• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Rabu, April 22, 2026
Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
  • Sikap Redaksi
    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    Hutan Kota Lumajang Seperti Terbengkalai dan Jadi Tempat Mesum

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    DPRD Lumajang Akan Pantau Realisasi APBD Tahun 2022

    Berikut Kesimpulan Rapat Paripurna Lanjutan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Essai & Opini

Kartini Mau Dimadu : Kuatnya Budaya Zaman Itu Atau Strateginya Untuk Terus Berkarya?

pedoman_id by pedoman_id
April 22, 2026
in Essai & Opini, Nasional
0
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: SYAMSUDIN NABILAH*

Diakui atau tidak Raden Ayu (RA) Kartini adalah pahlawan yang berani memperjuangkan kesetaraan wanita. Bersuara nyaring atas nama emansipasi dan hak perempuan atas pendidikan.

READ ALSO

Kartini Melawan Ketimpangan Ketidak Adilan dengan Pena Bukan dengan Senjata

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah

Namun, dibalik kegigihannya muncul pertanyaan menggelitik kontradiktif, mengapa Kartini mau dan rela dimadu? Mengapa Kartini tidak protes? Apakah ini memperlihatkan kelemahannya sebagai pejuang emansipasi? Atau ini menunjukkan bahwa perempuan sebenarnya tidak berdaya, tunduk, dan patuh atas keputusan laki-laki?

Kartini menikah dengan Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat yang sudah punya istri. Dan sejarah berbicara, Kartini menerima pernikahan ini. Tidak muncul pemberontakan halus maupun protes kecil posisinya sebagai istri kedua.

Mungkin dalam kacamata awam kita jaman now, diamnya Kartini sebagai bentuk gagalnya mempertahankan sebuah prinsip. Padahal, realitasnya saat itu Ia sangat vokal memperjuangkan harga diri wanita (emansipasi).

Benarkah spirit emansipasi yang dia gaungkan hingga menggema seantero Indonesia hanya sebatas di atas kertas berupa tulisan? Benarkah ini bentuk penyerahan diri atas kenyataan budaya?

Sekilas, jika kita menilai jawabannya Kartini lemah dalam hal ini. Kita berpikir seharusnya Kartini menolak dan mengatakan “ini tidak adil”. Namun, bila kita tengok kembali konteks zamannya, jawabannya jauh lebih kompleks.

Alasannya, pertama adat istiadat pada masa itu sangat kuat. Poligami dianggap hal biasa, lumrah, tidak tabu, wabil khusus dengan bangsawan dan priyayi. Menentang pernikahan yang sudah disepakati oleh orang tua dan kalangan istana berarti melawan tatanan sosial yang ada.

Kartini menyadari bahwa perlawanan fisik atau penolakan keras hanya akan membuatnya dikurung lebih lama atau kehilangan kesempatan sama sekali untuk berkarya.

Kedua, ada strategi di balik kepatuhannya. Kartini melihat bahwa menikah dengan seorang Bupati justru mendapatkan “panggung” yang lebih luas. Ia tidak menikah karena butuh perlindungan laki-laki semata, tapi ia melihat peluang untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak dan wanita di Rembang.

Dalam surat-suratnya, terlihat bahwa Kartini menerima keadaan itu sebagai takdir, namun ia tidak membiarkan dirinya diremehkan. Ia tetap menjadi sosok yang cerdas dan dihormati oleh suaminya.

Apakah ini bentuk kepatuhan buta kepada laki-laki? jawabannya bisa “ya”. Ia tunduk pada aturan sosial, namun bukan karena lemah atau tidak punya pendirian. Kartini memilih perjuangan yang berbeda. Ia memilih untuk tidak melawan pernikahan itu. Ia melawan pemikiran sempit di dalamnya.

Meskipun menjadi istri kedua ia tetap bisa menjadi “ratu” di dalam pikirannya. Suaminya pun menghargai kecerdasannya dan mengizinkannya terus belajar serta mengajar.

Protesnya bukan dalam bentuk teriakan keras atau pembangkangan terhadap suami karena dipoligami, melainkan dalam bentuk karya nyata.

Melihat sisi lain, kita tidak bisa serta merta menyebut Kartini lemah. Justru, dia menunjukkan kecerdasan emosional yang tinggi. Ia paham bahwa untuk mengubah dunia, terkadang seseorang harus masuk ke dalam sistem itu terlebih dahulu.

