PEDOMANINDONESIA.CO.ID – Kesehatan, kebersihan dan higienis menempati sebagian besar perhatian Islam. Islam mewajibkan umat-Nya untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan ibadah sholat.
Dalam Islam, merawat kebersihan seseorang tidak hanya dianggap sebagai kebiasaan yang baik, tetapi juga diwujudkan menjadi ritual yang merupakan bagian dari iman itu sendiri. Seperti disebutkan sebelumnya, seorang Muslim diharuskan bersih saat akan melakukan sholat, termasuk membersihkan diri dengan benar setelah menggunakan toilet dan berwudhu.
Selain itu, dorongan besar untuk membersihkan gigi seperti yang ditunjukkan dalam hadits di bawah ini, mengungkapkan sejauh mana Islam berhati-hati bahkan untuk detail kebersihan pribadi.
Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh karena Islam peduli terhadap kesejahteraan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Mukmin yang sehat dan kuat lebih baik di sisi Allah daripada yang lemah karena yang pertama lebih memenuhi syarat untuk memenuhi tujuan Islam dan melayani umat manusia.
Hadits tentang Menjaga Kesehatan dan Kebersihan
1. Kebersihan adalah bagian tak terpisahkan dari iman
Abu Malik Al-Ash`ari menyebut Rasulullah SAW pernah berkata, “Kesucian adalah setengah dari iman.”
2. Menyikat gigi sangat dianjurkan
Aisyah ra melaporkan Nabi Muhammad SAW berkata, “Siwak (ranting yang digunakan untuk menyikat gigi) membersihkan dan menyucikan mulut dan menyenangkan Tuhan.” (An-Nasa’i dan Ibn Khuzaimah; disahkan oleh Al-Albani)
Abu Hurairah juga menyebut Rasulullah SAW pernah berkata, “Seandainya saya tidak membebani pengikut saya, saya akan memerintahkan mereka untuk menggunakan siwak sebelum setiap shalat.” (Al-Bukhari dan Muslim)
3. Kebersihan pribadi adalah sifat manusia
Abu Hurairah ra melaporkan bahwa Nabi SAW mengatakan, “Lima amalan fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, dan memotong pendek kumis.” (Al-Bukhari dan Muslim)
4. Ritual pada hari terbaik umat Islam
Abu Dzar RA melaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan: “Barang siapa yang mandi pada hari Jumat lalu melakukannya dengan baik, bersuci dan melakukannya dengan baik, mengenakan pakaian terbaiknya, dan memakai apa saja yang Allah tetapkan untuknya dari wewangian keluarganya, kemudian datang ke masjid dan beramal. tidak terlibat dalam omong kosong atau memisahkan (mendorong antara) dua orang; dia akan diampuni (dosa-dosanya) antara hari itu dan Jumat sebelumnya.” (Ibn Majah dan disahkan oleh Al-Albani)
5. Jaga kebersihan lingkungan
Mu`adz ra melaporkan bahwa Nabi SAW memperingatkan, “Waspadalah terhadap tiga perbuatan yang menyebabkan kamu dilaknat: buang hajat di tempat teduh (yang dimanfaatkan orang), di jalan setapak atau di tempat berair.” (Suara peringkat, hasan, oleh Al-Albani)
Abu Dzar Al-Ghafari ra juga melaporkan Nabi SAW berkata, “Menghapus hal-hal yang berbahaya dari jalan adalah tindakan amal (sadaqah).” (Diotentikasi oleh Al-Albani)
6. Menggunakan obat dianjurkan
Usamah ibn Sharik meriwayatkan: Saya mendatangi Nabi SAW dan para sahabatnya duduk (tenang) seolah-olah ada burung di kepala mereka. Aku memberi hormat dan duduk.
Orang-orang Arab gurun kemudian datang dari sana-sini. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami harus menggunakan pengobatan?
Beliau menjawab: “Berobatlah, karena Allah tidak menjadikan suatu penyakit tanpa menentukan obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu usia tua.” (Abu Dawud dan disahkan oleh Al-Albani)
7. Menjadi kuat dan sehat
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkata, “Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang yang lemah, dan keduanya baik.
Kejarlah dengan sungguh-sungguh apa yang bermanfaat bagimu, carilah pertolongan hanya dari Allah, dan jangan menyerah. Jika sesuatu menimpamu, jangan katakan, ‘Seandainya saja aku melakukan sebaliknya.’ Sebaliknya katakan, ‘Allah telah menentukan dan melakukan apa yang Dia kehendaki,’ karena ‘kalau saja’ membuka pintu untuk pekerjaan Setan.” (Al-Bukhari)
8. Makan berlebihan tidak sehat
Al-Miqdam meriwayatkan bahwa Nabi SAW berkata: “Tidak ada orang yang mengisi wadah lebih buruk dari perutnya. Beberapa suapan yang menjaga punggungnya tetap tegak sudah cukup baginya. Jika dia terpaksa, maka dia harus menyimpan sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya.” (Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dan disahkan oleh Al-Albani). ADM (Sumber : Republika.co.id)



















