
LUMAJANG (PI) – Bupati Lumajang Jawa Timur, Hj. Ir. Indah Amperawati, M.Si (Bunda Indah), berencana membuat lokasi CFD (Car Free Day) baru, di sepanjang Jalan PB Sudirman.
Bunda Indah berharap rencana CFD baru berhasil dan mendapatkan dukungan dari masyarakat terutama PKL (Pedagang Kaki Lima) agar ikut menjaga kebersihan.
“Mudah-mudahan ini berhasil. Dan tolong Dikopindag kandanono PKL ojok kotor-kotor. Kasihan petugas kebersihan. Nanti mereka ngeluh waduh rek Bunda nambahi penggaweanku. Jadi, semuanya harus menjaga kebersihan,” pungkasnya diunggah di medsos.
Konsepnya, trotoar sepanjang Jalan PB Sudirman (kiri-kanan) ini akan dilebarkan masing-masing 3 meter, dengan pemasangan lampu hias tempat selfie anak-anak muda dan orang tua.
“Soalnya sekarang yang selfie bukan hanya anak anak muda. Emak-emak sekarang juga suka selfi,” pungkasnya.
Bukan hanya itu, tempat parkir sepeda motor dan mobil juga akan ditata serapi mungkin agar tidak mengganggu pejalan kaki dan orang-orang selfie. Semuanya akan ditata sehingga kelihatan bagus.
“Pokoknya uaapik. Orang yang masuk ke Lumajang harus merasa bahwa dia masuk ke Kota Lumajang. Apalagi sekarang banyak turis berdatangan ke Lumajang. Jadi, turis yang mau ke Tumpak Sewu nginap nya di hotel-hotel di Lumajang,” paparnya dengan wajah sumringah.
Ketua Partai Gerindra ini juga menyampaikan bahwa kemarin ada investor datang ke Lumajang untuk mendirikan hotel bintang 4 plus desainnya. Lokasinya ada di tengah kota Lumajang. Sebagai Kepala Daerah Bunda Indah menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas rencana pendirian hotel bintang 4 tersebut.
“Saya support. Saya bilang saya akan bantu proses perijinannya. Waktu mereka nanya Bunda ingin hotel bintang 3 apa 4, saya bilang bintang 4. Karena hotel bintang 4 yang ditawarkan tidak terlalu jauh berbeda dengan hotel 3. Fasilitas yang ditawarkan itu jauh lebih bagus. Silahkan,” ujarnya.
Bunda Indah juga memaparkan, saat ini sudah banyak turis luar yang tidur, menginap di kota Lumajang. Nginapnya di Lumajang, kemudian pagi-pagi berangkat ke Pronojiwo. Ada juga yang menginap di Pronojiwo, meskipun di sana seringkali penginapan penuh.
“Sekarang kalau kita ke Pronojiwo terasa seperti ada di Bali karena banyak turis-turis di sana. Turis asing yang ke sana 50 persen dari China. Kita seperti ada di negara China”, tuturnya. ADM




















