LUMAJANG – Pelaksanaan shalat Idul Adha, di masjid Al Mujtahidin, Perumahan Biting Desa Kutorenon, Sukodono, Lumajang berjalan hikmat dan lancar.
Bertindak sebagai Khotib dan Imam Gus Robith Abdillah Al Hadi. Dalam khutbahnya, dipaparkan hikmah dibalik penyembelihan hewan qurban.
“Seorang Rasul yang diperintah oleh Allah menyembelih anak kesayangannya sebagai wujud ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Selain memiliki nilai ibadah, hari raya qurban yang dilaksanakan setiap tahun ini juga memiliki dimensi sosial, yaitu semua bergotong-royong membantu prosesi penyembelihan hewan sekaligus mendistribusikannya kepada lingkungan sekitar. Selain itu, ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Dipaparkan, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa penyembelihan hewan qurban. Pertama menguji kesabaran. Berprilaku sabar. Alkisah, dari sekian puluhan tahun lamanya Nabi Ibrahim tidak dikaruniai anak. Nabi Ibrahim menjalaninya dengan penuh kesabaran. Akhirnya, suatu hari Nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak bernama Ismail (Nabi Ismail) dari ibunya yang bernama Siti Hajar.
“Seringkali kita sebagai manusia terburu-buru berprasangka buruk kepada Allah, Suudhon. Padahal kita tidak tahu atas apa yang menimpa kita. Seperti halnya Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tidak pernah berprasangka buruk kepada Allah. Oleh karena itu, sebagai makhluk-nya kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah”, tuturnya.
Setelah Nabi Ibrahim menunggu kehadiran buah hatinya selama puluhan tahun dan akhirnya dikaruniai anak (Ismail) melalui rahim Siti Hajar, namun tiba-tiba Allah memberikan ujian kepadanya, yaitu perintah menyembelih putranya, Ismail.
Meskipun itu dianggap sebagai perintah Allah, Nabi Ibrahim tetap dengan bijak menyampaikan kepada putranya, Ismail.
Nabi Ismail diajak berdialog. Dimintai pendapatnya atas perintah Allah tersebut. Sang putra kesayangannya ini, pun mempersilahkan ayahnya menyembelih dirinya kalau memang itu perintah Allah. Kata Ismail “Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Hal ini sesuai dengan fitrah psikologis, bahwa remaja bisa dimintai pendapat melalui cara dialog untuk mengembangkan nalarnya. Nabi Ismail alaihissalam menjadi bagian orang-orang yang bersabar.
“Hikmah lain dari peristiwa ini adalah tawakal kepada Allah. berserah diri kepada Allah atas apa yang terjadi untuk meraih ridhonya,” pungkasnya.
Hikmah lain dari Idul Qurban adalah nilai-nilai ketauhidan. Bahwa hanya Allah lah yang patut disembah. “Demikianlah apa yang saya sampaikan. Semoga kita bisa melaksanakan beberapa hikmah dari peristiwa tersebut”, ujar mengakhiri khutbahnya.
Usai Shalat Idul Adha, acara dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban.
Menurut ustadz Miskah, Ketua Takmir Masjid Al-Mujtahidin, tahun ini jumlah hewan qurban yang disembelih sebanyak 6 ekor sapi dan belasan kambing.

Hewan qurban ini murni dari masyarakat Perumahan biting baik yang sifatnya personal maupun patungan.
Hewan-hewan qurban ini dipastikan seluruhnya sehat dan bagus bagus. “Karena di kepanitiaan kita ada dokter hewannya. Insya Allah semua Irwan kurban yang kita miliki sehat semua bebas dari penyakit apapun”, pungkasnya.
Dijelaskan, agar prosesi penyembelihan berjalan lancar dan tidak terlihat semrawut, maka sudah diatur pembagian tugas masing-masing panitia. Termasuk jumlah warga penerima sesuai dengan data yang masuk.
“Insya Allah semuanya beres. Mulai dari siapa yang menyembelih, bagian distribusi, bagian konsumsi, bagian yang mencacah daging dan lainnya,” ujaannya seraya menambahkan, seluruh panitia pelaksana mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Perumahan Biting iting yang sudah berqurban di Masjid Al Mujtahidin. ADM



















