JAKARTA – Mantan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mendorong Anies-Muhaimin (AMIN) untuk berterima kasih kepada PBNU. Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 itu pun disarankan tidak perlu kecewa dan marah terhadap pengurus pusat ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Imbauan ini disampaikannya terkait informasi yang menyebutkan dukungan kepada AMIN semakin melesat setelah dirinya dipecat PBNU beberapa waktu lalu. Karena warga NU di akar rumput dinilai semakin semangat memenangkan AMIN bersama dirinya.
“Jadi saya perlu dikonfirmasi nih (kabar tersebut),” tanya host Padasuka TV Yusuf Mars saat berdialog dengan Kiai Marzuki kemarin.
“Kalau itu terjadi mohon Mas Anies, sama Mas Muhaimin segera bersurat atau sowan ke PBNU menyampaikan terima kasih, PBNU sudah berjasa menaikkan dukungan dan elektabilitas. Harus berterima kasih juga. Jangan marah-marah kepada PBNU,” jawabnya dengan senyum, dikutip KBA News, Jumat, 2 Februari 2024.
Dalam obrolan santai sambil duduk lesehan yang disiarkan kanal YouTube tersebut, Yusuf Mars juga menanyakan banyak hal. Termasuk soal banyak agenda dan ceramahnya di daerah-daerah yang dibatalkan secara sepihak setelah dia diberhentikan sebagai pimpinan NU Jawa Timur.
“Kalau kami husnudzon, mungkin situasi keamanan lagi kurang kondusif. Kami enggak tahu juga. Itu yang bisa ditanya intel setempat, aparat setempat. Terus kira-kira murni kemauan aparat setempat atau ada orang Jakarta yang nelepon minta (dibatalkan), kami juga enggak tahu,” ucap pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang ini.
Meskipun para pengurus cabang NU di berbagai daerah sudah cerita banyak hal kepadanya terkait alasan pembatalan kegiatan tersebut. Namun, dia tidak mau membuka lebih jauh.
“Tapi PC-PC (pimpinan cabang) yang acaranya itu di-cancel, dibatalkan sudah pada cerita langsung ke saya, bahwa ditelepon orang ini, suruh begini, begini. (PCNU) Pada cerita (semua). Tapi saya enggak akan saya buka di Padasuka. Ini rahasia organisasi kami, yang organisasi ini kami cintai, tetap harus kami jaga,” tandasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KH Marzuki Mustamar dipecat PBNU dinilai karena tidak sejalan dengan sikap PBNU yang mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran.
Meskipun kalangan PBNU menegaskan pencopotan Kiai Marzuki tidak ada kaitan dengan Pilpres 2024. “Enggak ada kaitannya sama politik, dan bukan soal pilpres,” tegas Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi sebelumnya.



















