LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak hanya menggantungkan dana transfer dari Pemerintah Pusat untuk memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Pj. Bupati Lumajang, Indah Wanyuni. “Struktur APBD kita tergantung dana transfer. Kita tidak mau hanya dari itu. Oleh karena itu, maka PAD kita harus ditingkatkan. Dari mana? Dari sektor pajak, terutama dari PBB, pajak restoran dan hotel, serta minerba”, ujar Yuyun, panggilan karib Indah Wahyuni didampingi Asisten, M. Taufiq dan Plt Kadis Kominfo, Gus Mustaqiem.
Menurutnya, ketiga pajak ini akan dikerja samakan dengan Kejari agar bisa PAD nya meningkat.
Dia juga menyatakan akan turun ke wilker wilker agar mereka bekerja lebih maksimal dalam pelayanan dan peningkatan PAD. “Kita kan sudah punya Aplikasi Lumajang TULEN. Udah jad tuh. Ini yang akan kita maksimalkan. UMKM yang jumlahnya sekitar 496 sudah masuk ke Lumajang TULEN. Dan mereka sudah tergabung di Lumajang TULEN diharapkan membuka rekening di BPR Bank Jatim.
“Jadi, di samping ada penguatan pada BPR juga membantu meningkatkan PAD BPRD”, ungkapnya.
Pihaknya, ujar Yuyun, kini sudah memakai Smart City. “Dimana kita sudah bisa menggunakan kartu kredit pemerintah. Dengan begitu maka kebocoran PAD bisa terkurangi,” ujarnya.
Yuyun juga menegaskan kepada seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk membenahi Lumajang secara bersama sama. “Saya bilang ke teman teman ASN, bahwa saya juga ASN. Hanya kebetulan dijadikan Pj. Bupati. Makanya, ayo sama sama benahi Lumajang. Ini saya sampaikan ke OPD OPD (organisasi Perangkat Daerah, Red). Dan wartawan bisa tersampaikan ke publik,”paparnya.
Dia juga menyinggung soal PAD Lumajang yang mengalami kenaikan dari sekitar Rp. 320 miliar naik menjadi 350 miliar, sementara APBD masih sekitar Rp 2 triliun.
Di akhir statmennya Yuyun berharap media bisa memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam hal publikasi. “Kalau ada kekurangan mengenai kebijakan pemerintah daerah, silahkan kritik. Tapi kritiknya membangun,” tuturnya. ADM



















