Sebelum kuliah di Sospol (kini FISIP), beliau kuliah di FH Universitas Brawidjaya Cabang Jember, yang semula bernama Universitas Tawang Alun. Sebagaimana pernah diceritakan, dulu ada peristiwa Utrech. Sebenarnya Kak Um adalah salah satu korbannya. Beliau termasuk yang kena ‘cekal’ Prof Utrech. Maka banyak yg d.o. Tapi Kak Um tidak menyerah pada keadaan. Kalo pulang ke Sumsel tentu akan mengecewakan orang tuanya. Maka dia pindah haluan masuk ke Fakultas Sospol. Di sinilah beliau menyelesaikan kuliahnya dan akhirnya mengabdi sebagai dosen di almamaternya itu.
Gagal menemui tunangan
Beliau pernah berbagi cerita. Sebenarnya beliau telah punya tunangan di kampung halamannya. Memang dalam hal yang satu ini Kak Um pasrah sepenuhnya kepada orang tua.
Suatu saat beliau pulkam, selain untuk menjenguk orang tua juga ingin menemui tunangan dan calon mertuanya. Namun ada hal aneh. Segera sesampainya di kampung, ketika pamit utk menemui tunangannya, Kak Um dicegah oleh keluarganya. Tentu ini menimbulkan pertanyaan. Kak Um diminta istirahat dulu karena habis perjalanan jauh. Setelah istirahat cukup lama, Kak Um pamit lagi utk menemui tunangannya. Tapi lagi2 dicegah. Kak Um mulai merasa ada sesuatu yg disembunyikan keluarganya.
Benar ternyata, akhirnya ortunya membuka rahasia bahwa tunangan Kak Um itu telah meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilayhi raaji’uun.
Sayang, saya lupa menanyakan apakah beliau sudah sempat mengenal tunangannya itu apa belum. Jika menilik ceritanya yg ingin segera menemui tunangannya dan cerita beliau bahwa dalam hal yang satu itu beliau pasrah kepada orang tua, berat dugaan saya bahwa beliau memang belum pernah mengenal almarhumah.
Hal unik lain yang saya ingat adalah, seperti saya ceritakan di depan, kami kost berempat di tempat yg sama. Mereka bertiga berbicara dengan Bahasa Palembang, setidaknya jika ada saya, mereka berbahasa Indonesia dengan dialek Palembang. Akhirnya tak terasa saya ikutan berbicara dengan dialek mereka. Dan sedikit banyak saya ikutan bicara dalam Bahasa mereka, walaupun tertatih-tatih dan sering ditertawakan.

Ketika HMI Cabang Jember mengadakan Training, saya pun ikut mendaftar. Bertemulah saya dengan peserta2 lain dari seluruh Perti di Jember. Maka tak heran jika banyak teman2 menyangka saya orang Palembang. He he.
Melanjutkan Studi ke UI
Ketika saya masuk jajaran PBHMI periode 1979’1981, Kak Um mengambil studi S2 di UI. Beberapa kali kami bertemu. Bahkan pernah satu pesawat pulkam ke Jember. Akhirnya beliau menyelesaikan S2nya di bawah bimbingan Prof Miriam Budiardjo.
Pada 1983 atau 1984 Bang Asri pindah ke Jakarta. Kami bertiga bertemu mendiskusikan penerbitan tesis Kak Um menjadi buku. Kami bertiga membentuk PT bernama PT INTEGRITA DINAMIKA PRESS.
Maka diterbitkanlah tesis Kak Um dengan judul STRATEGI PPP 1973-1982. (Suatu Studi Tentang Kekuatan Politik Islam Tingkat Nasional). Saya habis2an begadang mengedit tesis tsb sehingga menjadi buku. Jangan bayangkan mengedit masa kini yang computerised dengan segala kemudahannya. Saya mengeditnya di atas kertas ketikan biasa. Prof Miriam memberi Kata Pengantar. Alhamdulillah buku tsb sering menjadi rujukan mahasiswa S2 maupun S3 yg ingin mengkaji PPP.
Kalau tak salah karya Kak Um itu adalah karya ilmiah pertama tentang PPP.
Selamat jalan Kak Um. Tak kan pernah kulupakan diskusi2 kita yg hangat disertai kepulan asap rokok kala itu. Karya ilmiah insyaallah akan dicatat sebagai amal shalih, ilmu yg bermanfaat. Aamiin.
Drs. H. Umaidi Radi, MA (mantan wakil dekan I FISIP Universitas Jember 1979-1982, salah seorang perintis HMI di Kabupaten Jember.
Beliau meninggal dunia pada hari Selasa, 27 Februari 2024, pukul 15.00 WIB, alamat duka Jl. Jawa IV Nomor 1 Jember.
Semoga Allah SWT memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya dan mengampuni segala dosanya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
(Imam Suhardjo HM)


















