PEDOMANINDONESIA.CO.ID, LUMAJANG – Dalam rangka Milad ke-2 Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Permata Lumajang, Jawa Timur, menggelar layanan operasi bibir sumbing dan langit-langit rongga mulut gratis. Sebanyak 11 warga prasejahtera terdaftar sebagai penerima layanan. Tujuh pasien hadir langsung dan menjalani operasi pada Minggu (13/7/2025), didampingi keluarga dan relawan kemanusiaan.
Aksi sosial ini merupakan komitmen RSNU dan jejaring mitra kemanusiaannya dalam memperluas akses layanan kesehatan berbasis kepedulian. Program ini terselenggara melalui kerja sama RSNU Permata Lumajang dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ), Yayasan Dewi Kasih, serta organisasi pendukung seperti PPDI Provinsi Jawa Timur yang diketuai Ali Muslimin, PT DBN Lumajang, dan puluhan relawan lintas profesi.
“Ini bukan sekadar peringatan ulang tahun, ini adalah momentum pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat,” ujar Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), yang hadir langsung menyapa para pasien pascaoperasi.
Bunda Indah menyemangati enam pasien pascaoperasi tiga balita dan tiga orang dewasa, seraya menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus hadir menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
“Ini bukan hanya tindakan medis, tapi bentuk nyata dari pemulihan martabat dan rasa percaya diri bagi mereka yang selama ini merasa tak punya pilihan,” tuturnya.
Operasi dilakukan oleh tim medis profesional RSNU dengan dukungan teknis Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Lumajang. Para mahasiswa dan tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran UNEJ ikut terlibat aktif, mempertegas semangat lintas generasi dalam kerja sosial ini.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K), menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan semata, namun juga untuk memperkuat pilar pendidikan dan penelitian kedokteran yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin meneguhkan peran pendidikan kedokteran yang berdampak nyata. Ini bagian dari misi akademik kami mengintegrasikan ilmu, empati, dan pengabdian,” ujar dr. Ulfa.
Direktur RSNU Permata menyebut bahwa kegiatan ini mencerminkan arah besar rumah sakit untuk menjadi lebih dari sekadar institusi layanan medis. “Kami ingin rumah sakit ini menjadi rumah kepedulian. Kami hadir untuk berpihak,” ujarnya.
Penjaringan pasien dilakukan secara inklusif melalui peran PPDI Jatim yang menyasar penyandang disabilitas dari kalangan kurang mampu. PT DBN Lumajang turut memberikan dukungan logistik dan fasilitas, menunjukkan bahwa dunia usaha juga dapat memainkan peran penting dalam kerja sosial.
Bakti sosial ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang yang menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan, terutama dalam menjangkau masyarakat di pelosok dan kelompok berkebutuhan khusus.
Bunda Indah pun berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi rumah sakit dan klinik lainnya. “Pelayanan terbaik adalah yang menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil. Ini yang harus kita perbanyak,” tandasnya. ADM – KOM


















