
LUMAJANG (PI) – Kasus menu MBG di Kabupaten Lumajang tidak lepas dari berbagai masalah. Bahkan beberapa waktu yang lalu sempat viral dan menjadi berita nasional karena menu MBG yang disajikan tidak sesuai dengan harga yang semestinya.
Tidak hanya itu belum lama ini ada SPPG yang ditutup sementara oleh Bupati Lumajang, karena dinilai tidak sesuai SOP. Belum selesai kasus yang satu muncul lagi kasus yang lain.
Kali ini menu MBG yang menjadi masalah terjadi di daerah Tempursari Lumajang dan di Kecamatan Sukodono. Diungguh oleh akun peserta noname. Dia mengunggahnya di Sambat Bunda (Bunda Indah Bupati Lumajang, Red).
Kalimat sambatnya begini : “Bunda bupati yang terhormat, kami dari Tempursari dan anak kami beberapa hari ini, menerima menu MBG yang sangat menakutkan, dan ini sekarang sdh menjadi percakapan di kalangan wali murid, antara lain : menu kurma kretes2, karena ada telur ulat plus ulatnya. Ini hari Selasa 10 Maret 2026 menu ketela rebus ditabur keju, beh, baunya ngeri. Mohon diinfokan pada penyedia SPPG menu diperhatikan walau gratis, katanya.”

Dibawahnya dilampirkan tiga foto menu yang dimaksud. Di tempat lain, di sebuah sekolah dasar negeri (SDN), tepatnya di Kecamatan Sukodono, menu telur puyuh yang disajikan busuk dan warnanya hitam.
“Waktu dikupas kulit telurnya warnanya hitam dan bau busuk. Banyak yang busuk. Waktu kita kupas warnanya hitam. Kuning telurnya juga kelihatan hitam dan bau”, ujar beberapa siswa SDN di sebuah sekolah di Sukodono bercerita bersama teman-temannya saat mereka berkumpul.
Waktu itu juga, kata mereka, pihak sekolah menyediakan wadah kresek agar semua telur puyuh yang busuk dimasukkan di kresek hitam untuk dibuang.
Hingga berita ini diangkat belum ada pihak SPPG yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. Dan hingga kini menjadi perbincangan di medsos dan grup-grup WhatsApp.

















