
LUMAJANG – Longsor terjadi di jalur perbatasan Lumajang-Malang, tepatnya di jalan piket nol masuk wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro pada pagi hari, sekitar pukul 08.20 WIB. Material longsor awalnya hanya menutup jalan sebagian, sehingga akses bagi kendaraan roda dua masih memungkinkan. Namun, kondisi tanah yang masih labil dan terus bergerak membuat para pengendara memilih untuk tidak melintas demi keselamatan.
Bram Budi Ridho, salah seorang warga yang melintas, menjelaskan situasi di lokasi kejadian. “Longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.20 hingga 08.25 WIB. Saat itu, material longsor baru menutup jalan, dan sebenarnya kendaraan roda dua masih bisa melintas. Namun, karena kondisi tanah yang masih labil dan terus bergerak, akhirnya para pengendara memilih untuk berbalik arah,” ujarnya, Jum’at (28/2/2025).
Akibat longsor ini, kemacetan pun terjadi di kedua arah, baik dari Lumajang maupun dari Malang. Dalam waktu sekitar 10 menit, panjang antrean kendaraan diperkirakan sudah mencapai 1 kilometer. Saat para pengendara masih menunggu, longsor susulan terjadi dengan material yang lebih besar, termasuk batu-batu besar, sehingga jalan tertutup total dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Selang sekitar 25 menit setelah longsor pertama, para pengendara terpaksa berputar balik. Karena saya datang dari arah Malang, saya membantu memandu pengendara roda dua yang tidak mengetahui jalur alternatif untuk melewati Curahan, karena kendaraan roda empat tidak memungkinkan untuk melintas,” imbuh Bram Budi Ridho.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di lokasi masih terganggu. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan upaya pembersihan material longsor agar jalur dapat kembali digunakan. ADM




















