
LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.CO.ID – Yudha Adji Kusuma, Wakil Bupati Lumajang, Jawa Timur, menyampaikan, keamanan dan ketertiban umum (trantibum) adalah prasyarat utama pembangunan daerah.
“Tanpa lingkungan yang aman, sulit bagi Lumajang untuk melahirkan iklim usaha, wisata, maupun pendidikan yang kondusif,” ujar Mas Yudha, sapaan akrabnya
saat melaksanakan Patroli Bersama di Kecamatan Sumbersuko.
Patroli yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga larut malam tersebut menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Pos Kamling Dusun Krajan, Desa Petaunan; Pos Kamling GASTER (Garasi Ternak) Dusun Karanganyar, Desa Purwosono; hingga kawasan wisata Kali Sejuk di Dusun Darungan.
Menurutnya, pembangunan daerah hanya bisa tumbuh berkelanjutan jika rasa aman hadir di tengah masyarakat. Tanpa itu, investasi sulit berkembang, potensi wisata tidak akan tergarap maksimal, dan dunia pendidikan terhambat untuk mencetak generasi unggul.
“Keamanan adalah fondasi dari pembangunan. Kalau masyarakat merasa tenang, maka ekonomi akan tumbuh, wisata berkembang, pendidikan kondusif, dan semua sektor bisa bergerak. Sebaliknya, jika lingkungan rawan, maka pembangunan akan jalan di tempat,” ungkap Mas Yudha.
Dipaparkan, aparat tidak mungkin menjaga keamanan sendirian. Karena itu, ia mengajak masyarakat kembali menghidupkan pos kamling, ronda malam, dan budaya gotong royong sebagai kunci menutup celah gangguan kamtibmas.
“Partisipasi masyarakat adalah benteng terkuat. Kamling jangan hanya jadi formalitas, tetapi harus menjadi budaya hidup. Dengan guyub rukun, kita bisa menjaga lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.
Patroli malam itu sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung di tengah warga, memastikan bahwa keamanan dijaga bersama, dari desa hingga dusun. Dengan sinergi ini, Lumajang diharapkan tidak hanya kondusif, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. ADM-KOM



















