PEDOMANINDONESIA.CO.ID – Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, Kamis (31/7/2025), menggelar Orientasi Tatalaksana Edukasi Kesehatan Remaja bagi Tenaga Kesehatan, di Gedung TP PKK.
Indah Kusumawati, S.Si, Apt, saat diwawancarai menyampikan, acara ini diikuti oleh tiga pengelola program dari masing-masing Puskesmas di Lumajang antara lain 25 pengelola program remaja, 25 pengelola UKS, dan 25 pengelola promkes. Tujuannya untuk memahami permasalahan kesehatan remaja, memahami cara edukasi kesehatan pada remaja dengan tepat, nyaman, dan aman serta memberikan layanan edukasi kesehatan remaja melalui konseling.
“Harapannya mereka yang hadir ini bisa bekerja bersama-sama. Melakukan edukasi yang bisa diterima oleh remaja,” ujar Indah.
Pemateri acara diisi oleh Dr. Farida dari FKM Universitas Jember (Unej). Para peserta diberikan materi, permasalahan dan bagaimana solusinya/ penyelesaiannya secara kelompok.
Indah memaparkan, di puskesmas itu ada PKPR (Pelayanan
Kesehatan Peduli Remaja). Tapi pelayanannya perlu lebih dioptimalkan. Bagaimana ketika masuk ke kalangan remaja mereka bisa lebih diterima.
Oleh karena itu, karena kesempatan bertemu dengan mereka (para remaja) waktunya tidak banyak, maka saat menggelar pertemuan itulah agar dimaksimalkan supaya mereka paham tentang kesehatan.
“Kalau mereka tahu pentingnya kesehatan akhirnya mau melakukannya. Selama ini, contohnya saja pemberian tablet tambah darah. Mereka para remaja belum merasa itu penting. Yang dirasakan masih rasane eneg, akhirnya enggak mau,” pungkasnya.
Tentu saja, tugas menyadarkan dan mengedukasi tidak hanya dilakukan oleh dinas kesehatan, tapi juga butuh keterlibatan pihak sekolah, peran teman sebaya, dan peran orang tua di rumah. Semua harus bisa kerjasama,” paparnya.

Sebagai tindak lanjut dari edukasi kesehatan ini mereka disarankan untuk langsung turun bertemu dengan remaja lebih baik lagi.
Sebelumnya, acara serupa sudah dilakukan ke sekolah-sekolah, bahkan sudah ada 5 angkatan SMP dan MTS, termasuk di dalamnya kepala sekolah dan UKS.
Indah menambahkan di kalangan remaja ada banyak permasalahan kesehatan, mulai dari soal gizi seimbang, tidak sarapan, jarang bergerak, masalah penyakit menular yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi tapi juga terjadi pada anak remaja seperti darah tinggi, hipertensi diabetes, psikotropik, narkotik, anemia, merokok.
“Para remaja ini banyak tidak tahu penyakit tersebut berpengaruh kepada kecerdasan,” imbuhnya. ADM



















