
LUMAJANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang terus memperkuat sinergi dalam upaya pengurangan risiko bencana. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke BPBD Provinsi Jawa Timur dan BMKG Stamet Kelas I Juanda pada Selasa (11/2/2025) lalu.
Patria menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat kerja sama dalam pengelolaan kebencanaan, mencakup mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana. Ia menegaskan pentingnya koordinasi antara daerah dan provinsi agar penanganan bencana bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.
“Kami ingin memperkuat koordinasi dengan BPBD Jatim dan BMKG Juanda agar informasi kebencanaan lebih cepat diterima dan direspons dengan tepat. Kabupaten Lumajang memiliki risiko bencana yang cukup tinggi, sehingga kerja sama ini sangat penting,” ujar Patria saat dimintai keterangan di sela kegiatannya, Kamis (13/2/2025).
Dalam kunjungannya ke BPBD Jatim, rombongan BPBD Lumajang juga berkesempatan mempelajari berbagai teknologi mitigasi bencana yang tersedia di Taman Edukasi Bencana. Mereka mencoba simulator gempa dan sistem peringatan dini, yang menurut Patria sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami melihat langsung bagaimana sistem peringatan dini bekerja dan bagaimana teknologi ini bisa diterapkan di daerah rawan bencana seperti Lumajang,” tambahnya.
Setelah dari BPBD Jatim, kunjungan dilanjutkan ke BMKG Stamet Kelas I Juanda. Di sana, rombongan mendapatkan penjelasan tentang peran data meteorologi dan klimatologi dalam perencanaan mitigasi bencana.
“Data cuaca dan iklim sangat berpengaruh dalam langkah mitigasi. Dengan informasi yang akurat, kita bisa mengantisipasi potensi bencana lebih dini dan mengambil tindakan yang lebih tepat,” jelas Patria.
Melalui kunjungan ini, BPBD Lumajang berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama dengan instansi terkait agar penanganan bencana di Lumajang semakin cepat, efektif, dan berbasis data yang akurat. **



















