
PEDOMANINDONESIA,CO.ID – Lumajang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang belum memiliki gedung BLK (Balai Latihan Kerja). Oleh karena itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota pisang ini berusaha keras dan berkesinambungan untuk mengadakan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan pasar.
Pelatihan yang digelar Disnaker setidaknya memberikan modal dasar ke masyarakat untuk mempunyai sertifikasi kompetensi. Jadi, di samping SDM formal yang mereka dapat dari dunia pendidikan, mereka juga punya kompetensi yang bisa dibutuhkan ketika akan terjun ke dunia kerja/ bekerja.
Subechan, SE. MM, Kepala Disnaker Lumajang, via seluler menyampaikan, pendirian BLK masih membutuhkan anggaran yang besar. Harus menyiapkan lahan, gedung, infrastruktur, menyiapkan operasional, dan tetek bengek lainnya.
“Untuk itu kami memilih percepatan-percepatan dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan. Masyarakat tidak harus menunggu BLK. Tahun ini kita mengadakan pelatihan otomotif, las, dan listrik. Pelatihan dilakukan selama 20 hari. Ada yang 40 hari. Peserta akan mendapatkan teori, praktek, dan uang saku. Masing-masing pelatihan terdiri dari 20 orang,” ujarnya.
Dia memaparkan, peserta yang mengikuti pelatihan sudah diseleksi oleh tim. Hanya yang memenuhi syaratlah yang bisa mengikuti pelatihan tersebut. Adapun persyaratannya antara lain ; usia 18-35 tahun sesuai usia kerja, ber KTP Lumajang, sanggup mengikuti pelatihan hingga selesai/ tidak boleh bolos.
“Gak boleh bolong-bolong alias bolos. Karena kalau bolong-bolong, kadang masuk kadang libur nanti ilmunya gak nyampek. Akan ketinggalan materi, apalagi praktek. Pelatihan ini akan dilakukan secara berkesinambungan setiap tahun dengan beragam pelatihan baru sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Makanya, kami ingin masyarakat memberikan masukan apa sih yang dimaui mereka dalam dunia kerja. Keterampilan apa yang mereka inginkan. Di samping itu, kami juga akan mengadakan pelatihan sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan,” pungkasnya.
Diharapkan peserta yang sudah dilatih dan punya modal usaha sendiri bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Sementara peserta pelatihan yang dinyatakan lulus tapi belum punya modal usaha setidaknya mereka sudah mengantongi sertifikat kompetensi untuk bisa diterima di perusahaan yang membutuhkan skillnya.
Berikut jadwal pelaksanaan pelatihan:
a. Pelatihan Otomotif mulai 25 Agustus – 13 September 2025
b. Pelatihan Las mulai 1 September – 10 Oktober 2025
c. Pelatihan Kelistrikan Banguna mulai 20 Oktober – 8 November 2025
Subechan berharap ada sinkronisasi antara pengusaha, disnaker, Kadin, dan dunia pendidikan utamanya SMK sehingga Lumajang akan semakin diminati oleh investor. “Jadi, ada sinkronisasi antara para pengusaha, disnaker, dan induk organisasi pengusaha utamanya Kadin dan dunia pendidikan khusunya SMK,” imbuhnya. ADM



















