PEDOMANINDONESIA.CO.ID – “Bersihkan jiwamu. Luruskan pikiranmu. Bersamai rakyat. Perjuangkan hak hak rakyat. Setiap minggu fraksi dan seluruh jajaran pengurus turun ke masyarakat untuk bisa memonitor perkembangan apa yang terjadi di masyarakat. Dan Partai Golkar membuat sebuah rumah mulai dari bawah hingga pusat sebagai Rumah Aspirasi. Di situlah kita akan mengolah aspirasi masyarakat,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si, saat diwawancarai sejumlah media di acara Musda Partai Golkar Lumajang ke-XI, Minggu (21/9/2025).
Disinggung soal suara Partai Golkar di Lumajang tergolong masih kecil, dengan diplomatis Ali Mufthi, menuturkan, ketika didampingi oleh Bupati Lumajang (Bunda Indah, Red), perolehan suara Partai Golkar bisa bertambah ” dari kecil dulu kemudian naik agak besar sedikit.
“Insya Allah,” celetuk Bunda Indah Bupati Lumajang yang berdiri di samping Ali Mufthi. Ia menambahkan bahwa Golkar harus selalu membersamai rakyat, membersamai pemerintah daerah dalam membangun masyarakat. “Ini wajib bagi Partai Golkar,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Bunda Indah, menegaskan, sebagai kepala daerah yang salah satunya diusung oleh Partai Golkar, dirinya berkomitmen untuk bergandengan tangan.
“Yang pertama membangun Kabupaten Lumajang bersama-sama dengan masyarakat. Yang kedua tentu kita berharap Partai Golkar semakin maju dan berkembang di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.
Apa bentuk bergandengan tangan yang dimaksud Bunda Indah? Disodori pertanyaan ini, Bunda Indah hanya tertawa lepas. “Itu rahasia dapur lah,ya…” ujar Ali Mufthi, menimpali lalu tertawa. “Harapannya Partai Golkar semakin keren,” tutur Bunda Indah.
Sementara itu Drs. H. Suigsan, Ketua DPD Partai Golkar terpilih, menyampaikan, dirinya punya target masing-masing dapil ada satu kursi dewan dari Partai Golkar.
“Kalau tiga kursi ke bawah itu kecil. Termasuk menengah ke bawah. Kalau lima kursi ke atas itu ideal, realitas yang harus diwujudkan. Makanya untuk mencapai target suara lebih dari lima kursi di dewan, kita harus menyiapkan anak-anak muda agar bisa masuk di struktur kepengurusan periode ini,” pungkasnya.
Dipaparkan, dalam Musda Partai Golkar tidak ada istilah menang atau kalah. Ini dinamika politik. Jika dirinya terpilih lagi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lumajang Periode 2025-2030 merupakan sebuah amanah yang harus dilaksanakan secara bersama sama untuk membesarkan partai Golkar.
“Karena Golkar bersifat terbuka dan menerima siapapun,” imbuhnya. ADM



















