarakat. Kecuali kalau semua variabel itu naik maka IPM akan naik.
“Saya tetap masih melihat tahun 2023 (bukan 2024) angka kemiskinan menurun, kemudian pengangguran terbuka masih masih tinggi. Artinya, orang yang asalnya miskin menjadi tidak miskin itu indikasinya bukan karena bekerja. Bisa jadi karena banyaknya bantuan sosial, PKH, atau bantuan lainnya sama saja rakyat semakin membutuhkan bantuan tapi tidak mandiri.Kalau tidak mandiri suatu ketika akan miskin lagi karena perputaran ekonominya tidak jalan. Makanya, pemerintah jangan bangga misalkan dengan angka kemiskinan menurun. Lebih baik bangga kalau misalkan angka pengangguran terbukanya semakin sedikit. Dengan demikian berarti banyak orang kerja. Bisa kerja mandiri,” papar kader tulen PDI Perjuangan ini.
Sementara itu, Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni (Yuyun) menyampaikan sebelumnya, bahwa Lumajang mengalami kenaikan PAD dan IPM. “PAD kita naik, ya kan? Terus habis gitu, angka kemiskinan turun, Loh apalagi? IPM kita juga naik. Naik dari 36 ke 35, ya,” ujarnya sambil menoleh ke Agus Triyono Sekda Lumajang yang ada di sampingnya.
Bukasan menambahkan, pihaknya juga melihat Pemerintah Lumajang hampir 5 tahun ini tidak mampu medatangkan investor yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Lumajang.
“Saya melihat investor yang mau berinvestasi di Lumajang, stagnan. Padahal, dengan masuknya investor akan tercipta banyak orang bekerja. Gak tahu ya, kok sulit investor mau masuk Lumajang. Kayaknya ruwet gitu. Gak tahu ruwetnya dimana,” imbuh pria yang sudah empat periode menjadi wakil rakyat di DPRD Lumajang ini. RED


















