• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Kamis, April 16, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengajuan Perubahan Kolom Agama KTP Meningkat di Ponorogo, Ini Reaksi Putra Pendiri Gontor

pedoman_id by pedoman_id
September 19, 2025
in Nasional
0
Pengajuan Perubahan Kolom Agama KTP Meningkat di Ponorogo, Ini Reaksi Putra Pendiri Gontor

Wakil Rektor I Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi.

0
SHARES
68
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PEDOMANINDONESIA.CO.ID – Prof. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, Putra pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor yang juga Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo, merespon fenomena meningkatnya warga Ponorogo yang mengganti kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi penghayat kepercayaan. 

Menurut dia, langkah ini berpotensi mengganggu persatuan bangsa dan menimbulkan konsekuensi serius bagi kehidupan bernegara.

READ ALSO

Timbun 1.000 Tabung Pangkalan LPG Di Jarit Lumajang Ditutup

ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran

“Itu saya rasa tidak produktif bagi persatuan bangsa. Kalau selama ini eksistensinya di masyarakat diakui dan di KTP menjadi pengamal Islam itu tidak masalah. Tapi kalau dia sudah diakui eksistensinya dalam bentuk formal, itu nanti dia akan menuntut eksistensi lebih dari itu,” ujar Prof. Hamid saat seperti dilansir Republika, Jumat (20/9/2025).

Guru Besar Filsafat Islam ini mengingatkan jika semua aliran kepercayaan di Indonesia diresmikan sebagai agama, negara akan menghadapi beban yang tidak ringan.

“Kan jumlahnya ratusan percayaan itu. Kalau itu semuanya diakui, bagaimana negara akan memikirkan agama-agama itu? Selama ini saja kita dengan lima agama yang ada, kita sudah banyak kecemburuan yang tidak berkesudahan itu, soal gereja, soal masjid, dan lain sebagainya,” ucap dia.

Hamid bahkan mengingatkan soal dampak praktisnya, seperti tuntutan hak hari libur keagamaan. “Kalau agama ini nanti resmi, dan semua agama diberi hak untuk menjadi agama resmi, dan jumlahnya itu ratusan, kita akan mempunyai hari libur 100-200 hari. Ya kalau setiap agama meminta hari liburnya masing-masing, bubarlah negara ini,” kata dia.

Ia pun menekankan, umat Islam justru memiliki tradisi toleransi yang kuat, sehingga kekhawatiran “negara dikuasai Islam” tidak beralasan. 

“Apa salahnya kalau negara ini dikuasai oleh Islam, sementara Islam memberi hak kepada setiap orang untuk hidup berdampingan? Justru bahaya kalau dikuasai agama lain, seperti yang terjadi di India atau di Barat, umat Islam jadi minoritas yang tidak dihormati,” jelas dia.

Karena itu, Hamid mendesak pemerintah untuk tidak mengakomodasi permintaan perubahan kolom agama tersebut. “Saya usul pemerintah tidak menerima ini. Kalau diterima, akan jadi preseden buruk bagi persatuan bangsa,” ujarnya.

Sebelumnya, permohonan perubahan kolom agama di KTP menjadi penghayat kepercayaan di Ponorogo meningkat signifikan dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ponorogo, sejak Juli hingga September 2025, tercatat 62 warga mengajukan perubahan identitas menjadi penghayat kepercayaan, sementara sebelumnya rata-rata hanya 3-5 orang per bulan.

Kepala Disdukcapil Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa lonjakan itu terjadi karena semakin banyak warga merasa lebih leluasa mengidentifikasi diri sebagai penghayat. Fenomena ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, khususnya terkait dampaknya terhadap interaksi sosial di daerah yang dikenal sebagai basis pesantren tersebut.

Tidak ada syarat khusus

Pejabat Fungsional Bidang Catatan Sipil Kelahiran dan Kematian Dispendukcapil Ponorogo Puryanti, Rabu (17/9/2025), mengatakan, kebijakan perubahan isi kolom agama ini mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 yang mengakui hak penganut kepercayaan dalam administrasi kependudukan.

“Dari 62 pemohon, ada satu di antaranya anak-anak yang kolom agamanya di Kartu Identitas Anak (KIA) juga diisi penghayat kepercayaan,” ujar dia.

Puryanti menegaskan tidak ada persyaratan khusus bagi masyarakat yang ingin mengganti isi kolom agama menjadi penghayat kepercayaan.

Pemohon hanya perlu membawa KTP lama, Kartu Keluarga (KK), atau KIA bagi anak, serta surat keterangan dari pemangku kepercayaan masing-masing.

“Yang penting aliran atau kelompoknya memiliki legalitas formal berupa surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM. Semua layanan gratis dan bisa diurus di kantor Dispendukcapil atau Mal Pelayanan Publik,” kata dia.

Ia menjelaskan, pada dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan KIA, kolom agama akan tercetak sebagai “Penghayat Kepercayaan” tanpa menyebut nama aliran.

Meski demikian, pemohon diminta menuliskan secara lengkap nama aliran atau kelompok kepercayaan pada formulir sebagai data internal administrasi.”Nama aliran hanya muncul di sistem, sedangkan yang tercetak tetap penghayat kepercayaan,” tambah dia. ADM (Sumber : Republika.co.id)

Tags: Hamid Fahmy Zarkasyikolom agamaWakil Rektor I Universitas Darussalam Gontor

Related Posts

Timbun 1.000 Tabung Pangkalan LPG Di Jarit Lumajang  Ditutup
Daerah

Timbun 1.000 Tabung Pangkalan LPG Di Jarit Lumajang Ditutup

April 12, 2026
ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran
Daerah

ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran

Maret 13, 2026
Menu MBG di Tempursari dan Sukodono Lumajang Ada Belatung dan Baunya Busuk
Daerah

Menu MBG di Tempursari dan Sukodono Lumajang Ada Belatung dan Baunya Busuk

Maret 11, 2026
Perang Iran Vs AS, PBNU Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah Setiap Shalat
Internasional

Perang Iran Vs AS, PBNU Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah Setiap Shalat

Maret 2, 2026
104 Pertandingan Tayang Gratis, TVRI Resmi Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2026
Nasional

104 Pertandingan Tayang Gratis, TVRI Resmi Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2026

Februari 21, 2026
Empat Skema Penyaluran MBG Selama Ramadan
Nasional

Empat Skema Penyaluran MBG Selama Ramadan

Februari 12, 2026
Next Post
Hari Santri 2025 Dibuka di Ponpes Tebuireng, Tema Kawal Indonesia Merdeka 

Hari Santri 2025 Dibuka di Ponpes Tebuireng, Tema Kawal Indonesia Merdeka 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

Komisi A DPRD Lumajang Apresiasi BKD Lumajang atas Kinerja dan Pengembangan SDM

Komisi A DPRD Lumajang Apresiasi BKD Lumajang atas Kinerja dan Pengembangan SDM

Agustus 8, 2024
REAKTUALISASI SYUKUR KEMERDEKAAN: Merajut Jembatan Makna Surah Ibrahim Ayat 7

‎Gelombang Demonstrasi dan Akumulasi Kemarahan Rakyat

September 13, 2025
Polsek Pasrujambe Bagikan Takjil kepada Pengendara dan Warga di Jalan Desa Pasrujambe

Polsek Pasrujambe Bagikan Takjil kepada Pengendara dan Warga di Jalan Desa Pasrujambe

Maret 6, 2026
Amankan Acara Sholawatan Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf Polisi Terjunkan Ratusan Personil

Amankan Acara Sholawatan Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf Polisi Terjunkan Ratusan Personil

Agustus 15, 2023
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In