PEDOMAN INDONESIA, LUMAJANG – Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Suhanto, angkat bicara terkait pengadaan sepeda motor untuk desa. Menurutnya, pengadaan tersebut bukan usulan kepala desa, melainkan bagian dari program pemerintah daerah.
“Itu bukan usulan kami para kepala desa. Kendaraan itu menggantikan motor lama dari Mega Pro tahun 2008 yang memang sudah tidak layak pakai,” ungkap Suhanto yang juga Kepala Desa Kebon Agung, Selasa (15/4/2025).
Menanggapi perbandingan antara motor matic seperti Honda PCX dan motor trail KLX, Suhanto menyebut pemilihan jenis kendaraan bersifat relatif. “Soal lebih enak PCX atau KLX, itu tergantung kebutuhan. Tapi kelebihannya, PCX juga bisa dipakai oleh ibu-ibu PKK, karena mereka juga bagian dari penggerak roda pemerintahan di desa,” katanya.
Ia juga menegaskan, sepeda motor yang diterima desa adalah inventaris milik desa, bukan untuk dimiliki pribadi. “Itu semua inventaris. Kalau memang nanti penggunaannya tidak diperbolehkan untuk bepergian setelah urusan saya keliling desa dan mampir di sebuah tempat, saya siap kembalikan,” ujarnya seraya menambahkan, biaya perawatan motor tersebut ditanggung pihak desa.
Seperti yang dilansir beberapa media, bahwa Pemkab Lumajang Jawa Timur akan memberikan kendaraan operasional baru untuk para kepala desa (kades) agar memperkuat layanan publik di desa dan bentuk komitmen nyata dalam mendukung kinerja pemerintahan desa di kabupaten setempat. Besarannya anggaran sekitar 6,7 miliar untuk 198 kepala desa se Kabupaten Lumajang. ADM



















