PEDOMANINDONESIA.CO.ID – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-XI Partai Golkar Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, digelar di Aula Partai Golkar, Minggu (21 September 2025).
Drs. H. Suigsan, Ketua DPD Partai Golkar Lumajang, dalam sambutannya, menyampaikan, sejak menjabat Ketua DPD Golkar Lumajang 5 tahun kemarin, kondisi Indonesia, termasuk Lumajang dilanda covid 19.
“Konsolidasi internal Golkar Lumajang belum selesai, musibah erupsi Gunung Semeru datang. Kita terus menerus dilanda musibah,” tukasnya.
Suigsan menyampaikan, di Lumajang sendiri ada 21 Kecamatan dan banyak kecamatan cukup jauh, sehingga perjalanan Golkar belum maksimalkan.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam sambutannya, menyampaikan, semua partai di Lumajang solid dan kompak untuk membangun Lumajang, termasuk Partai Golkar.
Di sela-sela sambutannya Bunda Indah juga menyampaikan sambil berharap di pilkada mendatang tidak ada money politics.
“Selamat bermusyawarah. Semoga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Atas nama pemerintah Kabupaten Lumajang, Saya menyampaikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Partai Golkar yang hari ini melakukan Musda dengan sangat kondusif,” pungkasnya.
Akhmad Anis, anggota DPRD Jatim Dapil Lumajang-Jember yang hadir dalam Musda ini, menyampaikan terima kasih atas kerja samanya saat Pilkada lalu.
“Terima kasih. Ini momentum partai Golkar untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi. Membangun partai harus jelas, harus bernas. Bagaimana mengelola organisasi. Perjuangan ibarat bangunan yang tersusun. Di situ ada elemen air, pasir, kerikil. Ini semua harus menyatu. Dan saya optimis kejayaan Partai Golkar akan bangkit,” pungkasnya.
Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si, Ketua DPD Golkar Jawa Timur, dalam sambutannya, menuturkan, kedepan bagaimana partai ini bisa diterima oleh masyarakat. Mudah-mudahan Musda ini menjadi sarana evaluasi dan intropeksi Partai Golkar Lumajang untuk mendapatkan simpati dari seluruh rakyat Lumajang,” paparnya.
Ali Mufthi, menyampaikan, sebagai instrumen politik dan pilar demokrasi, hari ini parpol digugat dan dipersoalkan oleh rakyat. Ditelanjangi oleh rakyat. Keberadaan parpol lagi dipertanyakan apa gunanya partai politik.
“Hari ini kita harus bisa merasakan. Menang dan kalah tu tidak penting, tapi bagaimana kita sebagai partai politik, jati diri kita, eksistensi partai kita bisa dipahami oleh rakyat. itu yang lebih penting,” paparnya.
“Saya mengikuti pemilu sudah 25 tahun. Ternyata aspirasi yang kita perjuangkan tidak dianggap oleh masyarakat. Di situ ada sesuatu yang harus dievaluasi. Pada Musda ke-11 ini saya minta evaluasi dan introspeksi secara total, apakah kita sebagai partai betul-betul kelak dipercaya rakyat atau tidak,” paparnya.
“Ayo mulai sekarang niat ikhlas membangun bersama rakyat. Membersamai dan memperjuangkan aspirasi serta kepentingan rakyat. Doktrin Golkar adalah nilai kekaryaan. Nilai manfaat. Ini yang selalu dikumandangkan oleh Partai Golkar,” imbuhnya.
Kalau sudah dilakukan evaluasi, menata hati, dan refleksi secara baik, maka insya Allah, kata Mufthi, Golkar akan menjadi bagian dari masyarakat di Lumajang.
Pun sebaliknya, kalau acuh tak acuh terhadap masyarakat, maka Partai Golkar akan ditinggalkan oleh rakyat.
“Ini tergantung Mas Anis juga untuk membersamai masyarakat,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, ia meminta pengurus Partai Golkar Lumajang keliling setiap minggu sekali. Inventarisir semua persoalan masyarakat. Jadikan Golkar sebagai rumah aspirasi masyarakat.
“Setelah menata hati, maka organisasi harus kokoh sehingga tidak bisa digoyang oleh siapapun. Susun struktur Golkar lebih kuat dengan melibatkan anak-anak muda. Struktur Partai Golkar harus orang-orang baik, bukan mencari orang yang “tukang perkoro”. SDM nya harus bagus. Kemudian program kerja juga harus baik”, pungkasnya.
Program yang baik itu apa? Seluruh struktur partai, ujar Ali Mukhti, harus keliling setiap minggu ke masing-masing desa dan kecamatan. Karena kedepan orang yang baiklah yang akan dipilih oleh rakyat.
“Dampingi masyarakat. Perjuangkan hak-hak rakyat. Dengan demikian, Insya Allah yang ngasih amplop tidak akan dipilih lagi, sedangkan orang yang baik yang akan dipilih rakyat”, pesannya. ADM



















