
LUMAJANG – H. Akhmat, ST, Wakil Ketua DPRD Lumajang, menyampaikan, Lumajang memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi sebuah kabupaten yang berkarakter dan inovatif.
“Kabupaten yang memiliki karakter sendiri ini harus dikembangkan dengan inovasi bersama, mulai dari kepala desa hingga pengambil kebijakan di level atas. Saya yakin lima tahun ke depan Lumajang bisa menjadi kabupaten yang inovatif berbasis karakter Kabupaten Lumajang sendiri”, ujar H. Akhmat ST, Wakil Ketua DPRD Lumajang.
Menurutnya, potensi pertanian adalah potensi terbesar yang tata kelolanya ada di tangan masyarakat.
Sebagian besar petani kita hidup dari pertanian. Mulai dari tanaman pangan, sampai kepada tanaman industri mulai dari gula sampai dengan sengon.
“Maka kedepan, pemerintah harus memiliki kebijakan yang inovatif terlebih bidang pertanian, termasuk di dalamnya soal anggaran,” ujar politisi PPP ini.
Dipaparkan, di luar kegiatan musrenbang, para kepala desa dan camat harus satu forum untuk membahas persoalan yang dihadapi para petani di pedesaan. Dari forum-forum kecil ini kemudian lahir kebijakan yang bersifat lokal misalnya di bidang pertanian.
Peran camat harus ditingkatkan dari sekedar tugas administratif menjadi tugas-tugas konsolidasi persoalan pembangunan di wilayahnya.
Anggaran juga harus disiapkan untuk peran-peran strategis para camat. “Jangan sampai ketika camat digerakkan menghadapi persoalan pembangunan kemudian masalah yang muncul adalah tidak adanya anggaran. Perspektif ini yang harus mulai dirubah,” ungkap pria yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Lumajang ini.
H. Akhmat menambahkan, kemajuan Kabupaten Lumajang tidak bisa didasarkan kepada keberhasilan daerah lain, tapi secara mandiri dirumuskan dengan karakter Lumajang sendiri.
Jangan sampai Lumajang menjadi replika daerah lain. Persoalannya berbeda, kemampuan anggarannya tidak sama. Potensinya juga tidak mungkin sama. Maka rumusannya mesti beda. Ini yan selama ini sering kita abaikan.
“Mecontoh itu baik, tapi pada level tujuannya, sementara untuk pola dan metodenya harus presisi dengan potensi yang ada. Dan yang tak kalah penting perlunya sebuah kebijakan yang berani dan keluar dari model yang selama ini ada dengan semangat baru kemajuan Kabupaten Lumajang,” imbuhannya. ADM


















