LUMAJANG (PI) – Kelangkaan LPG 3 kg kembali terjadi di Lumajang, Jawa Timur sejak pagi tadi hingga malam ini. Informasi yang berhasil dihimpun, kelangkaan terjadi bukan hanya di satu titik di satu kecamatan, tapi hampir terjadi di mana-mana, termasuk di Kota Lumajang.
Pantauan langsung pedomanindonesia.co.id di lapangan, kelangkaan itu terjadi di toko-toko kecil maupun toko-toko besar. Toko-toko besar yang biasanya selalu tersedia stok LPG 3 kg, ternyata habis. Begitu pula dengan toko-toko kecil yang juga menyediakan LPG 3 kg kosong.
Di toko-toko modern juga terlihat kosong, bahkan di pintu masuk toko ditulis “Gas LPG 3 kg kosong”. Ada yg ditulis di Gas LPG kosong. Andre, salah seorang pelaku UMKM yang yang biasa mangkal di pinggir jalan Kota Luma berjualan kuliner, menyampaikan sejak kemarin mencari LPG 3 kg hingga sampai ke kecamatan lain.
“Langka mas. Saya saja sejak kemarin cari sampai ke kecamatan Tempeh. Di daerah sini (kecamatan kota, Red) sulit. Dan biasanya kalau yang beli nggak kenal gak akrab gak dikasik,” paparnya. Dia heran mengapa setelah lebaran LPG 3 kg masih terjadi kelangkaan.
“Kalau alasan pemerintah kemarin pas lebaran gas LPG 3 kg langka karena banyak orang yang masak tempe, masak ini masak itu. Masaknya berkali kali sehingga gas LPG nya cepet habis. Kalau sekarang apalagi alasan pemerintah?,” ujarnya dengan nada bertanya heran.
Terlihat beberapa orang membawa gas LPG 3 kg dalam keadaan kosong. “Saya sudah muter muter cari LPG 3 kg belum dapet,” ujar Bu Sulis, seorang ibu rumah tangga asal Sukodono. Dia berharap kelangkaan LPG 3 kg tidak terus-terusan terjadi. Sementara itu, para pemilik toko besar, toko kecil, bahkan agen LPG tidak bisa memastikan kapan LPG 3 kg datang.
“Biasanya Senin besok datang, tapi waktu kami nanya ke sopir yang biasa ngantar ke toko-toko besar mereka bilang belum memastikan LPG 3 kg datang Senin besok. Katanya stocknya belum ada,” kata Bu Pujawati pemilik toko cukup besar. Tinggal berita ini diturunkan masak lumajang masih banyak yang kebingungan atas langkahnya LPG 3 kg ini. ADM


















