LUMAJANG – Open Turnamen Catur Minak Koncar, digelar di Gedung Serbaguna Perumahan Bumi Biting Kutorenon Sukodono Lumajang, Minggu, 7 Juli 2024. Pesertanya kali ini sekitar 100 orang lebih. Berasal dari berbagai kabupaten termasuk Probolinggo, Jember, dan Kabupaten Lumajang sendiri.
Open Turnamen Catur Minak Koncar, digelar di Gedung Serbaguna Perumahan Bumi Biting Kutorenon Sukodono Lumajang, Minggu, 7 Juli 2024. Pesertanya kali ini sekitar 100 orang lebih dari berbagai kabupaten termasuk Probolinggo, Lumajang dan Jember.
Deddy Firmansyah, anggota DPRD Lumajang, dalam sambutannya, menyampaikan, selamat datang kepada seluruh peserta turnamen catur.
Dijelaskan, ini adalah tempat dimana lambang kerajaan Lamajang dulu berasal dari Desa Kutorenon, tepatnya di Dusun Biting.
“Jadi ini ada tamu dari luar kota. Selamat datang semoga bisa menikmati. Bisa enjoy. Bisa sambung silaturahmi. Tentu diperlombaan catur yang diadakan oleh klub berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif,” ungkapnya.
Deddy mengaku sangat senang sekali karena gedung ini, walaupun belum jadi 100 % tapi bisa dimanfaatkan. Bisa membuat kegiatan yang hari ini bisa mengundang tamu. Bisa mengundang banyak masyarakat di luar Desa Kutorenon untuk hadir.
“Insya Allah gedung ini di akhir tahun akan diselesaikan nanti oleh bapak Kepala Desa untuk finishing-nya.
Oleh masyarakat desa Kutorenon ataupun juga oleh masyarakat di luar Desa Kutorenon. Gedung ini boleh untuk olahraga, boleh untuk kegiatan hajatan, juga bisa untuk kegiatan-kegiatan lain yang membutuhkan gedung ini. Monggo ini gedung memang kita bangun untuk memfasilitasi kegiatan masyarakat agar tidak tidak perlu jauh-jauh. Kita punya aset Gedung Serbaguna yang nanti insya Allah akan terus dikembangkan dan terus akan dimanfaatkan bersama,” ungkapnya.

Hari ini diawali dengan Open Turnamen Catur pertama kali. Gedung ini dimanfaatkan. Semoga dengan adanya pembangunan gedung ini bisa bermanfaat. Bisa memberikan manfaat terutama untuk masyarakat di lingkungan yang kemudian untuk manfaat untuk masyarakat desa Kutorenon. Lebih luas lagi untuk masyarakat Kabupaten Lumajang.
Faisal Rizal, Kades Kutorenon, menyatakan, permainan catur membutuhkan strategi. Strategi bertahan dan membunuh. Jadi, terima kasih para senior yang sudah mengaplikasikan permainan catur ini kepada adik-adik, dimana adik adik ini akan menghadapi kehidupan selanjutnya. Menjadi generasi emas 2045.
Di dalam permainan catur banyak makna, dimana makna tersebut bisa diaplikasikan untuk kehidupan selanjutnya. Karena kehidupan selanjutnya, di era globalisasi ini adik-adik harus bisa bertahan.
“Kalau bisa menyerang. Tapi bukan menyerang untuk hal-hal yang negatif tapi yang positif termasuk di bidang pekerjaan. Tetap bermasyarakat. jadi intinya permainan catur ini sangat banyak maknanya bilamana kita betul-betul paham,” tukasnya.
Faisal Rizal juga mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini bisa berlangsung lancar. ADM



