Keputusannya menerima sebagai istri kedua bukanlah tanda inferioritas perempuan, melainkan bukti betapa beratnya adat yang harus dipatahkan.

Kartini mau mengajarkan bahwa perlawanan tidak selalu harus berupa perang terbuka. Kadang keteguhan hati untuk tetap berkarya dan berprestasi di tengah keterbatasan adalah bentuk perlawanan yang jauh lebih abadi.

Terlepas cara pandang kita terhadap RA. Kartini yang kontroversial, Kartini telah menjadi salah satu pejuang yang kemudian diakui sebagai pahlawan nasional.

Semoga hari ini Indonesia melahirkan Kartini Kartini baru yang bisa memperbaiki negeri ini. Selamat memperingati Hari Kartini 21 April 2026.

*)Penulis : Alumni Ponpes Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Mantan Ketua Umum HMI Cabang Jember Komisariat Sastra Universitas Jember.

Tags: AdatKartiniRa Kartin

Related Posts

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

Kartini Melawan Ketimpangan Ketidak Adilan dengan Pena Bukan dengan Senjata

April 22, 2026
PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah
Daerah

PPP Lumajang Antara Tantangan Nasional dan Kestabilan Daerah

April 20, 2026
Timbun 1.000 Tabung Pangkalan LPG Di Jarit Lumajang  Ditutup
Daerah

Timbun 1.000 Tabung Pangkalan LPG Di Jarit Lumajang Ditutup

April 12, 2026
Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual  ‎
Essai & Opini

Ambisi Nutrisi, Mandat Konstitusi, dan Jihad Intelektual ‎

Maret 14, 2026
ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran
Daerah

ASN di Lumajang Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Libur Lebaran

Maret 13, 2026
Menu MBG di Tempursari dan Sukodono Lumajang Ada Belatung dan Baunya Busuk
Daerah

Menu MBG di Tempursari dan Sukodono Lumajang Ada Belatung dan Baunya Busuk

Maret 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Nugraha Yudha Mudiarto Dicopot Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Diduga Selingkuh

Oktober 16, 2025
Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Ribuan Hama Ulat Bulu Serang Perumahan Biting Kutorenon Sukodono Lumajang

Mei 7, 2025
Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Sempat Terjadi Kericuhan Saat Eksekusi Rumah di Lumajang, Penghuni Tolak Pengosongan

Juni 11, 2025
Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Biar Aman Belilah Emas Antam di Tempat Resmi, Berikut Tempat Resminya

Maret 26, 2025
Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Lokasi Pusat Kota Lumajang, Komplotan Perampok Bersenjata Sikat Toko Emas Di Siang Bolong

Juni 21, 2025

EDITOR'S PICK

“Samar” Film Horor-Psikologis Akan Rilis 13 Maret 2025

“Samar” Film Horor-Psikologis Akan Rilis 13 Maret 2025

Maret 3, 2025
Berikut Nama Nama Mahasiswa Berprestasi STIH Jenderal Sudirman Beri Penghargaan Bersamaan dengan Seminar Nasional PPKS

Berikut Nama Nama Mahasiswa Berprestasi STIH Jenderal Sudirman Beri Penghargaan Bersamaan dengan Seminar Nasional PPKS

Oktober 10, 2025
Longsor di Perbatasan Lumajang-Malang-Jalan-Macet-dan-Ditutup

Longsor di Perbatasan Lumajang-Malang-Jalan-Macet-dan-Ditutup

Maret 1, 2025
Menteri PUPR Berjanji Bangun Jembatan Glidik Permanen Lumajang – Malang

Menteri PUPR Berjanji Bangun Jembatan Glidik Permanen Lumajang – Malang

Juli 10, 2023
Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Navigate Site

  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

Follow Us

No Result
View All Result
  • Sikap Redaksi
  • Olahraga Kesehatan
  • Nasional
  • Tokoh
  • Serba Serbi
  • Seni Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan & Agama
  • Susunan Redaksi Pedoman Indonesia

© 2023
PT. Sogindo Media Jaya
Perumahan Tukum Indah Blok S 21, RT 003 RW 016, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

CP/WA : 081217863602
Email : sogiindomediajaya@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In