https://vt.tiktok.com/ZSmehutnG/
BONDOWOSO (PI) – Orang dalam Gangguan Kejiwaan (ODGJ) di Desa Sukosari Kidul Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, meresahkan warga karena bersenjata tajam.
ODGJ inisial SU (26) yang kerap mengancam keselamatan warga itu sudah dievakuasi ke RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (7/2/2026) kemarin.
Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat mengamuk sambil membawa senjata tajam dipastikan merupakan kasus lama yang kembali kambuh.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso menyebut, kambuhnya pasien dipicu terputusnya pengobatan serta minimnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu (8/2/2026) dari perangkat Desa Sukosari Kidul melalui Sekretaris Dinas Sosial.
Namun kata dia, saat petugas hendak melakukan penanganan, pasien diketahui telah lebih dahulu dievakuasi oleh pihak keluarga ke RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dan kini menjalani perawatan intensif di Ruang Seroja.
“Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa pasien ini merupakan pasien lama. Ia pertama kali terdata mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2014,” jelas dr. Imron.
Temukan lebih banyak
Layanan konsultasi media
Berita ekonomi terkini
E-book tentang teknologi terbaru
Menurutnya, kekambuhan yang dialami pasien disebabkan tidak optimalnya sistem pendukung, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, pasien juga diketahui tidak menjalani pengobatan secara rutin atau putus pengobatan berbulan-bulan.
“Pasien ODGJ wajib minum obat dan kontrol secara berkesinambungan. Ketika pengobatan terputus dalam waktu lama, potensi kambuhnya sangat besar,” terangnya saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Sebelum dievakuasi, pasien sempat menunjukkan perilaku agresif dan mengancam keselamatan warga dengan membawa senjata tajam.
Beruntung kata dia, situasi tersebut dapat segera dikendalikan setelah pasien mendapatkan penanganan medis dan obat penenang.
“Pasien dalam kondisi gaduh dan gelisah, sempat mengancam secara fisik. Alhamdulillah, saat ini sudah bisa diatasi dan kondisinya mulai stabil,” imbuhnya.
Ke depan lanjut dia, Dinsos P3AKB Bondowoso memastikan akan memanggil keluarga pasien setelah masa perawatan medis selesai.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi terkait perawatan jangka panjang ODGJ, termasuk pentingnya terapi sosial serta pendampingan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan melakukan pertemuan dengan pihak keluarga untuk memberikan pemahaman tentang perawatan jangka panjang pasien ODGJ,” pungkasnya. ADM ( Sumber: TimesIndonesia).




















