LUMAJANG, Pedoman Indonesia – Pemerintah Desa Mojo, Kecamatan Padang, menunjukkan kesiapannya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian desa melalui sektor pertanian dan peternakan lokal.
Kepala Desa Mojo, Akhmadi, menegaskan bahwa program MBG menuntut kesiapan setiap desa dalam hal penyediaan bahan pangan yang sehat dan berkelanjutan. “Kalau MBG itu, kita harus menyiapkan terutama sayur-sayuran. Makanya tiap desa diharuskan memiliki sumber pangan seperti ayam petelur, burung puyuh, dan buah-buahan,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Mojo, Rabu (5/11/2025).
Lebih lanjut, Akhmadi menjelaskan bahwa Desa Mojo telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang kini menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Melalui Bumdes tersebut, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program MBG.
“Alhamdulillah, kita sudah punya Bumdes dan juga peternakan burung puyuh yang siap mensuplai kebutuhan dapur MBG, khususnya untuk wilayah Kecamatan Padang,” imbuhnya.
Akhmadi menilai bahwa potensi lokal seperti lahan pertanian dan peternakan kecil di tingkat rumah tangga dapat menjadi kekuatan utama untuk menjaga ketersediaan bahan pangan segar. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari pemerintah kecamatan, ia optimistis Desa Mojo bisa menjadi contoh desa yang mandiri pangan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi seimbang. Dukungan dari desa-desa seperti Mojo diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.



















