

Pedomanindonesia.co.id,LUMAJANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) informasinya akan mulai dilaksanakan pada 2025. Program ini membutuhkan anggaran cukup besar. Pemerintah pusat sendiri telah mengalokasikan dana khusus untuk memastikan program ini berjalan lancar, tetapi pemerintah daerah juga diminta untuk turut berkontribusi dalam pendanaan.
“Untuk sementara kita diwajibkan untuk mensukseskan visi misinya bapak Presiden Prabowo. Seebelumnya 20% kita diberi keleluasaan membangun infrastruktur dan lain-lain. Sekarang fokus MBG,” papar Moch. Rifal Andrianto, SE, Kepala Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Rabu, (19/3/2025).
Di Kecamatan Padang sendiri jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 4.000 orang, terdiri dari siswa sekolah dasar, ibu hamil, dan ibu menyusui. Jika satu porsi makanan dihitung seharga Rp15.000 per hari, maka total anggaran yang dibutuhkan setiap harinya adalah Rp 60 juta. Jika program berjalan selama 20 hari dalam sebulan, maka total anggaran per bulan mencapai Rp1,3 miliar hanya untuk satu kecamatan.

Jika angka ini dikalikan dengan jumlah kecamatan di Lumajang yang mencapai 21 kecamatan, maka total anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai puluhan miliar rupiah setiap bulannya. Angka ini tentu sangat besar dan membutuhkan manajemen keuangan yang ketat agar program tetap berjalan tanpa kendala.
“Pemerintah pusat memang sudah mengalokasikan anggaran, tetapi kita di daerah juga harus siap. Ini bukan angka kecil, tapi investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Selain tantangan dalam hal pendanaan, distribusi makanan dalam skala besar ini juga membutuhkan sistem yang baik. Jika tidak dikelola dengan optimal, program MBG bisa menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterlambatan distribusi hingga masalah kualitas makanan yang diberikan. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan keberhasilan program ini.

ADM



















